Tawuran….Gaya Hidup Orang Idiot

Selamat sore….

Seakan sudah menjadi budaya di negeri kita tercinta Indonesia ini bahwa tawuran sudah menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat kita.

Tengoklah kanan dan kiri kita. Jaman sekarang strata mana sih yang nggak tawuran? Mulai dari anak Sekolah Dasar, Tingkat Pertama, Menengah, hingga kakaknya yang ada di universitas. Semua sedang melakoni gaya hidup baru yang namanya tawuran.

Malah sekarang ini tawuran bukan hanya menjadi trademark anak sekolahan, tapi juga diikuti oleh masyarakat yang sedang tidak mengikuti pendidikan di sekolah, contohnya tawuran antar kampung, antar geng atau antar suku.

Benarkah bangsa kita sedang berproses menjadi bangsa militan atau bangsa barbar? Dimana penyelesaian suatu masalah hanya terpikir melalui jalan peperangan? Ataukah sekedar melepaskan kepenatan dari rutinitas sehari-hari? Wah…suatu cara melepaskan kepenatan yang aneh…

Baik, Go….!!!! BLOG akan mengulas idiot-idiot pertama yang mengidolakan tawuran, yaitu anak-anak sekolah :

Berdasarkan pengalaman Go….!!!! BLOG sewaktu bersekolah di STM (sekarang menjadi SMK), tawuran hanya menjadi milik STM. Rasanya diluar STM tidak ada jenjang sekolah lain yang siswanya berprofesi sampingan sebagai petawur. Adapun anak-anak SMA hanya segelintir saja yang menjadi petawur. Itu pun biasanya hanya masalah rebutan cewek atau rebutan guru (waw…bener ada nggak yang rebutan guru ??)

Waktu terus berjalan hingga sekarang ini tawuran mulai diikuti oleh jenjang sekolah dibawahnya. Mulai terasa dari tingkat SMP lalu sekarang ini mulai terasa tingkat SD mulai mencicipi indahnya tawuran. Bahkan anak-anak kuliahan juga baru-baru ini terdengar mengikuti profesi sebagai petawur ini.

 

Idiot sedang Tawuran

Idiot sedang Tawuran

 

 

Apa sih yang menyebabkan orang menjadi sedemikian idiotnya sehingga menjadi petawur? Go….!!!! BLOG akan mengulasnya satu persatu untuk anda ;

 

1. Aspirasi yang Tidak Tersalurkan

Corong-corong aspirasi sebenarnya telah tersedia di seluruh komponen kehidupan. Apalagi setelah era reformasi bergulir, kini setiap orang dapat mencurahkan segala keluh kesahnya tanpa takut akan ada efek sampingnya. Namun gaya para pejuang reformasi era 1997-1998 yang -sedihnya- berujung pada kerusuhan massal nampaknya menjadi pesan bagi generasi masa kini bahwa segala aspirasinya akan tercapai dan tersalurkan bila mengikuti cara-cara kekerasan dan memaksakan kehendak. Ini tentunya adalah kesalahan persepsi pribadi mengenai cara-cara penyaluran aspirasi. Go….!!!! BLOG tentunya angkat topi kepada para pejuang reformasi sehingga sekarang ini kita semua dapat menikmati kebebasan berpendapat.

 

2. Berani karena Banyak 

Yang ini sudah tidak perlu dijabarkan lagi. Sudah kodratnya manusia menjadi berani karena banyak orang yang mendukung disekelilingnya. Malah menjadi kebingungan massal karena pelaku tawuran biasanya bingung siapa yang didukung dan siapa yang mendukung dan apa permasalahannya. Hanya karena ada banyak orang maka dengan idiotnya mereka menjadi berani.

 

Eedeeyt

Eedeeyt

 

 

3. Tawuran karena Disusupi Pihak yang Ingin Mereka Tawuran

Faktor ini sudah tidak bisa dibilang sebagai Idiot Factor… Ini diluar ke-idiotan manusia petawur

 

4. Petawurnya Memang Completely Idiot, dan faktor penyebabnya memang IDIOT

Faktor ini menjadi faktor pertama penyebab tawuran, mulai dari rebutan cewek, rebutan lahan parkir, rebutan tanah (yang belum tentu benar milik-nya), temannya dipalak siswa sekolah lain, diejek siswa sekolah lain, diejek fakultas lain, dan masih banyak lagi. Faktor semangat kebersamaan memang kental disini. anehnya, gara-gara satu orang idiot maka semua menjadi idiot…. 

 

5. Kurang Perhatian Orang Tua

Sudah jamak terjadi orang tua menyerahkan pendidikan anak-anaknya kepada sekolah. Ini memang normal-normal saja. Namun sebagian besar orang tua menyerahkan SEMUA urusan pendidikan anaknya kepada sekolah. Para orang tua ini hanya peduli memberikan uang jajan dan uang SPP pada anaknya. Urusan lainnya serahkan pada sekolah. Pekerjaan Rumah pun hanya ditanyakan selintas saja. Apalagi bagaimana kelancaran sekolah anak-anaknya. Tapi anehnya jika anaknya terlibat tawuran atau nilainya buruk di sekolah mereka malah memarahi dan menyalahkan sekolah, guru dan anaknya sendiri! Bolehkah Go….!!!! BLOG menyumpahi orang tua seperti ini? Nggak ah…kesadaran sendiri saja

 

6. Adat-istiadat

Apakah ada adat istiadat yang mengajarkan tawuran. Go….!!!! BLOG merasa tidak ada adat istiadat seperti itu. Namun sejauh pengetahuan Go….!!!! BLOG ada adat istiadat yang mengajarkan pertempuran jika-misalkan- suku nya terusik. Tentunya ini sedikit diluar faktor terjadinya tawuran.

 

7. Jiwa Muda

Ah Idiot saja jika ada kaitan antara jiwa muda dengan tawuran. Yang benar adalah bimbingan mental dan rohani jiwa muda hingga tawuran dapat dihindari (lho ini berarti Go….!!!! BLOG idiot juga dong ??)

 

Toidi

Toidi

 

KESIMPULAN

Go….!!!! BLOG berkesimpulan bahwa tawuran adalah hal yang benar-benar menyita waktu dan tenaga. apalagi jika penyebabnya hal-hal sepele seperti nomor (4) diatas.

Untuk para adik-adik SD hingga Universitas Go….!!!! BLOG berpesan :

Jangan jadi orang IDIOT. Tawuran adalah pekerjaan orang IDIOT. Kalian adalah orang-orang terpilih yang dapat mengenyam pendidikan dengan baik. Buat apa menyia-nyiakannya dengan tawuran? Belajar dengan baik dan penuhilah harapan orang tua kalian sebagaimana orang tua kalian bersusah payah mencari uang untuk kalian sekolah. Jadi, say no to TAWURAN…IDIOT !!!!

Sumber gambar : Googling

Season 2008 | Race 18 : Sao Paulo-Brazil | 2 November 2008

GP BRAZIL : LEWIS MENCURI TAHTA JUARA DARI MASSA

Felipe Massa melakukan apa yang dia bisa untuk mengambil gelar Juara Dunia. Tapi kemenangannya di Brazil tidak cukup untuk menghentikan Lewis Hamilton menjadi Juara Dunia Formula 1 pada akhir yang sangat mendebarkan dibandingkan dengan lomba-lomba F1 sebelumnya!

Setelah start yang ditunda, sebagai hasil dari hujan deras sesaat sebelum lomba, akhirnya lomba dimulai dengan Massa memimpin dari posisi puncak sementara Hamilton berada di posisi empat.

Keadaan ini bertahan hingga para pembalap masuk pit untuk mengganti ke ban kering dan mengakibatkan Hamilton turun ke posisi enam sementara Massa tetap bertahan di posisi pertama disusul dengan Sebastian Vettel dan Fernando Alonso.

Secara bertahap Hamilton naik ke posisi empat hingga putaran-putaran terakhir dimana hujan kembali mengguyur lintasan dan menurunkannya ke posisi ke lima, lalu disusul dengan bencana dimana dia turun ke posisi enam, didahului oleh Sebastian Vettel

Dengan perih Hamilton mencoba mendahului Sebastian Vettel lalu sampai satu tikungan terakhir, keduanya mendahului Timo Glock yang berjuang mengendalikan mobilnya. Hasilnya Felipe Massa kehilangan gelar Juara Dunia F1 yang dia kira sudah diraihnya!


CONGRATULATION TO LEWIS HAMILTON !

Berikut hasil dari Season 2008 | Race 18 : Sao Paulo-Brazil | 2 November 2008 :

01 F. Massa Ferrari 1:34:11.435
02 F. Alonso Renault + 13.298
03 K. Räikkönen Ferrari + 16.235
04 S. Vettel Scuderia Toro Rosso + 38.011
05 L. Hamilton McLaren + 38.907
06 T. Glock Toyota + 44.368
07 H. Kovalainen McLaren + 55.074
08 J. Trulli Toyota + 1:08.463
09 M. Webber Red Bull + 1:19.666
10 N. Heidfeld BMW + 1 laps
11 R. Kubica BMW + 1 laps
12 N. Rosberg Williams + 1 laps
13 J. Button Honda + 1 laps
14 S. Bourdais Scuderia Toro Rosso + 1 laps
15 R. Barrichello Honda + 1 laps
16 A. Sutil Force India F1 + 2 laps
17 K. Nakajima Williams + 2 laps
18 G. Fisichella Force India F1 + 2 laps
Did not finish
19 N. Piquet jr. Renault + 71 laps
20 D. Coulthard Red Bull + 71 laps