Win SteadyState Vs DeepFreeze

Karena stress komputer di warnet yang saya urusi sering bertingkah aneh-aneh gara-gara virus, maka saya coba menggunakan software yang mengembalikan file-file di harddisk ke kondisi sebelumnya yaitu Windows SteadyState dan DeepFreeze sebagai pembandingnya.

Anda juga pasti sudah tahu deh kalo komputer di warnet nggak akan bisa tenang karena selalu diganggu oleh serangan virus-virus nakal. Apalagi kalau penggunanya surf (bukan merek sabun cuci baju) ke situs-situs porno.

Menggunakan antivirus yang ter-update otomatis pun tidak banyak membantu. Begitu juga penggunaan firewall (standar bawaan Windows), karena pengguna warnet kebanyakan tidak mengerti apa yang di-klik-nya. Jika ada kotak dialog dengan kotak “yes” atau “No” , lebih dari 90% pasti klik “yes”…Bablas !!

Beruang atau Panda ?

Sebelum di Warnet saya sudah menggunakan DeepFreeze 6.x download dari situsnya [ www.faronics.com ] dan saya gunakan di jaringan sekolah. Akan tetapi karena software-nya bersifat Trial maka hanya bisa digunakan selama 30 hari. Tapi saya sangaaaaat puassss dengan DeepFreeze karena “nggak banyak tingkah”, baik saat instalasi maupun penggunaannya. Proses instalasinya pun sebentar. Setelah instalasi , DeepFreeze juga tidak terlihat dimana-mana tapi dapat dirasakan kehadirannya. (kayak hantu, yah) Tapi sayangnya hanya Trial, nanti saya mau beli bajakanny……..eh beli aslinya ah 😀

Karena tahu DeepFreeze hanya Trial 30 hari, maka setelah saya mengurusi warnet saya coba menggunakan Windows SteadyState yang gretong alias gratis dari Microsoft.

Memang sih gratis, tapi harus validasi dulu ke Microsoft, baru setelah Windows yang kita pakai sudah terverifikasi dan genuine baru dikasih instal.

Tapi apa lacur…nasi sudah menjadi bubur..tinggal di kecapin aja..Windows SteadyState sungguh berbelit-belit dan membuat komputer lambat ! Sedari awal saya hanya ingin membuat komputer kembali “muda” setelah di-restart. Tapi sungguh sulit men-setting WinSteadyState ini.

SteadyState

Setelah saya pelajari Win SteadyState ini memang terdapat lebih banyak fitur security-nya, seperti User Lock, dan banyak sekali setting restriction.

Setelah Disk Protection diaktifkan maka Win SteadyState akan membuat cache di harddisk sebanyak 50% dari partisi harddisk yang terdapat sistem Windows-nya. Contohnya saya punya harddisk 80 GB dibagi menjadi dua partisi masing-masing 40GB. maka Disk Cache Win SteadyState berukuran 20 GB (ini bisa diubah, tapi secara default Win SteadyState memakan 50% kapasitas harddisk).

Disk Cache inilah yang menjadi beban utama komputer. Proses pembuatannya memakan waktu > 15 menit !

Setelah pembuatan Disk Cache selesai maka komputer akan restart…Lama juga !

Setelah boot up Windows kembali, komputer seperti terdiam sejenak sebelum masuk Welcome Screen…Lama juga ! lalu kembali seperti biasa.

Apa saya yang kurang belajar atau bagaimana, koq sesudah instal Win SteadyState saya nggak bisa menyimpan file di partisi ke dua (D:), kalau saya gunakan account Administrator baru bisa. Padahal setting di Win SteadyState sudah benar. Jika baca manualnya Win SteadyState tidak akan mengganggu partisi lain selain partisi yang terinstal sistem Windows dan Win SteadyState. ada yang bisa bantu ?

Sudah begitu saya ingin me-non aktifkan Disk Protection karena permasalahan diatas. Komputer pun minta restart. Setelah masuk kembali muncul kotak peringatan “Disk Cache sedang dihapus, Jangan mematikan komputer atau restart. Windows akan restart sendiri”. Tapi saya tunggu-tunggu tidak restart juga !

Akhirnya karena kalap saya restart manual saja…Eh kembali kesitu juga !

Saya cari artikel di internet dan akhirnya saya dapatkan solusinya yaitu dengan boot lewat Safe Mode dan menghapus file WDPCache di C: (sebelumnya buka dulu setting penyembunyian file dan file sistem operasi di Tool-Folder Option) lalu restart kembali. Windows akan menyampaikan bahwa file WDPCache korup atau tidak ditemukan, tapi bisa sukses masuk ke Windows.

Setelah itu buka kembali Win SteadyState dan dia akan memberitahukan hal yang sama seperti diatas, tapi ada tiga pilihan pertanyaan dan saya memilih pilihan “hapus disk cache dan nonaktifkan Disk Protection” dan restart lagi !

Akhirnya saya uninstall saja Win SteadyState karena capek ngurusinnya. Tapi efek restriction nya masih ada ! saya tidak bisa simpan di D:, dan di C: pun susah untuk menyimpan. Aduuh !!! 50+50 = Capek Deeh !!

Dari pengalaman diatas bagi saya pribadi lebih enak pakai DeepFreeze. Tinggal instal yang memakan waktu tidak begitu lama…Selesai ! tapi dengan catatan anda juga harus menyelesaikan semua instalasi software yang diperlukan, karena jika kelupaan mau instal satu software tapi DeepFreeze sudah terinstal maka harus nonaktifkan DeepFreeze (thaw) dulu–restart–instal software anda–restart–aktifkan kembali DeepFreeze–Restart.

Untuk proteksi pun sebenarnya kita tidak butuh, kan ? karena apapun yang user lakukan di komputer, semuanya akan kembali seperti semula setelah restart.

Penggunaan software macam DeepFreeze ini akan sangat bermanfaat dan mengurangi down time komputer akibat virus atau teman-temannya. Teknisi pun lebih santai kerjanya karena komputer selalu dalam keadaan sehat sentausa. Paling-paling pengguna komputer marah-marah karena hasil kerjanya yang kemarin tidak ada padahal sudah disimpan di My Documents…huehuehuhue….

Bagaimana dengan anda sendiri ? saya tunggu lho komentar dan bimbingannya  🙂

8 Responses

  1. naah ini info bagus…trims berat.

  2. Saya sih nggak tahu info yang terlalu banyak mengenai ini, karena nggak nyoba serius software demi software. DF memang keren tapi agak nyusahin kalo mau update apapun. Sebagai kelinci percobaan kalo anda mau ( hi hi hi), anda bisa mencoba berbagai program lain pengganti DF. Just Info lho ya, kalo ada masalah ya jangan menyalahkan saya. ^ ^

    lovepassword.blogspot.com/2008/09/
    alternatif-program-pengganti-deepfreeze.html

    Beberapa program mengklaim memiliki folder yang dikecualikan proteksinya untuk mempermudah update antivirus atau update patch apa kek.
    Saya nggak ngecek lebih jauh. SIlakan dicoba sendiri bila anda berminat.

    SALAM Kenal.

  3. Makasiih… ^^ coba aaah

  4. to all, terutama mas esetiawan (salam kenal), hobby kita sama, suka mencoba software yang unix-unix,

    kombinasikan deepfreeze dengan norton ghost, karena dari hasil penelitian dan pengalaman, seringkali deepfreeze mengalami blue screen…
    (readmore) on weblog

  5. iya betul. Makanya sebelum melakukan operasi clone (baik dengan NGhost atau XXClone), Deepfreeze saya uninstall dulu. Dengan menggunakan deepfreeze pun boot up time jadi lebih lama 😦

  6. waduh, ay juga dapet kasus yg sama. ditempat kerja ay MIS nya reseh, komputerku windows ma officenya ori, tp ma MIS dipasangin WinSteadystate. jadi kalo lago pake officenya, mau nyari format cell, print area dll-nya, musti ngoreh-ngoreh dulu. jadi lama dan ngehambat kerjaan (khan kadang lupa tempatnya menunya). pdhl awalnya icon2 tsb sudah ana pasangin. info tambahan aja MIS di kntr ay itu alergi banget ama windows dan saudaranya. sentimen bgt.
    ada yg bisa bantu ga caranya uninstall windowsSteadyState, soalnya udah diremove, tetep aja balik lagi settingannya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: