FLV Downloader (lagi…)

Ini lagi-lagi artikel tentang cara men-download video dari web. Misalnya dari Youtube.com.

Kalau di artikel sebelumnya saya jelaskan mengenai download video ber-ekstensi FLV melalui plug-ins nya Mozilla Firefox, sekarang saya mau berbagi satu software gratis yang fungsinya sama, yaitu mendownload video FLV yang bernama Moyea FLV Downloader.

Gimana cara pakainya?

1. Buka dulu situs yang menyediakan video streaming. Misalnya youtube.com

2. Cari video yang mau didownload..copy link yang muncul di address bar browser

3. Klik tombol New di kiri atas Moyea FLV Downloader

4. Paste Link yang telah dicopy ke kotak dialog yang muncul.

5. Isi File Name-nya, tentukan tempat penyimpanannya lalu klik tombol Add. Beres ! File yang telah didownload akan mempunyai ekstensi .FLV

Sejarah Komputer (3)

Part 1 | Part 2 | Part3

IBM terus mengembangkan kalkulator mekanis untuk dijual kepada dunia bisnis untuk membantu penghitungan keuangan dan penghitungan inventaris. Satu ciri dari penghitungan keuangan dan penghitungan inventaris adalah walaupun anda perlu untuk mengurangi, anda tidak perlu angka negatif dan sebenarnya tidak perlu mengalikan karena perkalian tidak bisa diselesaikan melalui penambahan berulang.

Tapi militer AS menginginkan kalkulator mekanis yang lebih baik untuk perhitungan secara ilmiah. Hingga perang dunia ke 2 Amerika mempunyai kapal perang yang dapat menembakkan peluru seberat mobil kecil hingga jarak lebih dari 25 mil. Fisikawan dapat menulis persamaan yang menggambarkan bagaimana hambatan atmosferis, angin, gravitasi, kecepatan di mulut senjata dan lainnya dapat menentukan jalannya peluru. Tapi memecahkan persamaan seperti itu sangat sulit. waktu itu pekerjaan tersebut dikerjakan oleh manusia. Hasil dari perhitungan mereka akan dilampirkan di “tabel penembakan” balistik yang ditempatkan di buku petunjuk penggunaan senjata. Selama perang dunia ke 2 militer AS menjelajahi negaranya untuk mencari lulusan ilmu matematika (umumnya perempuan) untuk disewa mengerjakan tabel-tabel ini. Tapi tidak cukup manusia yang dapat ditemukan untuk mengejar perlunya tabel-tabel yang baru. Kadangkala barang-barang artileri harus dikirimkan ke medan perang tanpa tabel penembakan yang diperlukan dan ini artinya senjata tersebut hampir tidak berguna karena mereka tidak dapat diarahkan dengan tepat. Menghadapi situasi ini, militer AS ingin menginvestasikan dananya untuk mengotomatiskan jenis perhitungan ini.

Satu sukses awal adalah komputer Mark I dari Harvard yang dibuat atas kerjasama antara Harvard dan IBM pada tahun 1944. Ini adalah komputer digital yang dapat diprogram yang pertama kali dibuat di Amerika.  Tapi komputer itu tidak sepenuhnya komputer elektronis. Malahan Mark 1 dibuat dari saklar-saklar, relay, batang yang berputar dan kopling.  Mesin ini mempunyai bobot sebesar 5 ton, terdiri dari kabel sepanjang 500 mil, tinggi 8 kaki dan panjang 51 kaki, serta mempunyai batang berputar sepanjang 50 kaki yang diputar oleh motor elektrik 5 daya kuda.  Mark 1 berjalan tanpa henti selama 15 tahun, berbunyi seperti satu ruangan yang penuh dengan perempuan sedang menjahit. Untuk menunjukan skala dari mesin ini, perhatikan empat mesin ketik di latar depan foto berikut

Harvard Mark I : sebuah komputer elektro-mekanis

Anda bisa melihat batang berputar sepanjang 50 kaki  dibagian bawah foto diatas. Batang ini adalah pusat tenaga dari keseluruhan mesin. Desain ini adalah peninggalan cara berpikir pada masa tenaga air digunakan untuk menggerakkan sebuah mesin, dan tiap alat lain digerakkan oleh sabuk yang terhubung dengan batang utama yang diputar oleh roda air luar.

Batang utama yang terhubung dengan roda air luar dan terhubung dengan tiap mesin melalui sabuk adalah sumber tenaga utama untuk semua mesin di pabrik.

Ini adalah tampilan dekat dari empat pembaca pita kertas dari Mark I. Pita kertas adalah peningkatan dari satu kotak yang penuh dengan kartu berlubang yang semua orang pernah menjatuhkannya–lalu teracak–

Satu dari empat pembaca pita kertas dari Harvard Mark I (anda bisa memperhatikan gulungan kartu berlubang muncul dari bawah)

Satu dari programmer utama untuk Mark I adalah seorang perempuan bernama Grace Hopper.  Hopper menemukan “bug” komputer pertama : seekor ngengat mati yang masuk ke dalam Mark 1 yang sayapnya menghalangi pembacaan lubang di pita kertas. Kalimat “bug” telah digunakan untuk melambangkan kesalahan paling tidak sejak 1889 tapi Hopper dikenal sebagai orang yang membuat kalimat “debugging” untuk menggambarkan pekerjaan menghilangkan kesalahan-kesalahan program.

“bug” komputer pertama [foto (C) 2002 IEEE]

Pada tahun 1953 Grace Hopper menemukan bahasa tingkat tinggi pertama, “Flow-matic”. Bahasa ini pada akhirnya kemudian menjadi COBOL yang menjadi bahasa pemrograman yang paling terpengaruh oleh masalah Y2K. Bahasa tingkat tinggi didesain untuk bisa lebih dipahami oleh manusia daripada bahasa biner yang hanya dimengerti oleh mesin komputer. Bahasa tingkat tinggi tidak berguna tanpa sebuah program –dikenal dengan sebuah compiler — untuk menterjemahkan ke bahasa biner dari komputer. Dan karena itu Grace Hopper juga membuat compiler pertama di dunia.  Grace tetap aktif sebagai Admiral di angkatan laut sampai usia 79 tahun.

Mark I bekerja pada angka-angka sepanjang 23 digit. Mesin ini bisa menambahkan atau mengurangi dua dari angka-angka ini dalam waktu 3/10 detik, mengalikannya dalam empat detik, dan membaginya dalam 10 detik. Empat puluh lima tahun kemudian komputer dapat mengerjakan penjumlahan dalam waktu sepersemilyar detik! Walaupun Mark I mempunyai 750 ribu komponen, tapi hanya bisa menyimpan 72 angka! Saat ini, komputer rumah bisa menyimpan 30 juta angka di RAM dan 10 milyar lagi di harddisk. Saat ini, sebuah angka bisa diambil dari RAM setelah tertunda hanya beberapa sepersemilyar detik, dan dari harddisk setelah tertunda beberapa seperseribu detik. Kecepatan seperti ini jelas tidak mungkin untuk sebuah mesin yang harus menggerakkan batang yang berputar dan itu sebabnya komputer elektronis membunuh pendahulunya komputer mekanis.

Sebagai catatan hiburan, desainer utama dari Mark I, Howard Aiken dari Harvard, memperkirakan bahwa pada tahun 1947 enam komputer digital akan cukup untuk memuaskan kebutuhan komputasi seluruh Amerika Serikat. IBM telah menugaskan penelitian ini untuk menentukan apakah harus mengembangkan penemuan baru ini menjadi satu produk standar (hingga saat itu komputer adalah barang langka yang dibuat dengan pesanan). Perkiraan Aiken tidaklah terlalu buruk karena hanya beberapa institusi (utamanya, pemerintah dan militer) yang mampu membeli apa yang disebut komputer pada tahun 1947. Dia hanya tidak meramalkan revolusi elektronik-mikro yang memungkinkan alat seperti IBM Stretch dibuat pada tahun 1959

(Diatas hanyalah konsol untuk operator dari panjang keseluruhan 33 kaki)

Dikenal sebagai komputer rumah pada tahun 1976 seperti APPLE I ini yang dijual hanya seharga $600

Apple I yang dijual sebagai kit yang dipasang sendiri (tanpa kotak yang indah seperti terlihat disini)

Komputer menjadi barang yang sangat mahal karena mereka memerlukan banyak perakitan dengan tangan, seperti perkabelan yang terlihat di CDC 7600 ini :

Perkabelan yang biasa digunakan di komputer mainframe generasi awal [photo courtesy The Computer Museum]

Revolusi mikroelektronis adalah yang memungkinkan jumlah perkabelan dengan tangan seperti foto diatas menjadi dapat diproduksi massal sebagai sirkuit terintegrasi yang terdiri dari potongan kecil silikon seukuran ibu jari anda.

Sebuah sirkuit terintegrasi (“chip silikon”) [photo courtesy of IBM]

Keuntungan utama dari sirkuit terintegrasi adalah bukan transistor (saklar) nya yang berukuran kecil (itu adalah keuntungan kedua), tapi lebih kepada jutaan transistor dapat dibuat dan saling terhubung dalam proses produksi massal. Semua bagian dari sirkuit terintegrasi dibuat secara serempak melalui topeng optis dalam jumlah kecil (mungkin 12) yang menentukan geometri tiap lapisan.  Ini mempercepat proses pembuatan sebuah komputer — yang lalu dapat mengecilkan biaya pembuatannya– seperti mesin cetak Gutenberg mempercepat pembuatan buku dan pada akhirnya membuatnya dapat terjangkau oleh semua kalangan.

Komputer IBM Stretch pada tahun 1959 memerlukan panjang 33 kaki untuk manampung 150,000 transistor. Transistor-transistor ini sangat-sangat kecil dibandingkan pendahulunya yaitu tabung hampa, tapi mereka tetaplah elemen-elemen individual yang memerlukan perakitan individual. Hingga awal 1980-an transistor sebanyak ini dapat dengan serempak dibuat kedalam sirkuit terintegrasi. Pada masa kini Mikroprosesor Pentium 4 mengandung 42,000,000 transistor dengan ukuran keping silikon yang sebesar ibu jari yang sama.

Lucu untuk mengingat bahwa antara IBM Stretch (yang akan disebut mainframe pada masa kini) dan Apple I (sebuah komputer desktop) terdapat segmen industri yang disebut dengan komputer mini seperti komputer PDP-12 pada tahun 1969 berikut ini:

DEC PDP-12

Yakin terlihat “mini” ya? Tapi cerita terus berlanjut.

Satu percobaan awal dalam mambuat komputer digital elektronik (tanpa roda gigi, kem, sabuk, batang berputar dan lainnya) terjadi pada tahun 1937 oleh J.V. Atanasoff , seorang profesor fisika dan matematika di Iowa State University. Pada tahun 1941 dia dan siswa lulusannya, Clifford Berry, sukses membuat mesin yang dapat memecahkan 29 persamaan secara serempak dengan 29 lagi tidak diketahui.  Mesin ini adalah yang pertama menyimpan data sebagai muatan listrik di kapasitor, yang mana menjadi proses pada komputer saat ini menyimpan informasi di memori utamanya (DRAM atau Dynamic RAM). Sejauh para penemunya menyadari, mesin itu juga yang pertama menggunakan aritmatika biner. Akan tetapi, mesin itu tidak dapat diprogram, kurang mempunyai cabang kondisional, desainnya hanya sesuai untuk satu jenis permasalahan matematika, dan tidak ditindaklanjuti setelah perang dunia ke 2. Penemunya bahkan tidak merawat mesinnya sendiri dan dibongkar oleh mereka yang pindah ke ruangan dimana mesin tersebut ditinggalkan.

Komputer Atanasoff-Berry [photo (c) 2002 IEEE]

Calon lain dari nenek moyang komputer moderen adalah Colossus, dibuat saat perang dunia ke 2 oleh Inggris untuk keperluan memecahkan kode kriptografi yang digunakan Jerman. Inggris memimpin dunia dalam mendesain dan membuat mesin elektronik khusus untuk pemecahan kode, dan dengan teratur dapat membaca transimisi radio jerman yang di-kodekan. Tapi dengan jelas Colossus bukan untuk keperluan umum, mesin yang dapat diprogram ulang. Perhatikan adanya puli pada dua foto Colossus dibawah :

Dua gambar mesin pemecah kode Colossus dari Inggris Raya

Harvard Mark I, komputer Atanasoff-Berry, dan Colossus membuat sumbangan penting. Saat pelopor komputer Inggris dan Amerika masih berdebat siapa yang pertama kali membuat apa, pada tahun 1965 hasil karya orang Jerman Konrad Zuse disiarkan pertama kali di Inggris. Menghebohkan! Zuse telah membuat lanjutan dari komputer keperluan umum di Nazi Jerman. Yang pertama, Z1, dibuat antara 1936 dan 1938 di kamarnya di rumah orangtuanya.

Zuse Z1 di kediamannya

Mesin ketiga Zuse, Z3, dibuat pada tahun 1941, mungkin adalah komputer digital yang dapat diprogram (yaitu, dikendalikan software), keperluan umum, dan berfungsi, yang pertama. Tanpa pengetahuan akan adanya penemu mesin penghitung sejak Leibniz (yang hidup di tahun 1600-an) , Zuse menemukan kembali konsep pemrogramannya Babbage, dan memutuskan sendiri untuk menggunakan pewakilan biner untuk angka (Babbage menganjurkan desimal). Mesin Z3 dihancurkan pemboman pasukan sekutu. Z1 dan Z2 menemui nasib yang sama dan Z4 selamat hanya karena Zuse membawanya naik ke pegunungan. Pencapaian Zuse adalah yang paling menakjubkan dengan keterbatasan material dan sumberdaya manusia di Jerman saat perang dunia ke 2. Zuse bahkan tidak bisa mendapatkan pita kertas hingga dia harus membuatnya sendiri dengan cara membuat lubang di lembaran film bekas. Karena mesin ini tidak dikenal di luar Jerman, mereka tidak berpengaruh pada jalur sejarah komputasi di Amerika. Tapi arsitektur mereka mirip dengan yang digunakan pada masa kini: Unit Aritmetik untuk melakukan perhitungan, memori untuk menyimpan angka-angka, sistem kontrol untuk mengawasi operasi, dan alat input-output untuk berhubungan dengan dunia luar. Zuse juga menemukan apa yang mungkin menjadi bahasa komputer tingkat tinggi pertama, “Plankalkul”, walaupun ini juga tidak dikenal diluar Jerman.

(bersambung) Part 4
Artikel kali ini diterjemahkan dari situs Computer Science Lab dengan judul asli :

An Illustrated History of Computers oleh John Kopplin. Karena di situsnya tidak dicantumkan e-mail si pembuat maka artikel ini belum mendapat ijin terjemahan dari si pembuat (John Kopplin).

Full credit goes to John Kopplin. This article hasn’t get any approval from the original writer. Please accept my sincere apology for translating your article without permission as i cannot contact you via e-mail or any other viable sources. If you are happen to be reading this article then let me know.

Sejarah Komputer (2)

Part 1 | Part 2

Hanya beberapa tahun setelah Pascal, Gottfired Wilhelm Leibniz dari Jerman (rekan dari Newton, si penemu Calculus) berhasil membuat kalkulator empat fungsi (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian) yang disebutnya stepped reckoner karena, sebagai ganti dari roda-roda gigi, mesin itu menggunakan drum berseruling yang mempunyai sepuluh seruling diatur menyerupai lingkaran dengan bentuk anak tangga. Walau stepped reckoner menggunakan sistem angka desimal (tiap drum mempunyai sepuluh seruling), Leibniz adalah orang pertama yang menyokong penggunaan sistem angka biner yang menjadi dasar dari operasi komputer moderen. Leibniz dianggap sebagai salah satu filosofis terbesar namun dia meninggal dalam keadaan miskin dan sendirian.

Stepped reckoner milik Leibniz (pernahkah anda mendengar “calculating” dianggap sebagai “reckoning”?)

Pada tahun 1801 seorang Perancis bernama Joseph Marie Jacquard menemukan perangkat tenun yang bisa mendasarkan gelombangnya (dan menjadi desain sebuah kain) diatas sebuah pola yang secara otomatis dibaca melalui kartu kayu yang dilubangi, dipegang bersamaan dalam satu baris panjang dengan tali. Sejak itu turunan dari kartu berlubang ini terus digunakan

Mesin Tenun Jacquard memperlihatkan benang-benang dan kartu berlubangnya.

Dengan memilih kartu tertentu untuk mesin tenun Jacquard anda memilih pola tenunannya [foto  (C) 2002 IEEE]

Pandangan dekat dari kartu Jacquard

Tenunan permadani ini ditenun dengan mesin tenun Jacquard

Teknologi temuan Jacquard benar-benar menjadi anugrah bagi pemilik perusahaan pemintalan, tapi membuat banyak operator mesin tenun menjadi pengangguran. Massa yang marah menghancurkan mesin tenun Jacquard dan bahkan pernah sekali menyerang Jacquard sendiri. Sejarah penuh dengan contoh dimana para pekerja tidak tenang menyangkut inovasi teknologi dimana pada banyak penelitian menunjukkan bahwa, sebagian besar, teknologi sebenarnya meningkatkan jumlah lowongan pekerjaan.

Tahun 1822 matematikawan Inggris Charles Babbage mengemukakan sebuah mesin penghitung yang digerakkan uap seukuran sebuah ruangan , yang disebutnya Difference Engine. Mesin ini akan mampu menghitung tabel-tabel angka, seperti tabel logaritma. Dia mendapatkan pendanaan pemerintah untuk proyek ini dikarenakan pentingnya tabel-tabel angka pada navigasi pelayaran. Dengan mendorong angkatan laut dan pelayaran komersialnya, pemerintahan Inggris dapat menjadi kerajaan terbesar di dunia.  Tapi pada masa itu pemerintahan Inggris mengeluarkan tujuh set volume dari tabel navigasi yang datang dengan volume koreksi lainnya dimana menunjukan bahwa set tersebut mempunyai lebih dari 1000 kesalahan angka. Saat itu Inggris berharap bahwa mesin Babbage dapat menghilangkan kesalahan-kesalahan pada jenis tabel-tabel ini. Tapi konstruksi dari mesin Babbage ini terbukti sangat sulit dan segera proyek ini menjadi proyek termahal yang didanai pemerintah pada sejarah Inggris hingga masa itu. Sepuluh tahun kemudian alat itu masih jauh dari selesai, Kesengitan mulai muncul dari semua yang terlibat, dan pendanaan mulai berkurang. Alat itu tidak pernah selesai dibuat.

Sebuah bagian kecil dari mekanisme yang terpasang di Diffrence Engine milik Babbage [foto (c) 2002 IEEE]

Tapi itu tidak menghalangi Babbage, dan kemudian menuju pemikirannya yang selanjutnya, yang disebutnya Analytic Engine. Alat ini, sebesar rumah dan ditenagai oleh 6 mesin uap, akan menjadi lebih ke penggunaan umum karena mesin itu dapat diprogram, terimakasih kepada teknologi kartu berlubangnya Jacquard. Tapi Babbage-lah yang membuat lompatan intelektual penting yang berhubungan dengan kartu berlubang. Pada mesin tenun Jacquard, ada atau tidaknya tiap lubang di kartu secara fisik membuat benang berwarna dapat lewat atau tidak (anda dapat melihat dengan jelas di foto sebelumnya). Babbage melihat pola lubang-lubang dapat digunakan untuk mewakili ide abstrak seperti pernyataan masalah atau data mentah yang diperlukan untuk pemecahan masalah tersebut. Babbage melihat tidak ada syarat bahwa permasalahan tersebut secara fisik melewati lubang.

Lebih jauh lagi, Babbage menyadari bahwa kertas berlubang dapat digunakan sebagai mekanisme penyimpan, menyimpan angka yang telah dihitung untuk referensi di masa datang. Karena hubungan dari mesin tenun Jacquard, Babbage menyebut dua bagian utama dari Analytic Engine-nya “Penyimpan” dan “penggiling”, karena dua istilah tersebut digunakan di industri pemintalan. Penyimpan adalah dimana angka-angka disimpan dan Penggiling adalah dimana angka tersebut “dipintal” menjadi hasil yang baru. Pada komputer moderen bagian-bagian yang sama disebut memory unit dan central processing unit (CPU)

Analytic Engine juga mempunyai sebuah fungsi kunci yang membedakan komputer dengan kalkulator: pernyataan kondisional. Sebuah pernyataan kondisional memungkinkan sebuah program mencapai hasil yang berbeda tiap kali program tersebut dijalankan. Berdasarkan pernyataan kondisional, garis edar program (yaitu, pernyataan apa yang dijalankan selanjutnya) dapat ditentukan berdasarkan kondisi atau situasi apa yang terjadi saat program tersebut dijalankan.

Anda mungkin memperhatikan bahwa lampu lalu-lintas moderen pada sebuah persimpangan diantara jalan yang padat dan yang tidak begitu padat akan membiarkan lampu hijau menyala di jalan yang padat sampai sebuah kendaraan mencapai jalan yang tidak terlalu padat.  Lampu lalu-lintas jenis ini dikontrol oleh program komputer yang mengindera mendekatnya mobil-mobil di jalan yang tidak begitu padat. Saat dimana lampu berubah dari hijau ke merah tidak tetap di dalam programnya tapi berbeda-beda bergantung tiap situasi lalu-lintas.  Pernyataan kondisional pada program lampu lalu-lintas akan berbunyi seperti ini, “jika sebuah mobil mendekat di jalan yang tidak terlalu padat, dan jalan yang lebih padat lampunya sudah hijau sekurang-kurangnya satu menit maka nyalakan lampu hijaunya di jalan yang tidak terlalu padat”. Pernyataan kondisional juga memungkinkan program untuk bereaksi terhadap hasil perhitungannya sendiri. Sebuah contoh adalah program yang digunakan oleh IRS untuk mendeteksi penggelapan pajak. Pertama kali program ini menghitung kewajiban pajak seseorang lalu menentukan apakah akan mengingatkan polisi berdasarkan bagaimana pembayaran pajak orang tersebut dibandingkan dengan kewajibannya.

Babbage berteman dengan Ada Byron , putri dari pembaca puisi terkenal Lord Byron (Ada kemudian menjadi Countess Lady Lovelace dari pernikahannya). Walaupun Ada masih 19 tahun, dia terpesona oleh ide-ide Babbage dan melalui surat serta pertemuan dengan Babbage dia cukup mempelajari desain dari Analytical Engine untuk memulai membuat program yang akan dipakai mesin yang belum dibuat itu. Sementara Babbage menolak untuk menyiarkan pengetahuannya untuk 30 tahun kemudian, Ada menulis serangkaian “catatan” untuk urutan-urutan instruksi secara mendetail yang telah disiapkannya untuk Analytic Engine. Analytic Engine tetap belum dibuat (pemerintahan Inggris menolak terlibat dengan yang satu ini) tapi Ada dicatat dalam sejarah sebagai programmer komputer pertama.  Ada menciptakan subrutin dan yang pertama mengenali pentingnya looping. Babbage sendiri berlanjut menemukan sistem pos moderen, penangkap sapi di kereta, dan ophthalmoscope, yang masih digunakan hingga kini untuk merawat mata.

terobosan berikutnya terjadi di Amerika. Undang-undang AS menyatakan bahwa sensus harus diadakan untuk semua warga Amerika tiap 10 tahun untuk menentukan perwakilan negara bagian di Kongres. Sementara sensus pertama pada 1790 hanya memerlukan 9 bulan, pada 1880 populasi Amerika telah berkembang sedemikian banyak hingga perhitungan untuk sensus 1880 memakan waktu 7.5 tahun. Otomatisasi jelas dibutuhkan untuk sensus berikutnya. Biro sensus menawarkan hadiah untuk seorang penemu yang membantu sensus 1890 dan hadiah ini dimenangkan oleh Herman Hollerith, yang mengusulkan kemudian dengan sukses mengadposi kartu berlubang Jacquard untuk kepentingan komputasi.

Penemuan Hollerith, dikenal dengan Meja Hollerith, terdiri dari pembaca kartu yang mengindera lubang pada kartu, sebuah mekanisme digerakkan roda gigi yang akan menghitung (menggunakan mekanisme Pascal yang masih digunakan pada odometer mobil), dan sebuah papan besar dari indikator putar (speedometer mobil adalah indikator putar) untuk menampilkan hasil perhitungan.

Seorang operator bekerja di Meja Hollerith seperti dibawah

Persiapan kartu berlubang untuk sensus Amerika

Beberapa Meja Hollerith yang masih ada hingga kini [Photo courtesy The Computer Museum]

Pola dari kartu Jacquard ditentukan saat sebuah permadani di-desain dan lalu tidak diubah. Saat ini, kita akan menyebutnya bentuk read-only dari penyimpanan informasi. Hollerith mempunyai pengetahuan untuk mengubah kartu berlubang menjadi yang saat ini disebut teknologi read/write. Saat naik kereta, dia memperhatikan konduktor tidak hanya asal melubangi tiap karcis, tapi melubangi dengan pola lubang tertentu dimana posisinya menandakan tinggi, berat badan, warna bola mata dan lainnya dari si pemegang karcis.  Ini dilakukan untuk menjaga orang lain mengambil karcis yang terbuang dan diakui sebagai miliknya (sebuah karcis kereta tidak kehilangan semua nilainya saat dilubangi karena karcis yang sama digunakan untuk tiap tahap perjalanan). Hollerith menyadari betapa bergunanya untuk melubangi (write) kartu baru berdasarkan sebuah analisis (reading) dari set kartu yang lain. Analisa yang rumit, yang  terlalu sulit untuk diselesaikan saat melewatkan kartu pertama kali dapat diselesaikan dengan melewatkan kartu beberapa kali menggunakan kartu tercetak baru untuk mengingat hasil rata-ratanya. Hollerith tidak tahu, Babbage telah mengusulkan hal ini jauh sebelumnya.

Teknik Hollerith sukses besar dan sensus 1890 dapat diselesaikan hanya dalam 3 tahun dan menghemat 5 juta dollar.

Hollerith mambangun sebuah perusahaan, bernama Tabulating Machine Company yang setelah beberapa pengambil-alihan akhirnya bernama International Business Machine, dikenal saat ini dengan nama IBM. IBM tumbuh dengan cepat dan kartu berlubang ada dimana-mana. Tagihan bahan bakar anda akan datang tiap bulan dengan kartu berlubang yang harus dikembalikan dengan uang pembayarannya. Kartu berlubang ini merekam hal tertentu di rekening anda: Nama, alamat, penggunaan bahan bakar, dan lainnya (saya membayangkan waktu itu ada beberapa “hackers” seperti saat ini yang akan mencoba mengubah kartu berlubangnya untuk mengubah tagihannya) . Sebagai contoh lain, saat anda memasuki jalan tol (jalan raya yang mengambil bayaran dari tiap pengendara) anda diberikan sebuah kartu berlubang yang merekam dimana anda masuk dan keluar dari jalan tol. Jumlah yang harus dibayarkan dihitung berdasarkan jarak tempuh jalan yang anda gunakan. Saat anda memilih di pemilihan umum kartu pemilihnya adalah kartu berlubang. Bagian kecil kertas hasil melubangi kartu disebut dengan “chad” dan dihamburkan saat pesta pernikahan. Hingga saat ini semua kartu Social Security dan cek lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintahan federal sebenarnya adalah kartu berlubang. Tertulis pada semua kartu ini adalah kalimat yang umum seperti “tutup penutupnya sebelum melubangi”: “jangan dilipat, ditusuk ke batang penusuk atau dirusak”.  Sebuah batang penusuk adalah batang besi di meja penerima rekening. Setelah petugas penerima rekening menyelesaikan tiap rekening maka dia akan menusukkannya di batang besi ini. Saat penusuk ini penuh, dia akan mengikat seutas tali melewati lubang di kertas itu, mengikatnya dan mengirimkannya ke penyimpanan. Saat ini anda masih bisa menemukan batang penusuk di kasir-kasir restoran.

Dua jenis kartu berlubang komputer

Secara tidak sengaja, mesin sensus Hollerith adalah mesin pertama yang pernah dimuat di sampul majalah

(bersambung) Part 3

Artikel kali ini diterjemahkan dari situs Computer Science Lab dengan judul asli :

An Illustrated History of Computers oleh John Kopplin. Karena di situsnya tidak dicantumkan e-mail si pembuat maka artikel ini belum mendapat ijin terjemahan dari si pembuat (John Kopplin).

Full credit goes to John Kopplin. This article hasn’t get any approval from the original writer. Please accept my sincere apology for translating your article without permission as i cannot contact you via e-mail or any other viable sources. If you are happen to be reading this article then let me know.