Tarif Percakapan GSM….ada yang berani gratis ?

Apakah anda lihat persaingan antar operator GSM/CDMA saat ini sudah tidak masuk akal ?

Saya pikir sih enggak….salah…!!

Persaingan antar operator, apalagi persaingan tarif saya pikir sudah gila-gilaan !

Tapi pernahkah anda pikir tarif “super murah” operator anda adalah murni hasil rekayasa marketing saja ?

Coba kita lihat ilustrasi dari XL dibawah ini :

XL Murah

Memang sih XL ini jagonya bikin panas operator lain. Lihat aja tarif 0.0000… detiknya. Kalo dikonversi ke menit berapa ya tarifnya ?

Saya juga pengguna XL tapi saya nggak pernah ambil pusing (atau gembira) soal promo tarif ini. Berbagai penyebabnya diantara lain adalah :

  1. Pas pulsa saya sudah “sekarat” saya tetap nggak bisa nelfon ke sesama XL, baik itu Jempol atau Bebas. Padahal logikanya kalau tarif 0.0000…detik kalau pulsa saya tinggal-misalkan Rp. 500,- seharusnya masih bisa nelfon. Iya toh ?
  2. Tarif promo hanya “sesaat” saja; paling cuma 2-3 bulan saja. selanjutnya biasa lagi

Coba kita lihat lagi ilustrasi tarif diatas : ternyata XL memberlakukan sistem zona waktu untuk tarif promonya, dimana untuk waktu off peak tarif yang berlaku adalah Rp. 10/detik untuk 1 menit pertama dan menit berikutnya adalah Rp. 0.0000…sampe puas !

Sedangkan untuk tarif antar operator diberlakukan tarif Rp. 25/detik untuk 2 menit pertama, selanjutnya Rp. 0.0000…sampe puas !….Namun BERLANJUT kembali setelah menit ke-10 yaitu Rp.10/detik dan seterusnya.

Dimana letak “kebohongannya” ?

Coba kita lihat kembali ilustrasi tarif antar operator. Setelah 10 menit maka kita kembali akan dikenakan tarif “biasa” yaitu Rp. 10/detik = Rp. 600/menit !

Jadi hitung-hitungan saya kalau anda nelfon istri ke-2 anda selama 15 menit, maka :

menit 0-2 = Rp. 25 x 120 detik = Rp. 3.000,-

menit 2-10 = Rp. 0.000….(tidak jelas perhitungannya) = ???

menit 10-15= Rp.10 x 300 = Rp. 3.000,-

TOTAL 15 MENIT PERCAKAPAN DENGAN ISTRI KE-2 ANDA ADALAH = Rp.6.000,- (tidak mengikutkan tarif Rp. 0.0000—sampe puas karena seperti karya lukis abstrak..saya nggak ngerti !)

Tarif untuk sesama XL pun saya masih belum percaya karena tarifnya tidak gamblang dan hanya ditulis Rp. 0.0000……jadi kita tidak dapat menghitung berapa tarif sebenarnya.

Bagaimana dengan operator lainnya ?

Sama gajah…Coba lihat tarif dari Indosat M3 dibawah ini :

M3 sesama

dan juga ilustrasi dibawah ini untuk lintas operator :

M3 lintas operator

Tapi untuk skema tarif M3 Indosat menerapkan tarif “selang-seling” untuk lintas operator. Tapi untuk perhitungan tarifnya hampir sama (tetap mahal)nya.

Bagaimana dengan operator lain seperti Telkomsel ?

Sepertinya Telkomsel tidak ingin kehilangan gengsi/image sebagai operator menengah ke-atas. Dan juga tradisi dari dulu tarif Telkomsel tetap saja lebih tinggi dari operator lain, walaupun Telkomsel telah mengeluarkan produk-produk “murah” seperti kartu AS, sepertinya Telkomsel masih “malu-malu” untuk ikutan perang tarif.

Simbah rasa operator GSM tidak akan dapat mengalahkan operator CDMA untuk urusan tarif. Apalagi model Esia yang berani bayar (dalam bentuk pulsa) jika ditelfon dari operator lain.

Dengan dalih pemasaran apapun, operator telekomunikasi tetap harus menyampaikan iklan dengan tarif komunikasi yang jelas dan tidak menyesatkan.

Btw apakah ini istri ke-2 anda ?

Ada versi “bebas” nya ga ?

suit suiwww….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: