Virus.Suriv.Visur.Sivur.Rusiv. Tingkat Tinggi (1)

Dari bagian 1 sampai dengan 3 sudah kita bahas mengenai cara-cara pembasmian dan pengenalan pola-pola peng-infeksian virus pada tingkat dasar. Kali ini kita akan bahas bagaimana melumpuhkan virus yang sudah tidak dapat ditangani dengan cara-cara “biasa”.

Cara pertama yang dapat kita lakukan adalah dengan mengenali pada file mana virus meng-infeksi dan di bagian mana virus itu bekerja.

Pola peng-infeksian virus secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut secara berurutan :

1. Peng-ikutsertaan virus dari komputer lain yang sudah terinfeksi ;
Misal anda ke warnet atau rental komputer lalu memasukkan flash disk ke komputer tersebut. Apabila sudah ada virus     yang menghinggapi komputer itu, maka virus bisa “numpang” ke flash disk anda.

2. Virus yang ada di media-bisa-dilepas (removable media) anda (flash disk) masuk ke sistem komputer anda segera setelah anda membuka file yang terinfeksi

3. Virus memasukkan dirinya di entri startup sehingga setiap komputer dinyalakan virus pun ikut aktif

4. Virus menempatkan dirinya di sistem sebagai service (untuk Win 2000, XP keatas)

5. Virus berdiam di memori dan apapun yang anda lakukan virus akan selalu “menghantui”

Sebagai aksi tambahan virus mempunyai kemampuan untuk menghindari pemusnahan dirinya dengan “mengganggu” sistem setiap kita hendak mencari virus tersebut.

Bagaimana cara-cara manual untuk mendeteksi dan menghapus virus ?

Ada cara-cara tertentu yang dapat kita lakukan untuk menghapus virus tanpa anti virus. Dan cara ini berlaku untuk hampir semua jenis virus, karena pola-pola peng-infeksiannya selalu sama seperti poin-poin diatas. Cara yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Boot lewat Safe Mode (baca artikel Virus.Suriv.Visur.Sivur.Rusiv bagian 1-3 untuk booting lewat Safe Mode)

2. Hapus entri yang dimasukkan virus ke dalam daftar startup,

Mencari entri virus di startup cukup banyak tantangannya, karena virus mencoba melindungi dirinya sendiri. Cara yang dapat dilakukan untuk mencari entri startup adalah dengan mengetikkan MSCONFIG di menu RUN (klik Start-Run.) Mengenai MSCONFIG juga sudah ada di artikel Virus.Suriv.Visur.Sivur.Rusiv sebelumnya.

Akan tetapi metode MSCONFIG diatas bisa saja gagal karena dua kemungkinan : 1. Menu RUN tidak ada, karena virus sudah masuk ke registri dan menghapus menu RUN ; 2. Tiap anda masuk ke MSCONFIG komputer akan restart sendiri sebagai cara virus melindungi dirinya.  Ini berarti virus sudah masuk sebagai service. Gunakan program kecil seperti PROCEXP untuk meneliti service apa saja yang aktif di komputer anda. Download di http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb896653.aspx dan aktifkan.

SysInternals

ProceXP bertindak seperti Task Manager bawaan Windows, akan tetapi ProceXP lebih lengkap lagi. Seperti gambar diatas terdapat beberapa file yang aktif dan juga service yang diaktifkannya.

Pola yang sering digunakan virus adalah dia menggunakan nama service yang sama dengan service bawaan Windows, misalnya SVCHOST.EXE, akan tetapi apabila menggunakan ProceXP kita dapat melihat siapa yang membuat service tersebut. Contoh gambar diatas SVCHOST.EXE Company Name-nya adalah Microsoft Corporation berarti kemungkinan besar file tersebut bersih karena dibuat oleh pihak yang terpercaya.

Cari  service yang anda tidak kenal atau bahkan yang anda tidak pernah meng-instalnya. Lihat pula service tersebut merujuk ke folder mana pada Lower Pane di ProceXP (klik View-Show Lower Pane bila tidak muncul). HAPUS rujukan folder dari service tersebut. Akan tetapi proses ini harus dilakukan dengan hati-hati karena salah-salah malah anda “membunuh” service yang tidak berdosa 🙂 . Matikan proses service yang anda curigai dengan klik kanan pada service tersebut lalu klik Kill Process atau Kill Process Tree lalu klik Yes.

Edisi depan akan kita bahas mengenai penghapusan virus di registri. Sampai Jumpa 😀

Win SteadyState Vs DeepFreeze

Karena stress komputer di warnet yang saya urusi sering bertingkah aneh-aneh gara-gara virus, maka saya coba menggunakan software yang mengembalikan file-file di harddisk ke kondisi sebelumnya yaitu Windows SteadyState dan DeepFreeze sebagai pembandingnya.

Anda juga pasti sudah tahu deh kalo komputer di warnet nggak akan bisa tenang karena selalu diganggu oleh serangan virus-virus nakal. Apalagi kalau penggunanya surf (bukan merek sabun cuci baju) ke situs-situs porno.

Menggunakan antivirus yang ter-update otomatis pun tidak banyak membantu. Begitu juga penggunaan firewall (standar bawaan Windows), karena pengguna warnet kebanyakan tidak mengerti apa yang di-klik-nya. Jika ada kotak dialog dengan kotak “yes” atau “No” , lebih dari 90% pasti klik “yes”…Bablas !!

Beruang atau Panda ?

Sebelum di Warnet saya sudah menggunakan DeepFreeze 6.x download dari situsnya [ www.faronics.com ] dan saya gunakan di jaringan sekolah. Akan tetapi karena software-nya bersifat Trial maka hanya bisa digunakan selama 30 hari. Tapi saya sangaaaaat puassss dengan DeepFreeze karena “nggak banyak tingkah”, baik saat instalasi maupun penggunaannya. Proses instalasinya pun sebentar. Setelah instalasi , DeepFreeze juga tidak terlihat dimana-mana tapi dapat dirasakan kehadirannya. (kayak hantu, yah) Tapi sayangnya hanya Trial, nanti saya mau beli bajakanny……..eh beli aslinya ah 😀

Karena tahu DeepFreeze hanya Trial 30 hari, maka setelah saya mengurusi warnet saya coba menggunakan Windows SteadyState yang gretong alias gratis dari Microsoft.

Memang sih gratis, tapi harus validasi dulu ke Microsoft, baru setelah Windows yang kita pakai sudah terverifikasi dan genuine baru dikasih instal.

Tapi apa lacur…nasi sudah menjadi bubur..tinggal di kecapin aja..Windows SteadyState sungguh berbelit-belit dan membuat komputer lambat ! Sedari awal saya hanya ingin membuat komputer kembali “muda” setelah di-restart. Tapi sungguh sulit men-setting WinSteadyState ini.

SteadyState

Setelah saya pelajari Win SteadyState ini memang terdapat lebih banyak fitur security-nya, seperti User Lock, dan banyak sekali setting restriction.

Setelah Disk Protection diaktifkan maka Win SteadyState akan membuat cache di harddisk sebanyak 50% dari partisi harddisk yang terdapat sistem Windows-nya. Contohnya saya punya harddisk 80 GB dibagi menjadi dua partisi masing-masing 40GB. maka Disk Cache Win SteadyState berukuran 20 GB (ini bisa diubah, tapi secara default Win SteadyState memakan 50% kapasitas harddisk).

Disk Cache inilah yang menjadi beban utama komputer. Proses pembuatannya memakan waktu > 15 menit !

Setelah pembuatan Disk Cache selesai maka komputer akan restart…Lama juga !

Setelah boot up Windows kembali, komputer seperti terdiam sejenak sebelum masuk Welcome Screen…Lama juga ! lalu kembali seperti biasa.

Apa saya yang kurang belajar atau bagaimana, koq sesudah instal Win SteadyState saya nggak bisa menyimpan file di partisi ke dua (D:), kalau saya gunakan account Administrator baru bisa. Padahal setting di Win SteadyState sudah benar. Jika baca manualnya Win SteadyState tidak akan mengganggu partisi lain selain partisi yang terinstal sistem Windows dan Win SteadyState. ada yang bisa bantu ?

Sudah begitu saya ingin me-non aktifkan Disk Protection karena permasalahan diatas. Komputer pun minta restart. Setelah masuk kembali muncul kotak peringatan “Disk Cache sedang dihapus, Jangan mematikan komputer atau restart. Windows akan restart sendiri”. Tapi saya tunggu-tunggu tidak restart juga !

Akhirnya karena kalap saya restart manual saja…Eh kembali kesitu juga !

Saya cari artikel di internet dan akhirnya saya dapatkan solusinya yaitu dengan boot lewat Safe Mode dan menghapus file WDPCache di C: (sebelumnya buka dulu setting penyembunyian file dan file sistem operasi di Tool-Folder Option) lalu restart kembali. Windows akan menyampaikan bahwa file WDPCache korup atau tidak ditemukan, tapi bisa sukses masuk ke Windows.

Setelah itu buka kembali Win SteadyState dan dia akan memberitahukan hal yang sama seperti diatas, tapi ada tiga pilihan pertanyaan dan saya memilih pilihan “hapus disk cache dan nonaktifkan Disk Protection” dan restart lagi !

Akhirnya saya uninstall saja Win SteadyState karena capek ngurusinnya. Tapi efek restriction nya masih ada ! saya tidak bisa simpan di D:, dan di C: pun susah untuk menyimpan. Aduuh !!! 50+50 = Capek Deeh !!

Dari pengalaman diatas bagi saya pribadi lebih enak pakai DeepFreeze. Tinggal instal yang memakan waktu tidak begitu lama…Selesai ! tapi dengan catatan anda juga harus menyelesaikan semua instalasi software yang diperlukan, karena jika kelupaan mau instal satu software tapi DeepFreeze sudah terinstal maka harus nonaktifkan DeepFreeze (thaw) dulu–restart–instal software anda–restart–aktifkan kembali DeepFreeze–Restart.

Untuk proteksi pun sebenarnya kita tidak butuh, kan ? karena apapun yang user lakukan di komputer, semuanya akan kembali seperti semula setelah restart.

Penggunaan software macam DeepFreeze ini akan sangat bermanfaat dan mengurangi down time komputer akibat virus atau teman-temannya. Teknisi pun lebih santai kerjanya karena komputer selalu dalam keadaan sehat sentausa. Paling-paling pengguna komputer marah-marah karena hasil kerjanya yang kemarin tidak ada padahal sudah disimpan di My Documents…huehuehuhue….

Bagaimana dengan anda sendiri ? saya tunggu lho komentar dan bimbingannya  🙂

Kehamilan…Sebuah Karunia atau Hasil Usaha Sendiri…?

Waw…Artikel kali ini betul-betul menggelitik untuk dibahas, ya ?

Saya sih bukan bermaksud menggurui, lho. Karena saya sendiri masih bau kencur untuk memberi pelajaran-pelajaran tentang hal macam ini. Artikel ini lebih saya maksudkan sebagai sarana sharing (lagi-lagi pake bahasa sunda..) dan sedikit “melihat kedalam” diri kita, apakah kita PANTAS untuk dikaruniai seorang anak, ataukah kehamilan istri-istri kita lebih karena hasil “usaha” berdua yang tak pantang lelah siang dan malam ? (memangnya kuat, ya..siang dan malam “bertempur” ?)

Baru satu bulan menikah istri saya positif hamil. Tentu saja ini berita menggembirakan bagi kami berdua. Lha wong saya nggak nyangka kalau saya se-begitu-jantannya. huehuehue… 😀

Tapi kalau mendengar cerita-cerita dari teman-teman saya ada juga yang sudah menikah lebih dari empat tahun masih belum juga dikaruniai momongan. Sudah berobat sana sini, alternatif, dokter, rumah sakit, bahkan ada juga yang meng-adopsi anak supaya “terpancing” hamil, belum ada yang membuahkan hasil. Malah saya mau menyampaikan kabar gembira saya ini agak segan, takut teman-teman saya yang belum “beranak” tersinggung dan malu atau gimana gitu.

Pada awalnya saya agak skeptis tentang bisa tidaknya saya menghamili istri saya. Malam pertama saja saya repot nggak bisa “menyelesaikan” pertempuran gara-gara gelap nggak pakai lampu dan susah meng-insert-kan file system saya ke server…Proses Upload pun selalu gagal di tengah jalan. Habis terlalu cepet “keluar” nih ! Saya takut punya penyakit itu lho, apa itu namanya….. Edukasi Dini ?

Pas kata bu dokter istri saya hamil pun saya setengah percaya. Koq bisa sih aku, ya ?! pernah sih pada satu malam file system saya itu berhasil ter-upload sempurna ! Ya itu-itunya itu yang berhasil ! (??)

Anyway sekarang kehamilan istri saya sudah hampir 6 bulan !

Cobalah anda cari literatur-literatur tentang kehamilan dan proses pembuahan. Contohnya di

HowStuffWorks – http://health.howstuffworks.com/pregnancy.htm/

Disitu dijelaskan secara utuh proses-proses kehamilan mulai dari pembuahan hingga kehamilan terjadi.

  • Kehamilan ditinjau dari segi teknis

Dari segi teknis kehamilan dimulai dari perjalanan sperma menuju sel telur yang sedang berada pada masa subur seorang wanita. Coba link dibawah ini untuk men-download buku gratis berisi detail-detail kehamilan.

http://www.freepregnancybook.com/FreePregnancyBook.zip

Nah, dari sumber-sumber yang saya baca tersebut sebenarnya proses “mbikin anak” itu quite simple, lho ! Dengan catatan baik suami maupun istri sama-sama sehat dan dalam keadaan bisa “membuahi” dan “dibuahi”.

Coba sekarang anda bertanya sama diri anda sendiri….bercinta dengan istri apakah pas waktunya ?

Masa subur seorang wanita (kata artikel di alamat diatas) adalah dua minggu setelah masa haid wanita selesai. Jadi misalkan istri anda selesai haid tanggal 1 Februari 2008, berarti puncak kesuburan istri anda adalah kira-kira diantara tanggal 12 sampai 16 Februari 2008, sebelum dan sesudahnya bisa dibilang mempunyai potensi keberhasilan pembuahan yang rendah, sesuai dengan rumus naegele yang terkenal itu untuk menghitung usia kehamilan, yaitu :

(hari pertama haid terakhir+7), (bulan–3), (tahun+1)

Jadi sekarang coba “menyuntik” istri anda sesuai dengan perhitungan diatas, jadi jangan istri anda baru beres “dapet” sudah jos..plass !! Artinya TIMING IS ESSENTIAL !!

Selain itu masih berkaitan dengan Timing cobalah mengeluarkan si spermie (awas jangan keseleo dengan merek mi instan) saat anda berdua berada di….yes….Puncak Kenikmatan ! huehuehuhue….

Kenapa harus pas timing-nya ? soalnya (lagi-lagi kata HowStuffWorks) pas si spermie di “tembakkan.” Dinding Va-g-Na juga harus keluar cairan yang licin-licin itu supaya memudahkan si spermie “berenang” menuju sel telur. Wah ! saya sok tahu banget, ya !?

Kalau yang lain-lainnya sih standar-standar saja…jangan pas lagi stress, lagi capek, lagi ngantuk, apalagi pas lagi mikirin angsuran motor yang telat dua bulan…Wah pasti nggak Jos Plass, mas !!!!

  • Kehamilan ditinjau dari segi non-teknis

Coba anda tanyakan pada diri anda sendiri beberapa pertanyaan berikut ini :

Sudah siapkah anda menjadi Bapak ?, sudah siapkah anda menjadi Emak ? sudah siapkah anda menjalani rutinitas merawat si jabang bayi ?

Seberapa kuatkah keinginan anda untuk memiliki seorang anak ?

Saat anda melihat seorang bayi atau balita dihadapan anda, inginkah anda mengajaknya ngobrol, inginkah anda mengajaknya bercanda ? Seberapa baiknya anda dapat merebut perhatian-dan juga hati seorang anak kecil ?

Bagi para wanita – Siapkah anda mengesampingkan semua karir anda demi menyusui secara EKSKLUSIF si jabang bayi ?

Jika semua jawabannya adalah : YA, SAYA SIAP !

Berarti insya 4JJI anda akan dikaruniai anak….

Masalah momongan memang bukan melulu masalah teknis. Ada faktor lain yang menjadi-semacam penghambat- kehadiran si beibi di rumah anda.

Saya beri contoh ada kawan saya (yang perempuan) menikah lebih dulu daripada saya. Suaminya punya kerjaan sebagai teknisi/Maintenance listrik gedung. Kadang-kadang suka mabok miras, dan temperamental. Kawan saya ini suka cerita kalau di ranjang suaminya hot abis ! kuat sampe subuh !!! tapi suka memarahi istrinya.

Nah, saya bertanya pada siapa saja pembaca artikel ini. Apakah tipe keluarga diatas akan dikaruniai anak ? jawabannya bisa YA dan bisa TIDAK, tergantung seberapa kuatnya keinginan mereka sesuai dengan pertanyaan di awal paragraf diatas.

Coba andaikan anda pemilik sebuah barang yang sangat berharga . Anda ingin memberikan barang tersebut pada seseorang. Tapi anda lihat orang tersebut meragukan dan anda menjadi tidak yakin karenanya. Apakah anda ingin memberikan barang tersebut untuk orang itu ?

Sama juga dengan urusan beibi. Anda harus meyakinkan Yang Maha Kuasa dulu, baru anda diberi !

Seorang anak juga bisa menjadi cobaan disamping karunia. Bisa juga anda tidak menginginkan anak, tapi sebentar-sebentar hamil ! walaupun sudah pakai program KB tetap saja hamil ! Ada juga yang seperti ini. Marilah kita lihat sisi positifnya, berarti anda dipercaya untuk mengurus seorang manusia !

Sebagai bahan perenungan marilah kita tengok gambar yang bagus dibawah ini hasil googling dan mampir di alamat http://flexiland.telkomflexi.com/blog/index.php?userId=MTk3NzQ=&y=2006&m=09

Donita Chantique

MAAF SALAH GAMBAR……..Maksud saya yang dibawah ini :

Bayi andakah ini ?

Terima kasih buat link diatas dan si pemilik gambar (entah siapa). Mohon maaf kalau tidak minta ijin dulu langsung masang gambar punya sampeyan disini 🙂 Saya yakin anda tahu maksud gambar diatas….

Sampai disini dulu deh perjumpaan kita. Lain waktu kita akan berjumpa kembali dengan artikel-artikel yang tidak kalah menariknya dari Simbah…

  • Simbah mau punya anak berapa ?

3 (tiga) aja ah…