Kehamilan…Sebuah Karunia atau Hasil Usaha Sendiri…?

Waw…Artikel kali ini betul-betul menggelitik untuk dibahas, ya ?

Saya sih bukan bermaksud menggurui, lho. Karena saya sendiri masih bau kencur untuk memberi pelajaran-pelajaran tentang hal macam ini. Artikel ini lebih saya maksudkan sebagai sarana sharing (lagi-lagi pake bahasa sunda..) dan sedikit “melihat kedalam” diri kita, apakah kita PANTAS untuk dikaruniai seorang anak, ataukah kehamilan istri-istri kita lebih karena hasil “usaha” berdua yang tak pantang lelah siang dan malam ? (memangnya kuat, ya..siang dan malam “bertempur” ?)

Baru satu bulan menikah istri saya positif hamil. Tentu saja ini berita menggembirakan bagi kami berdua. Lha wong saya nggak nyangka kalau saya se-begitu-jantannya. huehuehue…😀

Tapi kalau mendengar cerita-cerita dari teman-teman saya ada juga yang sudah menikah lebih dari empat tahun masih belum juga dikaruniai momongan. Sudah berobat sana sini, alternatif, dokter, rumah sakit, bahkan ada juga yang meng-adopsi anak supaya “terpancing” hamil, belum ada yang membuahkan hasil. Malah saya mau menyampaikan kabar gembira saya ini agak segan, takut teman-teman saya yang belum “beranak” tersinggung dan malu atau gimana gitu.

Pada awalnya saya agak skeptis tentang bisa tidaknya saya menghamili istri saya. Malam pertama saja saya repot nggak bisa “menyelesaikan” pertempuran gara-gara gelap nggak pakai lampu dan susah meng-insert-kan file system saya ke server…Proses Upload pun selalu gagal di tengah jalan. Habis terlalu cepet “keluar” nih ! Saya takut punya penyakit itu lho, apa itu namanya….. Edukasi Dini ?

Pas kata bu dokter istri saya hamil pun saya setengah percaya. Koq bisa sih aku, ya ?! pernah sih pada satu malam file system saya itu berhasil ter-upload sempurna ! Ya itu-itunya itu yang berhasil ! (??)

Anyway sekarang kehamilan istri saya sudah hampir 6 bulan !

Cobalah anda cari literatur-literatur tentang kehamilan dan proses pembuahan. Contohnya di

HowStuffWorks – http://health.howstuffworks.com/pregnancy.htm/

Disitu dijelaskan secara utuh proses-proses kehamilan mulai dari pembuahan hingga kehamilan terjadi.

  • Kehamilan ditinjau dari segi teknis

Dari segi teknis kehamilan dimulai dari perjalanan sperma menuju sel telur yang sedang berada pada masa subur seorang wanita. Coba link dibawah ini untuk men-download buku gratis berisi detail-detail kehamilan.

http://www.freepregnancybook.com/FreePregnancyBook.zip

Nah, dari sumber-sumber yang saya baca tersebut sebenarnya proses “mbikin anak” itu quite simple, lho ! Dengan catatan baik suami maupun istri sama-sama sehat dan dalam keadaan bisa “membuahi” dan “dibuahi”.

Coba sekarang anda bertanya sama diri anda sendiri….bercinta dengan istri apakah pas waktunya ?

Masa subur seorang wanita (kata artikel di alamat diatas) adalah dua minggu setelah masa haid wanita selesai. Jadi misalkan istri anda selesai haid tanggal 1 Februari 2008, berarti puncak kesuburan istri anda adalah kira-kira diantara tanggal 12 sampai 16 Februari 2008, sebelum dan sesudahnya bisa dibilang mempunyai potensi keberhasilan pembuahan yang rendah, sesuai dengan rumus naegele yang terkenal itu untuk menghitung usia kehamilan, yaitu :

(hari pertama haid terakhir+7), (bulan–3), (tahun+1)

Jadi sekarang coba “menyuntik” istri anda sesuai dengan perhitungan diatas, jadi jangan istri anda baru beres “dapet” sudah jos..plass !! Artinya TIMING IS ESSENTIAL !!

Selain itu masih berkaitan dengan Timing cobalah mengeluarkan si spermie (awas jangan keseleo dengan merek mi instan) saat anda berdua berada di….yes….Puncak Kenikmatan ! huehuehuhue….

Kenapa harus pas timing-nya ? soalnya (lagi-lagi kata HowStuffWorks) pas si spermie di “tembakkan.” Dinding Va-g-Na juga harus keluar cairan yang licin-licin itu supaya memudahkan si spermie “berenang” menuju sel telur. Wah ! saya sok tahu banget, ya !?

Kalau yang lain-lainnya sih standar-standar saja…jangan pas lagi stress, lagi capek, lagi ngantuk, apalagi pas lagi mikirin angsuran motor yang telat dua bulan…Wah pasti nggak Jos Plass, mas !!!!

  • Kehamilan ditinjau dari segi non-teknis

Coba anda tanyakan pada diri anda sendiri beberapa pertanyaan berikut ini :

Sudah siapkah anda menjadi Bapak ?, sudah siapkah anda menjadi Emak ? sudah siapkah anda menjalani rutinitas merawat si jabang bayi ?

Seberapa kuatkah keinginan anda untuk memiliki seorang anak ?

Saat anda melihat seorang bayi atau balita dihadapan anda, inginkah anda mengajaknya ngobrol, inginkah anda mengajaknya bercanda ? Seberapa baiknya anda dapat merebut perhatian-dan juga hati seorang anak kecil ?

Bagi para wanita – Siapkah anda mengesampingkan semua karir anda demi menyusui secara EKSKLUSIF si jabang bayi ?

Jika semua jawabannya adalah : YA, SAYA SIAP !

Berarti insya 4JJI anda akan dikaruniai anak….

Masalah momongan memang bukan melulu masalah teknis. Ada faktor lain yang menjadi-semacam penghambat- kehadiran si beibi di rumah anda.

Saya beri contoh ada kawan saya (yang perempuan) menikah lebih dulu daripada saya. Suaminya punya kerjaan sebagai teknisi/Maintenance listrik gedung. Kadang-kadang suka mabok miras, dan temperamental. Kawan saya ini suka cerita kalau di ranjang suaminya hot abis ! kuat sampe subuh !!! tapi suka memarahi istrinya.

Nah, saya bertanya pada siapa saja pembaca artikel ini. Apakah tipe keluarga diatas akan dikaruniai anak ? jawabannya bisa YA dan bisa TIDAK, tergantung seberapa kuatnya keinginan mereka sesuai dengan pertanyaan di awal paragraf diatas.

Coba andaikan anda pemilik sebuah barang yang sangat berharga . Anda ingin memberikan barang tersebut pada seseorang. Tapi anda lihat orang tersebut meragukan dan anda menjadi tidak yakin karenanya. Apakah anda ingin memberikan barang tersebut untuk orang itu ?

Sama juga dengan urusan beibi. Anda harus meyakinkan Yang Maha Kuasa dulu, baru anda diberi !

Seorang anak juga bisa menjadi cobaan disamping karunia. Bisa juga anda tidak menginginkan anak, tapi sebentar-sebentar hamil ! walaupun sudah pakai program KB tetap saja hamil ! Ada juga yang seperti ini. Marilah kita lihat sisi positifnya, berarti anda dipercaya untuk mengurus seorang manusia !

Sebagai bahan perenungan marilah kita tengok gambar yang bagus dibawah ini hasil googling dan mampir di alamat http://flexiland.telkomflexi.com/blog/index.php?userId=MTk3NzQ=&y=2006&m=09

Donita Chantique

MAAF SALAH GAMBAR……..Maksud saya yang dibawah ini :

Bayi andakah ini ?

Terima kasih buat link diatas dan si pemilik gambar (entah siapa). Mohon maaf kalau tidak minta ijin dulu langsung masang gambar punya sampeyan disini🙂 Saya yakin anda tahu maksud gambar diatas….

Sampai disini dulu deh perjumpaan kita. Lain waktu kita akan berjumpa kembali dengan artikel-artikel yang tidak kalah menariknya dari Simbah…

  • Simbah mau punya anak berapa ?

3 (tiga) aja ah…

3 Responses

  1. Salam kenal…….
    Trimakasih banyak semua tulisan dan ceritanya,sy jd semangat dan lebih bisa bersyukur dan berserah diri,ud 3 thn menikah hamil 3x,keguguran terus dan insya allah bulan2 ini proses untuk kehamilan….
    Smoga sy berhasil…………

    • Saya doakan simbak dalam keadaan sehat selalu dan mendapatkan putra/putri yang sehat tidak kurang suatu apapun.. jangan kecapekan lho mbak.. dan juga jangan lupa sebulan sekali rutin Wajib periksa ke bidan/tenaga kesehatan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: