Top 10 Tips Mengemudi “Ramah Lingkungan” dan Hemat BBM

Slamat pagi !

Artikel berikut ini disarikan dari Howstuffworks dengan judul asli : Top 10 Green Driving Tips.

Tips berikut ini ditujukan buat anda-dan saya sendiri. Gimana sih caranya supaya hemat BBM ? Yah..salah satunya adalah dengan mengubah cara mengemudi kita. Daripada cape-cape menolak kenaikan BBM (yang menurut saya inevitable-tidak terhindarkan), lebih baik kita cari solusi buat diri kita pribadi gimana mensiasati tingginya harga BBM di tanah air ini. Yuuk !

Green Driving Tip 10 : Sampah di Bagasi

Mobil kita membakar bensin menjadi energi. Seperti makanan untuk mesin, yang membuat mobil dapat berjalan. Semakin banyak yang harus dilakukan sebuah mobil, semakin banyak energi yang diperlukan. Mirip dengan pelari maraton yang perlu makan lebih banyak daripada hanya makan sekantong kentang goreng. Prinsip ini sudah banyak dimengerti orang. Inilah mengapa SUV besar punya konsumsi BBM yang buruk daripada mobil kecil. Beban tambahan pada SUV membuat mobil bekerja lebih keras.

Mobil apa bak sampah ?

Tidak peduli jenis mobil apa yang kita bawa, menghilangkan beban dapat berakibat pada peningkatan efisiensi BBM. Sebelum anda memotong bemper depan, ada beberapa langkah yang nggak terlalu drastis yang bisa kita lakukan. Punya papan ski (emangnya kita punya salju ?) atau sepeda ditaruh diatas mobil ? kecuali kita mau main ski atau bersepeda lebih baik dicopot aja. Barang-barang di rak atas mobil menambah beban dan hambatan angin. Trus kalo anda seperti kebanyakan kita orang, mungkin kita punya sampah di bagasi. Bersihkan. Peralatan olahraga, sepatu roda, tas senam, dan sampah lainnya membebani efisiensi BBM kita. EPA memperkirakan setiap tambahan beban 100 pon (45 kilo) di mobil kita, mobil akan kehilangan 2 persen efisiensi BBM. Jadi hanya dengan bersih-bersih, kita bisa menghemat BBM (sumber fueleconomy.gov)

Green Driving Tip 9 : Perhatikan Kondisi Ban

Beban yang dibawa mobil bukan cuma satu-satunya hal yang mempengaruhi efisiensi BBM. Ban juga punya pengaruh lo. Perawatan ban dengan benar seringkali terlupakan dalam rangka penghematan BBM. Cara paling gampang menggunakan ban sebagai penghemat BBM adalah dengan memastikan ban-ban mempunyai tekanan udara yang tepat. Bayangin memutar karung goni ke atas bukit. Pasti memakan banyak energi soalnya karung akan “ndlewer” kesana-sini. Sebaliknya, sangat mudah menggelindingkan bola dengan tekanan udara yang pas ke atas bukit. Seperti bola, ban dengan tekanan udara yang cukup memiliki kontak yang lebih sedikit dengan aspal, yang artinya akan mengalami sedikit gesekan, jadi mesin nggak perlu bekerja lebih keras untuk menggerakkan mobil.

Untuk mengetahui berapa tekanan udara yang pas untuk mobil kita, periksa buku manual, atau biasanya ada di sisi dalam pintu pengemudi. Kebanyakan mobil punya stiker yang menerangkan tekanan udara ban yang optimal. EPA memperkirakan tekanan udara yang pas dapat menghemat BBM 3 persen.

BAN

Kalau mau lebih efisien lagi, kita bisa ganti ban yang biasa dengan ban yang punya tahanan putar rendah (Low Resistance Tires/LRT). LRT lebih keras dari ban biasa, jadi ban itu mempunyai gesekan yang lebih kecil terhadap aspal. Treehugger.com melaporkan menggunakan LRT dapat menghemat BBM sebanyak 6 persen. Tapi ada sisi jeleknya juga. Ban LRT lebih keras jadi pengendaraan dan peredaman dapat menjadi lebih buruk. Tapi jangan beli ban LRT dulu kalau belum perlu ganti ban. Penghematan BBM nggak akan ketutup sama biaya beli ban baru=malah lebih boros duwit.

Green Driving Tip 8 : Batasi Kecepatan

Salah satu cara terbaik untuk menghemat BBM adalah dengan mengubah cara kita berkendara. Ngebut, ngegas dan ngerem dapat memboroskan BBM sebanyak 33 persen, menurut EPA. Tanya kenapa ? Saat kita berhenti, jalan atau ngegas, mobil kita harus menghadapi inersia. Inersia adalah hambatan yang dipunyai sebuah benda untuk mengubah keadaan geraknya. Anda mungkin pernah dengar sebuah benda dalam keadaan bergerak akan cenderung tetap dalam keadaan bergerak dan benda dalam keadaan tidak bergerak akan cenderung tetap tidak bergerak. Ini adalah akibat dari inersia.

Menghadapi inersia membutuhkan energi. Saat kita membicarakan mobil dan energi, kita pasti membicarakan BBM. Kita bisa menggunakan energi lebih sedikit dalam menghadapi inersia jika kita melakukannya pelan-pelan. Mana yang bikin kita lebih capek : bawa mobil wagon pelan-pelan dari berhenti sampai jalan, atau tiba-tiba ngebut ? Bawa mobil wagon jalan mulai dengan awal yang perlahan dapat membangun momentum untuk membantu menghadapi inersia, dengan menggunakan energi lebih sedikit. Di mobil kita, kudu ngegas perlahan dari berhenti. Ini mengijinkan momentum mobil yang membantunya berakselerasi.

Kuning siap2 brenti

Sekali mobil sudah bergerak, kita kudu coba mempertahankan momentum itu dengan menghindari situasi dimana momentum dapat hilang. Misalkan kita sedang nyetir lalu melihat lampu lalu lintas hampir berubah dari kuning ke merah. Daripada kita ngebut terus ngerem di detik terakhir (kebiasaan kita neh..Lampu kuning=cepat lewatin !), kita harus lepas gas dan perlahan mendekati lampu lalu lintas. tindakan diatas tidak hanya menghemat BBM, tapi mungkin kita nggak perlu harus berhenti total sebelum lampu menyala hijau lagi, yang artinya mobil akan menghadapi inersia yang lebih ringan.

Kecepatan di jalan tol, dimana ngegas dan ngerem nggak terlalu jadi masalah, juga berimbas pada efisiensi BBM. Lagi-lagi EPA bilang kebanyakan mobil berjalan pada efisiensi maksimum di kecepatan 60 mph (97 kmh), dan setiap 5 mph (8 kmh) diatas 60 mph mengurangi efisiensi sampai 6 persen. Jadi pelan-pelan aja ya.

Green Driving Tip 7 : Bahan Bakar Alternatif

Kebanyakan orang berolahraga untuk menghilangkan lemak, yaitu kelebihan energi yang disimpan dalam tubuh. Dengan tingkat obesitas yang meninggi di Amerika, satu hal yang kita punya banyak yaitu lemak, dan ternyata lemak bisa dipakai untuk menjalankan mobil.

Nah, sebelum anda nyantolin mobil ke pinggang, nggak sesederhana itu man !. Bahan bakar alternatif seperti biodisel, dapat menjalankan mesin dari sumber bahan bakar alami, yang dapat diperbarui seperti minyak tumbuhan atau binatang. Minyak ini, seperti minyak kacang atau minyak sayur, atau bahkan minyak sisa nggoreng kentang (jelantah kali ya ?) harus melalui beberapa proses untuk mengubah lemaknya menjadi energi yang dapat digunakan mesin. Tapi setelah jadi, minyak ini dapat menjalankan mesin disel. Satu efek samping dari minyak ini adalah saat mobil berjalan, dia akan berbau sesuai dengan minyak yang digunakan untuk bahan bakarnya. Mobil biodisel bisa bikin kita laper nih ! ;p

Biodisel punya keuntungan yaitu sebagian besar gratis atau berbiaya rendah (kalo kita punya akses ke minyak sayur dalam jumlah besar) dan dapat diperbarui, karena minyak tumbuhan dapat diperbanyak dengan menanam lebih banyak dan minyak binatang dihasilkan dari proses produksi metabolisme makanan (yah tainya tuh ya ?). Tapi ada jeleknya juga. Nggak banyak energi yang tersimpan di minyak-minyak ini seperti yang terkandung dalam minyak bumi seperti bensin atau solar, jadi jarak tempuh juga lebih rendah. Dan juga belum ada infrastuktur biodisel di tempat kita. Kalo mau bahan bakar jenis ini, seringkali kita harus buat sendiri. Ada alat siap rakit yang bisa dipakai. Tapi berabe !

Bahan bakar alternatif kedua yang lebih praktis yaitu ethanol. Ethanol adalah bahan bakar yang terbuat dari materi tumbuhan seperti jagung dan kulit kayu. Pada dasarnya ethanol adalah alkohol dengan sedikit bensin dicampur. Nggak setiap mesin bensin bisa pake ethanol. General Motors punya beberapa model yang dibuat sebagai flex fuel capable. Yaitu model mobil yang bisa pake bensin atau ethanol. Ethanol juga mulai bisa didapat di beberapa pom bensin, membuatnya lebih praktis daripada biodisel. (Di Indonesia ada nggak nih ?)

Green Driving Tip 6 :Tukar dengan Mobil yang Lebih Efisien ?

Kalau anda bener-bener serius dengan berkendara ramah lingkungan, anda bisa cari mobil yang lebih efisien bahan bakar. Misalnya ganti dari SUV besar seperti Chevrolet Tahoe, yang diperkirakan oleh EPA mempunyai jarak tempuh 16 mpg (16 mil per gallon/25 km per 4 liter bensin), dengan mobil kecil seperti Honda Fit yang diperkirakan oleh EPA punya jarak tempuh 30 mpg (48 km per 4 liter bensin).

Bisa juga kalau mau lebih ramah lingkungan dengan mencoba mobil listrik-bensin hybrid. Toyota Prius punya perkiraan EPA yang berjarak tempuh 46 mpg (74 km per 4 liter bensin). Ini berarti ganti mobil dari Chevy Tahoe ke Prius bisa menghemat bensin hampir 6 gallon (23 liter) per minggu. Jarak tempuh Prius bisa tinggi karena mesin bensinnya bisa dimatikan saat kecepatan rendah atau saat macet. Dalam situasi tersebut mobil ditenagai oleh motor listrik, yang berarti nggak pakai bensin dan nggak ada gas buang.

Belum siap beli mobil ? Gimana kalau berbagi mobil yang kita punya ?

Green Driving Tip 5 : Car Pooling

Kalau mau benar-benar menghemat BBM, car pooling ada cara yang hebat. Jika dua atau lebih orang berkumpul dan naik mobil bersama, jumlah mobil dijalan akan menurun dan BBM dapat dihemat. Sederhana kan ?

Car pooling bukan cara yang baik untuk berkendara ramah lingkungan. Tapi cara yang bagus untuk menghemat uang. Dengan bergantian mengendarai mobil setiap hari dengan pengemudi yang lain, kita dapat hemat ongkos bensin sampai setengahnya. Dan dengan tidak pakai mobil sesering sebelumnya, kita juga menghemat pengeluaran perawatan rutin. Hanya berkendara setengah dari sebelumnya juga memperlambat jarak tempuh pemakaian mobil, yang dapat menjaga nilai jualnya.

Green Driving Tip 4 : Car Sharing/Berbagi Mobil

Car Sharing adalah cara lain berkendara ramah lingkungan yang mulai populer. Orang yang mungkin nggak berkendara tiap hari tapi masih perlu mobil untuk perjalanan singkat atau berkendara di akhir pekan dapat keuntungan dari car sharing ini. Car sharing biasanya dijalankan oleh perusahaan jasa seperti Zipcar, walaupun ini perusahaan jasa non profit dan layanan jasa informal, pelanggan membayar biaya bulanan dan bisa memakai seluruh mobil bila dibutuhkan. Mobil-mobil dipakir di tempat-tempat tertentu di seluruh kota, jadi pelanggan hanya perlu daftar, terus pergi ke lokasi mobil berada. (ini mah rental mobil kayak di kita..hehehe)

Green Driving Tip 3 :Naik Angkutan Umum

baik anda pemilik mobil, penyewa atau nggak nyetir sama sekali, transportasi umum adalah cara terbaik untuk bepergian sambil tetap ramah lingkungan. Jika dua orang pergi bersama dapat menghilangkan satu mobil dari jalanan, maka keuntungan transportasi umum lebih hebat jika 30 orang naik bis dan menghilangkan semua mobil-mobil mereka dari jalanan. Keuntungannya semakin menjadi dengan ratusan orang jika naik kereta. Transportasi umum tidak hanya menghindarkan kita dari macet, tapi juga mengurangi polusi (kecuali Metromini, PPD, Bajae dan teman-temannya dari tahun 70-an)

Green Driving Tip 2 : Empat Hari Kerja Seminggu

Hampir pasti sebagian besar kehidupan berkendara kita adalah dari dan ke tempat kerja. Satu cara untuk menghindari kemacetan, polusi dan penggunaan BBM yang kita gunakan adalah pergi kerja hanya empat hari seminggu. 4 hari kerja seminggu adalah gerakan yang sudah sangat berkembang hingga beberapa negara bagian (ini di US loh…) sudah mempertimbangkan untuk diterapkan pada para pekerjanya.

Dalam empat hari kerja, daripada kita bekerja delapan jam sehari, lima hari seminggu, kita bekerja sepuluh jam sehari, empat hari dalam seminggu. Waktu di tempat kerja dan jumlah pekerjaan yang diselesaikan tetap sama, tapi dengan kurangnya satu hari di kantor, biaya perjalanan dan polusi berkurang 20 persen. Perusahaan dapat menghemat uang dengan empat hari kerja, juga tagihan pemakaian energi mereka akan berkurang karena pemakaian listrik juga akan berkurang. Marion County, Fl., berpindah ke empat hari kerja seminggu dan diharapkan dapat menghemat $250.000 tahun ini saja dalam pengeluaran energinya. (sumber : king5.com). Negara bagian Virginia juga mempertimbangkan perpindahan empat hari kerja pada para pekerjanya.

Apa yang paling baik daripada tidak bekerja lebih banyak satu hari ? Bagaimana kalau tidak berperjalanan sama sekali ? Telecommuting mungkin bisa jadi tip ramah lingkungan yang terbaik.

Green Driving Tip 1 : Telecommuting

Jika mengurangi satu hari kerja adalah hal yang baik, mengurangi lima hari kerja lebih baik lagi. Telecommuting, atau bekerja dari rumah, mulai populer. Sementara tidak setiap pekerjaan mendukung telecommuting (mungkin kita nggak mau dokter gigi melakukannya), banyak pekerja yang bisa melakukan pekerjaannya hanya dengan komputer dan sambungan internet kecepatan tinggi.

Ada beberapa pendekatan yang berbeda dari bekerja di rumah. Beberapa pekerja melakukannya penuh waktu, sementara yang lain melakukannya beberapa hari seminggu dalam satu bulan. Gampang banget membayangkan para telecommuter bekerja di rumah sambil pakai piyama sementara yang lain sedang kerja keras di kantor, tapi beberapa perusahaan menemukan bahwa telecommuter sebenarnya bekerja lebih produktif daripada bekerja di kantor karena mereka punya gangguan dan stress yang lebih sedikit (sumber : The Telework Coalition)

Penghematan dari telecommuting bisa sangat besar. Bahkan jika pekerja yang bisa bekerja di rumah kurang dari dua hari seminggu, 1.35 milyar gallon (lima juta liter !) bahan bakar dapat dihemat (sumber : Green Car Congress). Potensi penghematan untuk bisnis juga besar : mereka akan mempunyai pengeluaran energi yang lebih rendah dan karyawan yang lebih senang serta pengeluaran alat-alat kantor yang lebih sedikit. Yang paling baik dari semuanya, dikarenakan energi yang digunakan lebih sedikit untuk menghidupkan kantor dan hemat BBM yang digunakan untuk ke kantor, keuntungan bagi lingkungan juga besar.  Manfaat dari telecommuting menunjukan bahwa tip terbaik berkendara ramah lingkungan adalah dengan tidak berkendara sama sekali.

HSW

Sumber : HowStuffWorks

Penulis : Jamie Page Deaton

Alih Bahasa : esetiawan

4 Responses

  1. Wah ide2nya kreatif dan inspiratif nih.. harusnyya semua orang sadar bahwa hal baik kecilpun dapat memberi perubahan yg lebih baik bagi lingkungan dan kantong juga sebenarnya.

    Boleh dong mas ikutan posting di

    goblue.or.id

    site ini untuk kampanyein pelstarian lingkungan, khususnya laut. Klo ada berita, info, agenda, opini, tips2, bahkan foto boleh dong di share…

    terima kasih

    salam GO BLUE

  2. Trims untuk komentarnya…All credits belong to Howstuffworks.Com ^^
    Go Blue ya? Coba saya mau maen ke “tempat” anda aah…
    Salam Go….!!!! BLOG

  3. keren-keren….
    boleh numpang ngutip ya?
    pengen menyebarkan juga buat yg laen…

  4. boleh2..asal tetap menuliskan sumber aslinya yaitu : http://auto.howstuffworks.com/ten-green-driving-tips.htm/printable

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: