[Mikrotik] Memisahkan Bandwidth Gaming dan Browsing (Queue Tree Model Ribet)

Jika pada dua artikel lalu saya menyuguhkan metode Queue Tree yang paling gampang, kali ini saya akan berikan metode yang ribet.

Artikel mengenai Queue Tree kembali saya turunkan pada kisanak, karena berdasarkan hasil percobaan yang lalu, ada kebocoran bandwidth yang cukup besar. Bandwidth yang saya alokasikan untuk Queue Tree browsing adalah sebesar 2Mbps (dari total bandwidth 3Mbps-sisanya untuk game online). Namun kenyataan di lapangan, bandwidth untuk browsing secara rata-rata ada kebocoran sekitar 70%. Ini berarti, dalam kondisi warnet penuh, bandwidth browsing yang seharusnya 2Mbps malah naik ke 2.7 Mbps.

Memang kondisi bocor ini tidak terjadi dalam waktu lama, hanya berkisar antara 2-5 detik, tapi kondisi tersebut cukup membuat koneksi game online menjadi lag, karena lapaknya direbut oleh koneksi browsing.

Sekedar pengingat dan pembanding langkah Queue Tree yang lalu adalah:

  1. Marking connection dan marking packet port game
  2. Marking connection dan marking packet semua koneksi selain port game (untuk browsing)
  3. Queue Tree

Untuk metode ribet kali ini langkahnya menjadi cukup panjang, bahkan metode ini mirip dengan Simple Queue yang telah saya sampaikan pada artikel lalu:

  1. Marking connection dan marking packet port game
  2. Marking connection dan marking packet per IP address PC (untuk browsing)
  3. Queue Tree untuk browsing per IP address PC.

Seperti biasa saya asumsikan kisanak sudah mempunyai Mikrotik RB atau ROS yang sudah terhubung ke internet dengan baik, jadi saya hanya memberikan script Mangle dan Queue Tree saja.

Kondisi jaringan:

Interface ke internet: IP 192.168.0.3 –> nama interface: INTERNET

Interface ke LAN: IP 192.168.1.8 –> nama interface LAN

PC terhubung ke router: IP 192.168.1.2 dan seterusnya.

Sesuaikan dengan kondisi jaringan kisanak.

Di tes pada Mikrotik ROS 6.10

Script Mangle:

/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=prerouting in-interface=LAN \
new-connection-mark=icmp_conn protocol=icmp
add action=change-dscp chain=prerouting connection-mark=icmp_conn new-dscp=1
add action=mark-packet chain=prerouting comment=icmp connection-mark=\
icmp_conn new-packet-mark=icmp_pkt passthrough=no
add action=mark-connection chain=prerouting dst-port=53 in-interface=LAN \
new-connection-mark=dns_conn protocol=tcp
add action=change-dscp chain=prerouting connection-mark=dns_conn new-dscp=1
add action=mark-packet chain=prerouting comment=dns connection-mark=dns_conn \
new-packet-mark=dns_pkt passthrough=no
add action=mark-connection chain=prerouting comment=PointBlank dst-port=\
39190-39200 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=DOTA2 dst-port=\
10000-13999 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=RFOnline dst-port=\
27780-30000 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=Ayodance dst-port=\
14501-20000 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=CS dst-port=\
47611,8000-8010,36567 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online \
protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=”Lost Saga” dst-port=\
14000-14500 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=”PointBlank UDP” \
dst-port=40000-40010 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online \
protocol=udp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=”Lost Saga UDP” dst-port=\
14000-14010 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online protocol=udp
add action=mark-packet chain=prerouting comment=game_online_pkt \
connection-mark=game_online new-packet-mark=game_online_pkt passthrough=\
no
add action=mark-connection chain=prerouting comment=PC1 new-connection-mark=\
browsing_PC1 src-address=192.168.1.2
add action=mark-connection chain=prerouting comment=PC2 new-connection-mark=\
browsing_PC2 src-address=192.168.1.3
add action=mark-connection chain=prerouting comment=PC3 new-connection-mark=\
browsing_PC3 src-address=192.168.1.4
add action=mark-connection chain=prerouting comment=PC4 new-connection-mark=\
browsing_PC4 src-address=192.168.1.5
add action=mark-connection chain=prerouting comment=PC5 new-connection-mark=\
browsing_PC5 src-address=192.168.1.6
add action=mark-connection chain=prerouting comment=PC6 new-connection-mark=\
browsing_PC6 src-address=192.168.1.7
add action=mark-packet chain=prerouting comment=browsing_pkt_PC1 \
connection-mark=browsing_PC1 new-packet-mark=browsing_pkt_PC1 \
passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment=browsing_pkt_PC2 \
connection-mark=browsing_PC2 new-packet-mark=browsing_pkt_PC2 \
passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment=browsing_pkt_PC3 \
connection-mark=browsing_PC3 new-packet-mark=browsing_pkt_PC3 \
passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment=browsing_pkt_PC4 \
connection-mark=browsing_PC4 new-packet-mark=browsing_pkt_PC4 \
passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment=browsing_pkt_PC5 \
connection-mark=browsing_PC5 new-packet-mark=browsing_pkt_PC5 \
passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment=browsing_pkt_PC6 \
connection-mark=browsing_PC6 new-packet-mark=browsing_pkt_PC6 \
passthrough=no

Script Queue Tree untuk game online:

/queue tree
add name=3.Game packet-mark=game_online_pkt parent=LAN priority=3
add name=5.Upload parent=INTERNET
add max-limit=512k name=”Browsing Upload” packet-mark=browsing_pkt parent=\
5.Upload
add name=”Game Upload” packet-mark=game_online_pkt parent=5.Upload priority=3
add name=1.DNS packet-mark=dns_pkt parent=LAN priority=1

Script Queue Tree untuk browsing:

/queue tree
add max-limit=1800k name=4.Download parent=LAN queue=limit_dl
add name=”DNS Upload” packet-mark=dns_pkt parent=5.Upload priority=1 queue=\
default
add name=2.ICMP packet-mark=icmp_pkt parent=LAN priority=2 queue=default
add name=”ICMP Upload” packet-mark=icmp_pkt parent=5.Upload priority=2 queue=\
default
add limit-at=256k max-limit=768k name=PC1 packet-mark=browsing_pkt_PC1 \
parent=4.Download queue=limit_dl
add limit-at=256k max-limit=768k name=PC3 packet-mark=browsing_pkt_PC3 \
parent=4.Download queue=limit_dl
add limit-at=256k max-limit=768k name=PC2 packet-mark=browsing_pkt_PC2 \
parent=4.Download queue=limit_dl
add limit-at=256k max-limit=768k name=PC4 packet-mark=browsing_pkt_PC4 \
parent=4.Download queue=limit_dl
add limit-at=256k max-limit=768k name=PC5 packet-mark=browsing_pkt_PC5 \
parent=4.Download queue=limit_dl
add limit-at=256k max-limit=768k name=PC6 packet-mark=browsing_pkt_PC6 \
parent=4.Download queue=limit_dl

Script Queue Type:

/queue type
add kind=pcq name=limit_dl pcq-classifier=dst-address pcq-dst-address6-mask=\
64 pcq-limit=12 pcq-src-address6-mask=64 pcq-total-limit=100

Screenshot Queue Tree metode pertama:

27

Screenshot Queue Tree metode ribet (dengan Max Limit 1.8 Mbps):

28

Hasil akhir dan kesimpulan:

Queue Tree metode ribet menurut saya memberikan hasil yang lebih akurat. Walaupun masih ada kebocoran bandwidth (yang saya masih belum tahu biang keladinya dimana). Tapi dengan metode ini, kebocoran bandwidthnya lebih kecil, yaitu berkisar 30-50% saja. Barangkali ada kisanak yang sudi memberikan pencerahan pada saya untuk memperbaiki kebocoran bandwidth pada metode queue tree ini, akan sangat saya hargai.

Sampai berjumpa pada artikel Go….BLOG!!!! Selanjutnya.

 

[Update][Mikrotik] Memisahkan Bandwidth Gaming dan Browsing (Metode Alternatif dengan Queue Tree)

Ada kelupaan untuk artikel kemarin

Hanya sekedar update cepat saja mengenai artikel kemarin, yaitu memisahkan bandwidth gaming dan browsing menggunakan queue tree.

Skrip pada artikel kemarin tersebut sebenarnya sudah bisa untuk menjalankan pemisahan bandwidth. Hanya saja fungsi queue tree nya belum maksimal, karena saya kelupaan belum menambahkan Queue Type PCQ (maklum faktor U). Silakan tambahkan skrip berikut:

/queue type

add kind=pcq name=limit_dl pcq-burst-rate=0 pcq-burst-threshold=0 \
pcq-burst-time=10s pcq-classifier=dst-address pcq-dst-address-mask=32 \
pcq-dst-address6-mask=64 pcq-limit=50 pcq-rate=0 pcq-src-address-mask=32 \
pcq-src-address6-mask=64 pcq-total-limit=2000

Lalu ganti Queue Type pada Queue List Browsing menjadi limit_dl, sesuai dengan nama PCQ yang telah dibuat.

30

Silakan kisanak Torch untuk membuktikan khasiatnya setelah Queue Type diubah menjadi PCQ seperti contoh dibawah:

28

Queue Tree PCQ dengan 2 user online menghasilkan bandwidth yang seimbang.

29

Queue Tree PCQ dengan 3 user online menghasilkan bandwidth yang seimbang, dan demikian seterusnya sesuai jumlah PC yang online.

Demikian artikel telah saya koreksi dan tambahkan. Agar diindahkan dan menjadi periksa.

[Mikrotik] Memisahkan Bandwidth Gaming dan Browsing (Metode Alternatif dengan Queue Tree)

Bila pada artikel sebelumnya membahas pemisahan bandwidth gaming dan browsing menggunakan metode Simple Queue, kali ini saya akan mengetengahkan pemisahan bandwidth menggunakan metode Queue Tree.

Pada metode Simple Queue, bandwidth yang diberikan kepada masing-masing client berjalan dengan aturan yang ketat. Misalkan satu client diberikan jatah bandwidth 512Kbps, maka seterusnya client akan mendapat bandwidth 512Kbps. Bila kondisi jaringan atau client terpakai semua, tentunya hal ini tidak menjadi masalah. Tapi bila jaringan sedang lengang, atau client yang online hanya satu, rasanya sayang sekali ada bandwidth tersisa yang seharusnya bisa diberikan untuk client yang sedang online tersebut supaya browsing atau download bisa lebih cepat.

Untuk itulah kali ini saya akan memberikan metode alternatif dengan Queue Tree. Pada metode Queue Tree, bandwidth akan diberikan sesuai dengan jumlah client yang sedang online. Misalkan total bandwidth yang kisanak miliki adalah 2Mbps, bila 10 client sedang online, maka rata-rata bandwidth yang diterima client adalah 200Kbps. Sebaliknya bila hanya ada satu client yang sedang online, bandwidth yang diterimanya penuh 2Mbps. Adil bukan?

Berikut urutan langkah kerjanya:

  1. Sedot address list IP Address lokal (IIX) untuk memisahkan bandwidth gaming dan bandwidth internasional
  2. Mark Connection dan Mark Packet koneksi game-game online
  3. Mark Connection dan Mark Packet koneksi selain game-online (browsing, download)
  4. Queue Tree

Catatan penting:

Saya asumsikan kisanak sudah mempunyai Mikrotik RouterOS atau RouterBoard yang berfungsi penuh.

IP Address LAN yang saya gunakan: 192.168.1.0/24

Nama interface ke LAN: LAN

Nama interface ke Internet: INTERNET

Silakan sesuaikan dengan kondisi jaringan kisanak.

  1. Langsung ke skripnya, dimulai dari urutan 1. Silakan copas, dan kisanak juga harus memahami skrip yang kisanak copas, supaya memahami alur kerja si Mikrotik.

/tool fetch address=ixp.mikrotik.co.id src-path=/download/nice.rsc mode=http;

Lalu:
import nice.rsc

2. Mark connection/mark packet koneksi game populer, yaitu PointBlank, DOTA, LostSaga, CounterStrike, AyoDance, dan RF Online, serta mark connection/mark packet browsing:

/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=prerouting disabled=no in-interface=LAN \
new-connection-mark=icmp_conn passthrough=yes protocol=icmp
add action=change-dscp chain=prerouting connection-mark=icmp_conn disabled=no \
new-dscp=1 passthrough=yes
add action=mark-packet chain=prerouting comment=icmp connection-mark=\
icmp_conn disabled=no new-packet-mark=icmp_pkt passthrough=no
add action=mark-connection chain=prerouting disabled=no dst-port=53 \
in-interface=LAN new-connection-mark=dns_conn passthrough=yes protocol=\
tcp
add action=change-dscp chain=prerouting connection-mark=dns_conn disabled=no \
new-dscp=1 passthrough=yes
add action=mark-packet chain=prerouting comment=dns connection-mark=dns_conn \
disabled=no new-packet-mark=dns_pkt passthrough=no
add action=mark-connection chain=forward comment=PointBlank disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=39190-39200 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=forward comment=DOTA2 disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=10000-13999 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=forward comment=RFOnline disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=27780-30000 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=forward comment=Ayodance disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=14501-20000 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=forward comment=CS disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=47611,8000-8010,36567 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=forward comment=”Lost Saga” disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=14000-14500 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=forward comment=”PointBlank UDP” disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=40000-40010 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=udp
add action=mark-connection chain=forward comment=”Lost Saga UDP” disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=14000-14010 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=udp
add action=mark-connection chain=forward comment=”DOTA2 UDP” disabled=no \
dst-address-list=nice dst-port=27000-27150,3478-4380,28010-28200,39000 \
in-interface=LAN new-connection-mark=game_online passthrough=yes \
protocol=udp
add action=mark-packet chain=forward comment=game_online_pkt connection-mark=\
game_online disabled=no new-packet-mark=game_online_pkt passthrough=no
add action=mark-connection chain=forward comment=Browsing disabled=no \
new-connection-mark=browsing_conn passthrough=yes src-address=\
192.168.1.0/24
add action=mark-packet chain=forward comment=browsing_pkt connection-mark=\
browsing_conn disabled=no new-packet-mark=browsing_pkt passthrough=no

3. Queue Tree

/queue tree
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name=Download packet-mark=”” parent=LAN priority=8
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name=Upload packet-mark=”” parent=INTERNET priority=8

add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=2M name=Browsing packet-mark=browsing_pkt parent=Download \
priority=8 queue=default-small
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name=Game packet-mark=game_online_pkt parent=Download \
priority=8 queue=default-small
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=512k name=”Browsing Upload” packet-mark=browsing_pkt parent=\
Upload priority=8 queue=default-small
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name=”Game Upload” packet-mark=game_online_pkt parent=Upload \
priority=8 queue=default-small
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name=DNS packet-mark=dns_pkt parent=Download priority=8 \
queue=default-small
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name=ICMP packet-mark=icmp_pkt parent=Download priority=8 \
queue=default-small

Hasil akhirnya di Winbox seharusnya seperti ini:

27

Untuk Max Limit koneksi browsing, silakan sesuaikan dengan koneksi internet yang kisanak miliki. Perbesar atau perkecil sehingga yang main game online tidak lag. Sebagai contoh, saya berlangganan Speedy 3Mbps. Untuk browsing saya jatahkan 2Mbps. Sisanya untuk DNS, ICMP, dan game online.

Selamat mencoba. Bila ada kesulitan, mari kita belajar bersama di pojok komentar!

Headset Rusak? Perbaiki Sendiri Saja

Headset untuk PC-apalagi yang dipakai bersama seperti di Warnet sudah barang tentu cepat rusak.

Apalagi pemakainya rata-rata anak-anak kecil, umur headset rasanya hanya bertahan dua bulanan, setelah itu muncul gejala-gejala penyakit seperti mati sebelah, atau bahkan tidak ada suara di kedua speakernya. Untungnya ada Go….!!!!BLOG disini yang siap membantu para kisanak dalam memperbaiki headset demi atas nama penghematan, alias daripada beli yang baru.

Penyakit headset yang paling umum yaitu kabel yang seringkali putus di antara jalur colokan ke PC dan yang masuk ke speaker akibat dari sering tertarik, atau malah jatuh karena kesenggol. Metode pada artikel kali ini yaitu memotong kabel yang dicurigai putus, dan menyambungkan kembali kabel dengan speakernya. Sebagai contoh yaitu headset merek Keenion tipe KDS-688. Tapi rata-rata cara membuka headset merek lain juga sama dengan kelinci percobaan untuk artikel ini.

Peralatan yang dibutuhkan

  1. Solderan minimum 40W
  2. Timah
  3. Gunting
  4. Obeng plus kecil
  5. Obeng min kecil
  6. Pinset (bila ada)
  7. Mata yang jeli

Langkah Kerja

a. Buka casing headset pada sisi yang terhubung dengan kabel ke PC. Biasanya baut-bautnya berada di balik cover merek headset seperti contoh dibawah:

Jpeg

Congkel cover putih dengan obeng min, nanti kelihatan bautnya

Jpeg

Buka baut dengan obeng plus

b. Bila casing sudah terbuka, akan terlihat papan sirkuit (PCB) kecil tempat bersarangnya kontrol volume, jalur ke speaker sebelah, dan jalur masukan dari kabel PC.

Jpeg

Perhatikan kabel yang masuk dari PC ada 5 jalur, yaitu 3 jalur audio (GND, L, R) dan 2 jalur mikrofon (GND, MIC). Lepaskan jalur yang menempel ke PCB menggunakan solder, dan perhatikan warna kabelnya supaya tidak terbalik saat memasang kabel yang baru.

Jpeg

Tampilan PCB tanpa kabel PC

c. Sekarang fokus pada sisi kabel PC. Karena kita tidak tahu bagian mana kabel yang putus di jalan, umumnya yang sering putus yaitu kabel di pangkal yang masuk ke headset hingga jarak 5-10 cm dari headset. Caranya gampang saja, potong sekitar 10-15cm dari pangkal kabel dan kupas kabelnya sehingga tampak serabut dalamnya, dan lapisi dengan timah solder pada ujung serabut supaya mudah nantinya di solder ke PCB:

Jpeg

Jalur audio untuk merek Keenion: Warna tembaga untuk GND (Ground), Biru untuk channel R, Hijau untuk channel L

Jpeg

Penampakan ujung serabut yang sudah dilapisi solder

d. Solder kembali kabel ke PCB headset dengan rapih, dan buat semacam penahan supaya kabel dan solderan ke PCB tidak tertarik langsung, karena bila tidak dibuat penahan, solderan akan mudah putus karena tertarik kabel. Saran saya buat semacam ikatan simpul longgar pada kabel, sehingga solderan akan tertahan simpul. Silakan kisanak ber-eksperimen untuk material penahan ini.

Jpeg

Kabel sudah tersambung ke PCB

Jpeg

Contoh simpul penahan kabel pada gambar yang dilingkari merah

e. Silakan tes bunyi ke PC. Bila sudah berfungsi normal, selamat! Kisanak sudah berhasil memperbaiki headset kisanak.

Sampai jumpa pada artikel Go….!!!!BLOG lainnya.

 

Akses PC Secara Remote Dengan TeamViewer

Rasa-rasanya, sekarang ini segala pekerjaan bisa dilakukan secara online, termasuk urusan perbaikan PC.

Teringat pada jaman dahulu (macam judul animasi) saat saya masih menjadi pria panggilan servis komputer, saya datang ke rumah atau kantor yang memerlukan jasa perbaikan komputer. Memang sekarangpun masih menerima panggilan servis, walaupun tidak full time.

Setelah internet merajalela hingga era smartphone seperti sekarang, perbaikan komputer tidak mesti mendatangi rumah si empunya PC secara langsung. Asalkan PC nya terhubung dengan internet, saya bisa melakukan perbaikan secara remote. Masalah biaya servis tinggal transfer via online juga. Praktis kan?

Software yang saya pakai untuk kegiatan remote ini adalah TeamViewer. Keunggulan utama dari TeamViewer adalah tidak perlu melakukan pengaturan proxy, router atau firewall. Cukup install TeamViewer di PC asal dan PC tujuan, masukkan ID dan Password PC tujuan, dan langsung bisa tersambung. Berikut langkah-langkah nya:

  1. Download TeamViewer sesuai OS yang kisanak gunakan
  2. Install seperti biasa
  3. Buka TeamViewer di PC tujuan dan PC asal
  4. Masukkan ID dan Password PC tujuan lalu klik Connect to partner
  5. Selesai

1Setelah langkah diatas, tampilan PC tujuan akan tampil di PC asal, seperti bekerja langsung di PC tujuan.

Selain tersedia untuk versi PC, TeamViewer juga tersedia untuk Android, sehingga kisanak bisa mengakses PC melalui smartphone Android, sepanjang koneksi internet smartphone kisanak mencukupi untuk kegiatan remote. Untuk penggunaan TeamViewer versi Android akan saya jelaskan pada artikel mendatang.

Tetaplah di padepokan Go….!!!!BLOG.

[Mikrotik] Memisahkan Bandwidth Gaming dan Browsing (Bag. 2 dari 2)

Sebelumnya Part 1, memisahkan traffic PING, DNS dan Game Online

Selamat malam kisanak.

Pada bagian terakhir ini kita tinggal memisahkan traffic browsing dengan menggunakan simple queue. Tapi sebelumnya kita kilas balik dulu artikel pada part 1 yaitu:

  1. Membuat mangle traffic PING (port ICMP) dan mark connection
  2. Membuat mangle traffic DNS (TCP Port 53) dan mark connection
  3. Mark Packet ICMP dan DNS berdasarkan mark connection
  4. Membuat simple queue traffic ICMP dan DNS berdasarkan Mark Packet.
  5. Membuat mangle port TCP dan UDP beberapa game populer dan mark connection
  6. Mark Packet port game populer berdasarkan mark connectionnya
  7. Membuat simpe queue traffic game berdasarkan mark packet.

Sekarang kita buat simple queue untuk traffic browsing. Karena traffic ICMP, DNS dan game sudah kita buat mangle, maka untuk traffic browsing tidak usah membuat mangle lagi, jadi kita anggap diluar traffic ICMP, DNS dan game adalah traffic browsing.

/queue simple
add burst-limit=0/0 burst-threshold=0/0 burst-time=0s/0s direction=both \
disabled=no interface=all limit-at=0/0 max-limit=384k/1800k name=\
“C. Client Browsing” packet-marks=”” parent=none priority=7 queue=\
default-small/default-small target-addresses=192.168.1.0/24 total-queue=\
default-small
add burst-limit=0/0 burst-threshold=0/0 burst-time=0s/0s direction=both \
disabled=no interface=all limit-at=0/0 max-limit=0/768k name=PC1 \
packet-marks=”” parent=”C. Client Browsing” priority=8 queue=\
default-small/default-small target-addresses=192.168.1.2/32 total-queue=\
default-small

..dan seterusnya sesuaikan dengan jumlah client

26Seperti terlihat pada gambar, untuk simple queue traffic browsing saya buat limit di 1.8Mbps, sedangkan limit per client di 768kbps tanpa burst. Karena di warnet saya lebih banyak main game online, makanya untuk traffic browsing saya buat seperti diatas, karena dari 6 client, paling banyak yang browsing maksimal hanya 3 client.

Dari total bandwidth 3Mbps (aktual 2.7Mpbs) diatas kertas memang masih banyak sisa bandwidth tidak terpakai. Perhitungan bandwidth kasarnya sebagai berikut:

Game online rata-rata 100kbps x 6 = 600kbps

Browsing = 1800kbps

Total dalam posisi client semua terpakai = 2.4Mbps

Masih ada sisa ­± 300kbps yang berguna untuk traffic DNS dan ICMP, atau untuk jaga-jaga bila koneksi sedang drop (maklum koneksi internet di kampung).

Catatan akhir:

Kisanak harus sering-sering monitor traffic game dengan Torch, dan tambahkan port pada mangle karena bisa saja port yang digunakan pada game tertentu berubah, atau ada penambahan game baru dengan port berbeda. Bila tidak diperhatikan sudah pasti traffic game tersebut akan lari ke traffic browsing, dan nantinya akan ter-limit. Hasilnya game akan lag.

Demikian akhir dari artikel berseri kali ini. Saran, kritik, caci maki dan transferannya selalu saya tunggu di pojok komentar.

[Mikrotik] Memisahkan Bandwidth Gaming dan Browsing (Bag. 1 dari 2)

Bila kemarin kisanak sudah mengetahui pengaturan dasar Simple Queue, sekarang kita coba pengaturan Simple Queue lanjutan.

Pada Simple Queue dasar, semua koneksi-baik browsing atau gaming-disatukan dalam satu limit. Artinya misalkan satu client sedang buka Youtube sambil main game PointBlank (kok ya kemaruk yah makan bandwidthnya wkwk), sudah pasti koneksi game PointBlank akan terganggu, karena bandwidth sudah habis oleh YouTube. Sekarang kita coba memisahkan koneksi game dan browsing, dengan prioritas lebih kepada traffic game online, traffic PING, dan traffic DNS.

Bila pada artikel Mikrotik yang lalu saya selalu memberikan contoh gambar, sekarang saya akan memberikan lebih banyak contoh script untuk mempermudah saya dan kisanak juga (tinggal copy paste kan enak yah).

Langkah 1.a: Prioritas Traffic PING (ICMP) dan DNS

Dasar pemisahan traffic secara garis besar dilakukan dengan:

  1. Membuat mangle Mark Connection untuk traffic PING (protokol ICMP)
  2. Membuat mangle Mark Connection untuk traffic DNS (protokol TCP port 53)
  3. Membuat mangle Mark Packet untuk traffic PING dan DNS
  4. Membuat Simple Queue untuk traffic PING dan DNS

Tiga mangle diatas berkhasiat untuk mem-prioritaskan PING dan traffic DNS, sehingga saat bermain game online, PING akan selalu menghijau, alias latency nya rendah. Dan saat browsing, koneksi ke DNS Server tidak mendapat pembatasan sehingga browser akan menemukan alamat web dengan lebih cepat.

Script Langkah 1.a :

/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=prerouting disabled=no in-interface=LAN \
new-connection-mark=icmp_conn passthrough=yes protocol=icmp
add action=change-dscp chain=prerouting connection-mark=icmp_conn disabled=no \
new-dscp=1 passthrough=yes
add action=mark-packet chain=prerouting connection-mark=icmp_conn disabled=no \
new-packet-mark=icmp_pkt passthrough=no
add action=mark-connection chain=prerouting disabled=no dst-port=53 \
in-interface=LAN new-connection-mark=dns_conn passthrough=yes protocol=\
tcp
add action=change-dscp chain=prerouting connection-mark=dns_conn disabled=no \
new-dscp=1 passthrough=yes
add action=mark-packet chain=prerouting connection-mark=dns_conn disabled=no \
new-packet-mark=dns_pkt passthrough=no

Langkah 1.b: Membuat Queue Type metode PFIFO (Packet First In First Out)

Script Langkah 1.b:

/queue type

add kind=pfifo name=critical pfifo-limit=64

Langkah 1.c: Membuat Simple Queue traffic ICMP dan DNS

Script Langkah 1.c:

Catatan: Untuk Target-addresses sesuaikan dengan IP Address client kisanak.

/queue simple
add burst-limit=0/0 burst-threshold=0/0 burst-time=0s/0s direction=both \
disabled=no interface=all limit-at=0/0 max-limit=100M/100M name=\
“A. Critical” packet-marks=icmp_pkt,dns_pkt parent=none priority=5 queue=\
critical/critical target-addresses=192.168.1.0/24 total-queue=\
default-small

Langkah 2.a: Prioritas Traffic Game Online Populer

Dasar pemisahan traffic game online secara garis besar dilakukan dengan:

  1. Membuat mangle Mark Connection untuk traffic TCP game online
  2. Membuat mangle Mark Connection untuk traffic UDP game online
  3. Membuat mangle Mark Packet untuk traffic TCP dan UDP game online
  4. Membuat Simple Queue untuk traffic TCP dan UDP game online

Script Langkah 2.a:

Catatan: Untuk in-interface sesuaikan dengan nama interface yang menghadap LAN kisanak.

/ip firewall mangle

add action=mark-connection chain=prerouting comment=PointBlank disabled=no \
dst-port=39190-39200 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online \
passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=DOTA2 disabled=no \
dst-port=27000-27150,9100-9200,8230-8250,8110-8120 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=Ayodance disabled=no \
dst-port=18900-18910 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online \
passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=CS disabled=no dst-port=\
47611,8000-8010,36567 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online \
passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=”Lost Saga” disabled=no \
dst-port=14000-14010 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online \
passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=”PointBlank UDP” \
disabled=no dst-port=40000-40010 in-interface=LAN new-connection-mark=\
game_online passthrough=yes protocol=udp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=”Lost Saga UDP” disabled=\
no dst-port=14000-14010 in-interface=LAN new-connection-mark=game_online \
passthrough=yes protocol=udp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=”DOTA2 UDP” disabled=no \
dst-port=27000-27150,3478-4380,28010-28200,39000 in-interface=LAN \
new-connection-mark=game_online passthrough=yes protocol=udp
add action=mark-packet chain=prerouting connection-mark=game_online disabled=\
no new-packet-mark=game_online passthrough=no

Script diatas berkhasiat untuk menandai paket data melalui port TCP/UDP beberapa game online populer

Langkah 2.b: Membuat Simple Queue Traffic Game Online

Script Langkah 2.b:

Catatan: Untuk Target-addresses sesuaikan dengan IP Address client kisanak.

/queue simple

add burst-limit=0/0 burst-threshold=0/0 burst-time=0s/0s direction=both \
disabled=no interface=all limit-at=0/0 max-limit=100M/100M name=\
“B. Game Online” packet-marks=game_online parent=none priority=6 queue=\
default-small/default-small target-addresses=192.168.1.0/24 total-queue=\
default-small

Dengan dua langkah diatas, maka traffic PING, DNS, dan Game Online dipisahkan dengan limit queue 100Mbps.

Limit queue 100Mbps ini sebenarnya hanya sekedar membuat limit yang tinggi untuk traffic PING, DNS dan Game Online. Bisa saja dibuat limit queue=unlimited, tapi sepengetahuan saya, bila dibuat unlimited nantinya traffic tidak terbaca di grafik traffic Winbox. cmiiw.

Berikut contoh gambar sesuai dengan script yang dibuat diatas:

25

Klik untuk memperbesar

Pada artikel selanjutnya kita akan bahas memisahkan traffic browsingnya. Jangan kemana-mana, tetap di Padepokan Go…..!!!!BLOG yang tercinta ini.