[Android] Menyembunyikan File Multimedia Ditampilkan di Gallery

Kisanak pasti setuju, bahwa ada beberapa jenis file yang tidak ingin kita tampilkan pada Gallery Android.

Masalahnya, Gallery atau media manager pada Android akan memperlihatkan semua file multimedia yang bercokol di semua media penyimpanan. Bila kisanak punya file yang sensitif tentunya tidak ingin file tersebut muncul di Gallery. Contoh file multimedia yang muncul di gallery yaitu file gambar dan file video.

Tentunya ada banyak aplikasi di Playstore yang punya fungsi menyembunyikan file dari pantauan media manager. Tapi bila kisanak sedang tidak sempat, atau wi-fi tetangga sedang mati, bisa dicoba langkah sederhana dibawah ini:

  1. Buka file manager apa saja yang terpasang di Android kisanak
  2. Navigasi ke folder tempat file yang hendak disembunyikan
  3. Buat folder baru (new folder) dengan nama “.nomedia” (tanpa tanda kutip, dan perhatikan ada titik di depan)
  4. Lihat kembali di Gallery, biasanya jamu diatas langsung mujarab menyembunyikan file multimedia.

Langkah Alternatif

Bila langkah diatas tidak mujarab, kisanak bisa coba langkah alternatifnya:

  1. Buka file manager yang mendukung membuat file baru (new file), contoh Root Explorer
  2. Namai file tersebut dengan nama “.nomedia” (tanpa tanda kutip, dan perhatikan ada titik di depan)
  3. Lihat kembali di Gallery.
photo_2016-12-03_00-36-56

Contoh file .nomedia

Catatan:

Setelah dibuat, file .nomedia akan tidak terlihat pada file manager standar bawaan Android. Gunakan file manager yang lebih sakti untuk melihat atau menghapus file .nomedia. Contoh sudah saya sebutkan diatas.

Demikianlah kisanak. Sampai jumpa pada artikel bermutu Go….!!!!BLOG lainnya.

 

[Android] Memperbesar RAM dengan Swap Memory di Asus Zenfone 4

Makin hari, kebutuhan RAM di HH Android menyaingi kompatriotnya yaitu Desktop PC.

Rasanya mengikuti perkembangan Android bisa bikin orang tambah gila. Tengok RAM terpasang di smartphone Android yang sudah melebihi RAM di PC. PC saya saja RAM 2GB rasanya sudah cukup untuk keperluan sehari-hari dan game kelas menengah. Tapi coba tengok Android, rasanya RAM 1GB pun sudah keteteran untuk menjalankan >5 aplikasi.

Entah apa yang salah di Android, tapi bila kisanak jeli, berapapun RAM terpasang di Android kisanak, pada titik tertentu memory tersisa akan terus berkurang dan bahkan gejala lag akan muncul.

Disinilah peran swap memory muncul. Fungsi dasarnya yaitu menggunakan ruang kosong pada media penyimpanan untuk bertugas sebagai virtual memory. Sebagai contoh, bila ada proses yang tidak aktif pada RAM, proses tersebut akan dipindahkan ke virtual memory pada SD Card, dan selanjutnya RAM akan bisa digunakan untuk menangani proses yang aktif.

Fungsi swap memory diatas seolah-olah RAM yang terpasang menjadi lebih besar, karena ada bantuan dari virtual memory. Kira-kira begitu penjelasannya, kisanak.

Seperti swap memory yang saya pasang di Evercoss A12 kala itu, proses yang sama juga saya lakukan pada Asus Zenfone 4 dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Bahan-bahan yang diperlukan:

  1. Asus Zenfone 4 dengan stock ROM Android Kitkat ROOTED
  2. App BusyBox
  3. App Swapper
  4. Ruang kosong di SD Card sesuai selera. Catatan: Menggunakan SD Card sebagai swap memory akan mempersingkat umur SD Card karena pemakaian konstan. Gunakan SD Card yang bermutu tinggi, kalau bisa SD Card Class 10.

Langkah Kerja:

  1. Instal BusyBox
  2. Instal Swapper
  3. Buka Swapper, atur berapa ruang kosong di SD Card yang akan digunakan untuk virtual memory. Sebagai contoh, bila ingin menggunakan 1GB sebagai virtual memory, masukkan 1024 MB pada Swapper.

photo_2016-11-09_23-39-51

4. Biarkan Swappiness value pada posisi standarnya, centeng pilihan Enable SWAP to start Android

5. Klik CHANGE SWAP PATH, dan ubah path swap ke posisi root SD Card, lalu langkah terakhir klik CREATE SWAP. Tunggu beberapa saat sampai pembuatan file swap selesai.

6. Cek apakah file swap berhasil dibuat dengan file manager, lihat file swapper_swapfile pada root SD Card.

photo_2016-11-09_23-40-01

7. Dengan demikian, pembuatan swap memory telah selesai. Silakan dicoba pengaruhnya pada kinerja Android kisanak. Mudah-mudahan Android kisanak akan lebih gesit, segar bugar seger waras.

Sampai jumpa pada artikel Go….!!!!BLOG selanjutnya.

[Android] Cara Root Zenfone 4 Dengan PC

Rasanya sudah lama saya tidak melakukan rooting HH Android.

Seingat saya, HH (Handheld) terakhir yang saya root adalah Evercoss A12 pada 2014 lalu. Setelah itu HH Android yang saya gunakan notabene tidak begitu memerlukan rooting, ditambah sayanya juga males sih.

Lagipula coba kisanak pikir, dengan spesifikasi Android level menengah-atas sekarang ini apakah masih memerlukan root? Berbeda kasusnya pada jaman Android Jelly Bean kebawah yang masih berspesifikasi rendah, demi mendongkrak performanya rasanya rooting jadi menu wajib waktu itu.

Begitu juga yang saya rasakan pada HH Android yang saya gunakan sekarang ini, yaitu Asus Zenfone 4 dan Zenfone 5 dari buka bungkus baru sampai sekarang saya belum pernah colek-colek lebih dalam ke sistem, karena tanpa rooting pun pemakaian sehari-hari hampir tidak ada keluhan.

Sampai akhirnya saya menemui hal yang menjengkelkan di Zenfone 4 yang membuat saya harus melakukan rooting. Apakah yang bikin jengkel di Zenfone 4? Yaitu error insufficient storage saat akan menginstal aplikasi baru. Insufficient Storage menandakan space storage kurang untuk menyimpan aplikasi yang akan diinstal. Tapi yang bikin jengkel, sebenarnya storage internal masih ada space >500MB, dan storage external malah masih kosong >5GB. Disamping itu, aplikasi yang hendak saya instal pun hanya punya size <20 MB. Aneh kan?

Dengan rooting, permasalahan insufficient storage bakal hilang, karena aplikasi akan dipaksa pindah ke storage eksternal (Micro SD) menggunakan aplikasi Link2SD yang memang memerlukan privilege Root.

Baik langsung saja sediakan dulu beberapa hal untuk proses rooting Asus Zenfone 4:

  1. PC berbasis Windows. Saya menggunakan PC dengan Windows 7.
  2. Intel USB Driver for Android disini
  3. APK SuperSU dan Update Root Zenfone 4 (Root_V2_Zenfone 4_T001.rar) disini
  4. Kabel Data

Langkah Kerja

  1. Instal Intel USB Driver
  2. Ekstrak/Unzip file Root_V2_Zenfone 4_T001.rar
  3. hasil ekstrak copykan ke C:\Program Files\Intel Android Device USB driver
  4. Aktifkan USB Debugging di Zenfone 4 kisanak. Tap Settings-Developer Options-Centang USB Debugging. Bila Developer Options tidak muncul, silakan googling untuk cara memunculkannya.
  5. Matikan HH, nyalakan HH ke modus DroidBoot/FastBoot dengan cara menekan tombol Volume + dan Power bersamaan
  6. Hubungkan HH dengan PC
  7. Buka C:\Program Files\Intel Android Device USB driver di Windows Explorer, kemudian jalankan file Open.CMD (akan membuka command prompt)
  8. 37Ketik fastboot flash update root_zenfone4_v2.zip –>enter
  9. Tunggu hingga proses instalasi selesai yang akan tampak pada layar HH, dan HH akan reboot setelah instalasi selesai.
  10. Cek di HH apakah ada app SuperSU. Bila sudah ada, berarti Asus Zenfone 4 kisanak sudah ter-root.

photo_2016-10-26_22-22-05

Selanjutnya silakan manfaatkan privilege Root yang telah kisanak dapatkan pada Asus Zenfone 4.

Sampai jumpa pada artikel bermutu Go….!!!!BLOG lainnya.

 

[Mikrotik] Auto Max Limit Queue Tree Berdasarkan Average Rate

Beberapa waktu lalu sempat terpikir bagaimana caranya mengubah secara otomatis Max Limit berdasarkan Average Rate.

Pada kondisi warnet ada yang main game online, sudah barang tentu Max Limit Queue Tree untuk browsing tidak saya kasih mentok di 3Mbps. Namun bila kondisi tidak ada gamer, alias browsing semua, saya mengubah Max Limit untuk browsing mentok di 3Mbps.

Tapi karena mengubah Max Limit masih saya lakukan secara manual, terpikir bagaimana caranya membuat otomatisasi Max Limit merujuk pada Average Rate koneksi game online. Jadi bila Average Rate game online 0, maka Max Limit untuk browsing akan otomatis menjadi 3Mbps, dan sebaliknya bila Average Rate game online >1 Kbps, maka Max Limit browsing akan diturunkan ke 1,8 Mbps.

Untungnya Mikrotik mempunyai fitur Scripting dan Scheduler untuk tujuan otomatisasi tersebut. Berikut skrip dan penjelasannya!

Kita bermain di Winbox saja, dengan asumsi Mikrotik ROS kisanak sudah berfungsi penuh dan bisa diakses melalui Winbox. Konfigurasi yang saya gunakan di ROS untuk contoh script otomatis ini adalah Queue Tree seperti pada artikel sebelumnya:

34

Skrip dasar Auto Update berasal dari blog Mas Agus Ramdhani dengan sedikit perubahan oleh saya:

LANGKAH KERJA:

  1. Buka System/Script, buat script baru dengan nama bebas. Sebagai contoh dibawah saya namai skripnya queuetree

:global SetMaxLimit;
:global BW3M 3000000;
:global BW1M 1800000;
:local avgRate [/ queue tree get “3.Game” rate]
:log info “Max Limit –> $SetMaxLimit”;
:log info “Rate Game –> $avgRate”;
:log info “Rate Game –> ($avgRate = 0 or $avgRate < 1000)”;
:if ($avgRate < 1000) do={
:if ($avgRate = 0 or $avgRate < 1000) do={
:set SetMaxLimit $BW3M;
:log info “–> Max-limit Browsing berubah ke 3Mbps”;
} else={
:set SetMaxLimit $BW1M;
:log info “–> Max-limit Browsing berubah ke 1,8Mbps”;
};
} else={
:set SetMaxLimit $BW1M;
:log info “–> Max-limit Browsing berubah ke 1,8Mbps”;
};
/ queue tree set “4.Download” max-limit=$SetMaxLimit
};

2. Buka System/Scheduler, buat schedule untuk eksekusi skrip tersebut diatas. Sebagai contoh, saya buat scheduler dengan interval 1 menit. Jangan lupa pada kolom On Event masukkan nama skrip yang telah dibuat.

33

3. Selesai!

Bagaimana hasilnya?

Seperti gambar dibawah ini, bila Average Rate untuk game online berada di posisi 0 (atau tidak ada traffic), atau berada di bawah 1 Kbps, maka Max Limit untuk browsing akan auto update ke 3Mbps:

35

Sebaliknya, bila ada traffic di game online >1 Kbps, Max Limit browsing akan auto update ke 1,8 Mbps:

36

Silakan atur Max Limit, Average Rate dan interval eksekusi scriptnya sesuai dengan selera kisanak.

Sampai jumpa pada artikel menarik lainnya di Padepokan Go….!!!!BLOG yang kita cintai bersama.

[Mikrotik] Memisahkan Bandwidth Gaming dan Browsing (Queue Tree Model Ribet)

Jika pada dua artikel lalu saya menyuguhkan metode Queue Tree yang paling gampang, kali ini saya akan berikan metode yang ribet.

Artikel mengenai Queue Tree kembali saya turunkan pada kisanak, karena berdasarkan hasil percobaan yang lalu, ada kebocoran bandwidth yang cukup besar. Bandwidth yang saya alokasikan untuk Queue Tree browsing adalah sebesar 2Mbps (dari total bandwidth 3Mbps-sisanya untuk game online). Namun kenyataan di lapangan, bandwidth untuk browsing secara rata-rata ada kebocoran sekitar 70%. Ini berarti, dalam kondisi warnet penuh, bandwidth browsing yang seharusnya 2Mbps malah naik ke 2.7 Mbps.

Memang kondisi bocor ini tidak terjadi dalam waktu lama, hanya berkisar antara 2-5 detik, tapi kondisi tersebut cukup membuat koneksi game online menjadi lag, karena lapaknya direbut oleh koneksi browsing.

Sekedar pengingat dan pembanding langkah Queue Tree yang lalu adalah:

  1. Marking connection dan marking packet port game
  2. Marking connection dan marking packet semua koneksi selain port game (untuk browsing)
  3. Queue Tree

Untuk metode ribet kali ini langkahnya menjadi cukup panjang, bahkan metode ini mirip dengan Simple Queue yang telah saya sampaikan pada artikel lalu:

  1. Marking connection dan marking packet port game
  2. Marking connection dan marking packet per IP address PC (untuk browsing)
  3. Queue Tree untuk browsing per IP address PC.

Seperti biasa saya asumsikan kisanak sudah mempunyai Mikrotik RB atau ROS yang sudah terhubung ke internet dengan baik, jadi saya hanya memberikan script Mangle dan Queue Tree saja.

Kondisi jaringan:

Interface ke internet: IP 192.168.0.3 –> nama interface: INTERNET

Interface ke LAN: IP 192.168.1.8 –> nama interface LAN

PC terhubung ke router: IP 192.168.1.2 dan seterusnya.

Sesuaikan dengan kondisi jaringan kisanak.

Di tes pada Mikrotik ROS 6.10

Script Mangle:

/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=prerouting in-interface=LAN \
new-connection-mark=icmp_conn protocol=icmp
add action=change-dscp chain=prerouting connection-mark=icmp_conn new-dscp=1
add action=mark-packet chain=prerouting comment=icmp connection-mark=\
icmp_conn new-packet-mark=icmp_pkt passthrough=no
add action=mark-connection chain=prerouting dst-port=53 in-interface=LAN \
new-connection-mark=dns_conn protocol=tcp
add action=change-dscp chain=prerouting connection-mark=dns_conn new-dscp=1
add action=mark-packet chain=prerouting comment=dns connection-mark=dns_conn \
new-packet-mark=dns_pkt passthrough=no
add action=mark-connection chain=prerouting comment=PointBlank dst-port=\
39190-39200 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=DOTA2 dst-port=\
10000-13999 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=RFOnline dst-port=\
27780-30000 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=Ayodance dst-port=\
14501-20000 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=CS dst-port=\
47611,8000-8010,36567 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online \
protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=”Lost Saga” dst-port=\
14000-14500 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=”PointBlank UDP” \
dst-port=40000-40010 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online \
protocol=udp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=”Lost Saga UDP” dst-port=\
14000-14010 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online protocol=udp
add action=mark-packet chain=prerouting comment=game_online_pkt \
connection-mark=game_online new-packet-mark=game_online_pkt passthrough=\
no
add action=mark-connection chain=prerouting comment=PC1 new-connection-mark=\
browsing_PC1 src-address=192.168.1.2
add action=mark-connection chain=prerouting comment=PC2 new-connection-mark=\
browsing_PC2 src-address=192.168.1.3
add action=mark-connection chain=prerouting comment=PC3 new-connection-mark=\
browsing_PC3 src-address=192.168.1.4
add action=mark-connection chain=prerouting comment=PC4 new-connection-mark=\
browsing_PC4 src-address=192.168.1.5
add action=mark-connection chain=prerouting comment=PC5 new-connection-mark=\
browsing_PC5 src-address=192.168.1.6
add action=mark-connection chain=prerouting comment=PC6 new-connection-mark=\
browsing_PC6 src-address=192.168.1.7
add action=mark-packet chain=prerouting comment=browsing_pkt_PC1 \
connection-mark=browsing_PC1 new-packet-mark=browsing_pkt_PC1 \
passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment=browsing_pkt_PC2 \
connection-mark=browsing_PC2 new-packet-mark=browsing_pkt_PC2 \
passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment=browsing_pkt_PC3 \
connection-mark=browsing_PC3 new-packet-mark=browsing_pkt_PC3 \
passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment=browsing_pkt_PC4 \
connection-mark=browsing_PC4 new-packet-mark=browsing_pkt_PC4 \
passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment=browsing_pkt_PC5 \
connection-mark=browsing_PC5 new-packet-mark=browsing_pkt_PC5 \
passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment=browsing_pkt_PC6 \
connection-mark=browsing_PC6 new-packet-mark=browsing_pkt_PC6 \
passthrough=no

Script Queue Tree untuk game online:

/queue tree
add name=3.Game packet-mark=game_online_pkt parent=LAN priority=3
add name=5.Upload parent=INTERNET
add max-limit=512k name=”Browsing Upload” packet-mark=browsing_pkt parent=\
5.Upload
add name=”Game Upload” packet-mark=game_online_pkt parent=5.Upload priority=3
add name=1.DNS packet-mark=dns_pkt parent=LAN priority=1

Script Queue Tree untuk browsing:

/queue tree
add max-limit=1800k name=4.Download parent=LAN queue=limit_dl
add name=”DNS Upload” packet-mark=dns_pkt parent=5.Upload priority=1 queue=\
default
add name=2.ICMP packet-mark=icmp_pkt parent=LAN priority=2 queue=default
add name=”ICMP Upload” packet-mark=icmp_pkt parent=5.Upload priority=2 queue=\
default
add limit-at=256k max-limit=768k name=PC1 packet-mark=browsing_pkt_PC1 \
parent=4.Download queue=limit_dl
add limit-at=256k max-limit=768k name=PC3 packet-mark=browsing_pkt_PC3 \
parent=4.Download queue=limit_dl
add limit-at=256k max-limit=768k name=PC2 packet-mark=browsing_pkt_PC2 \
parent=4.Download queue=limit_dl
add limit-at=256k max-limit=768k name=PC4 packet-mark=browsing_pkt_PC4 \
parent=4.Download queue=limit_dl
add limit-at=256k max-limit=768k name=PC5 packet-mark=browsing_pkt_PC5 \
parent=4.Download queue=limit_dl
add limit-at=256k max-limit=768k name=PC6 packet-mark=browsing_pkt_PC6 \
parent=4.Download queue=limit_dl

Script Queue Type:

/queue type
add kind=pcq name=limit_dl pcq-classifier=dst-address pcq-dst-address6-mask=\
64 pcq-limit=12 pcq-src-address6-mask=64 pcq-total-limit=100

Screenshot Queue Tree metode pertama:

27

Screenshot Queue Tree metode ribet (dengan Max Limit 1.8 Mbps):

28

Hasil akhir dan kesimpulan:

Queue Tree metode ribet menurut saya memberikan hasil yang lebih akurat. Walaupun masih ada kebocoran bandwidth (yang saya masih belum tahu biang keladinya dimana). Tapi dengan metode ini, kebocoran bandwidthnya lebih kecil, yaitu berkisar 30-50% saja. Barangkali ada kisanak yang sudi memberikan pencerahan pada saya untuk memperbaiki kebocoran bandwidth pada metode queue tree ini, akan sangat saya hargai.

Sampai berjumpa pada artikel Go….BLOG!!!! Selanjutnya.

 

[Update][Mikrotik] Memisahkan Bandwidth Gaming dan Browsing (Metode Alternatif dengan Queue Tree)

Ada kelupaan untuk artikel kemarin

Hanya sekedar update cepat saja mengenai artikel kemarin, yaitu memisahkan bandwidth gaming dan browsing menggunakan queue tree.

Skrip pada artikel kemarin tersebut sebenarnya sudah bisa untuk menjalankan pemisahan bandwidth. Hanya saja fungsi queue tree nya belum maksimal, karena saya kelupaan belum menambahkan Queue Type PCQ (maklum faktor U). Silakan tambahkan skrip berikut:

/queue type

add kind=pcq name=limit_dl pcq-burst-rate=0 pcq-burst-threshold=0 \
pcq-burst-time=10s pcq-classifier=dst-address pcq-dst-address-mask=32 \
pcq-dst-address6-mask=64 pcq-limit=50 pcq-rate=0 pcq-src-address-mask=32 \
pcq-src-address6-mask=64 pcq-total-limit=2000

Lalu ganti Queue Type pada Queue List Browsing menjadi limit_dl, sesuai dengan nama PCQ yang telah dibuat.

30

Silakan kisanak Torch untuk membuktikan khasiatnya setelah Queue Type diubah menjadi PCQ seperti contoh dibawah:

28

Queue Tree PCQ dengan 2 user online menghasilkan bandwidth yang seimbang.

29

Queue Tree PCQ dengan 3 user online menghasilkan bandwidth yang seimbang, dan demikian seterusnya sesuai jumlah PC yang online.

Demikian artikel telah saya koreksi dan tambahkan. Agar diindahkan dan menjadi periksa.

[Mikrotik] Memisahkan Bandwidth Gaming dan Browsing (Metode Alternatif dengan Queue Tree)

Bila pada artikel sebelumnya membahas pemisahan bandwidth gaming dan browsing menggunakan metode Simple Queue, kali ini saya akan mengetengahkan pemisahan bandwidth menggunakan metode Queue Tree.

Pada metode Simple Queue, bandwidth yang diberikan kepada masing-masing client berjalan dengan aturan yang ketat. Misalkan satu client diberikan jatah bandwidth 512Kbps, maka seterusnya client akan mendapat bandwidth 512Kbps. Bila kondisi jaringan atau client terpakai semua, tentunya hal ini tidak menjadi masalah. Tapi bila jaringan sedang lengang, atau client yang online hanya satu, rasanya sayang sekali ada bandwidth tersisa yang seharusnya bisa diberikan untuk client yang sedang online tersebut supaya browsing atau download bisa lebih cepat.

Untuk itulah kali ini saya akan memberikan metode alternatif dengan Queue Tree. Pada metode Queue Tree, bandwidth akan diberikan sesuai dengan jumlah client yang sedang online. Misalkan total bandwidth yang kisanak miliki adalah 2Mbps, bila 10 client sedang online, maka rata-rata bandwidth yang diterima client adalah 200Kbps. Sebaliknya bila hanya ada satu client yang sedang online, bandwidth yang diterimanya penuh 2Mbps. Adil bukan?

Berikut urutan langkah kerjanya:

  1. Sedot address list IP Address lokal (IIX) untuk memisahkan bandwidth gaming dan bandwidth internasional
  2. Mark Connection dan Mark Packet koneksi game-game online
  3. Mark Connection dan Mark Packet koneksi selain game-online (browsing, download)
  4. Queue Tree

Catatan penting:

Saya asumsikan kisanak sudah mempunyai Mikrotik RouterOS atau RouterBoard yang berfungsi penuh.

IP Address LAN yang saya gunakan: 192.168.1.0/24

Nama interface ke LAN: LAN

Nama interface ke Internet: INTERNET

Silakan sesuaikan dengan kondisi jaringan kisanak.

  1. Langsung ke skripnya, dimulai dari urutan 1. Silakan copas, dan kisanak juga harus memahami skrip yang kisanak copas, supaya memahami alur kerja si Mikrotik.

/tool fetch address=ixp.mikrotik.co.id src-path=/download/nice.rsc mode=http;

Lalu:
import nice.rsc

2. Mark connection/mark packet koneksi game populer, yaitu PointBlank, DOTA, LostSaga, CounterStrike, AyoDance, dan RF Online, serta mark connection/mark packet browsing:

/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=prerouting disabled=no in-interface=LAN \
new-connection-mark=icmp_conn passthrough=yes protocol=icmp
add action=change-dscp chain=prerouting connection-mark=icmp_conn disabled=no \
new-dscp=1 passthrough=yes
add action=mark-packet chain=prerouting comment=icmp connection-mark=\
icmp_conn disabled=no new-packet-mark=icmp_pkt passthrough=no
add action=mark-connection chain=prerouting disabled=no dst-port=53 \
in-interface=LAN new-connection-mark=dns_conn passthrough=yes protocol=\
tcp
add action=change-dscp chain=prerouting connection-mark=dns_conn disabled=no \
new-dscp=1 passthrough=yes
add action=mark-packet chain=prerouting comment=dns connection-mark=dns_conn \
disabled=no new-packet-mark=dns_pkt passthrough=no
add action=mark-connection chain=forward comment=PointBlank disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=39190-39200 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=forward comment=DOTA2 disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=10000-13999 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=forward comment=RFOnline disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=27780-30000 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=forward comment=Ayodance disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=14501-20000 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=forward comment=CS disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=47611,8000-8010,36567 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=forward comment=”Lost Saga” disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=14000-14500 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=forward comment=”PointBlank UDP” disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=40000-40010 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=udp
add action=mark-connection chain=forward comment=”Lost Saga UDP” disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=14000-14010 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=udp
add action=mark-connection chain=forward comment=”DOTA2 UDP” disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=27000-27150,3478-4380,28010-28200,39000 \
in-interface=LAN new-connection-mark=game_online passthrough=yes \
protocol=udp
add action=mark-packet chain=forward comment=game_online_pkt connection-mark=\
game_online disabled=no new-packet-mark=game_online_pkt passthrough=no
add action=mark-connection chain=forward comment=Browsing disabled=no \
new-connection-mark=browsing_conn passthrough=yes src-address=\
192.168.1.0/24
add action=mark-packet chain=forward comment=browsing_pkt connection-mark=\
browsing_conn disabled=no new-packet-mark=browsing_pkt passthrough=no

3. Queue Tree

/queue tree
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name=Download packet-mark=”” parent=LAN priority=8
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name=Upload packet-mark=”” parent=INTERNET priority=8

add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=2M name=Browsing packet-mark=browsing_pkt parent=Download \
priority=8 queue=default-small
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name=Game packet-mark=game_online_pkt parent=Download \
priority=8 queue=default-small
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=512k name=”Browsing Upload” packet-mark=browsing_pkt parent=\
Upload priority=8 queue=default-small
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name=”Game Upload” packet-mark=game_online_pkt parent=Upload \
priority=8 queue=default-small
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name=DNS packet-mark=dns_pkt parent=Download priority=8 \
queue=default-small
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name=ICMP packet-mark=icmp_pkt parent=Download priority=8 \
queue=default-small

Hasil akhirnya di Winbox seharusnya seperti ini:

27

Untuk Max Limit koneksi browsing, silakan sesuaikan dengan koneksi internet yang kisanak miliki. Perbesar atau perkecil sehingga yang main game online tidak lag. Sebagai contoh, saya berlangganan Speedy 3Mbps. Untuk browsing saya jatahkan 2Mbps. Sisanya untuk DNS, ICMP, dan game online.

Selamat mencoba. Bila ada kesulitan, mari kita belajar bersama di pojok komentar!