Distro Linux Mana yang Cocok Buat Kamu?

Waow. First post about Linux!

Jangan salah nich. Artikel ini bukan buat pro yang sudah malang melintang di Linux. Ini buat santai-santai aja buat yang pengin nyoba-nyoba OS selain Windows yang sudah berurat akar itu.

Nah buat kamu yang mau coba OS selain Windows, sudah pasti Linux adalah pilihan pertama yang wajib dicoba.

Tapi sebelumnya, apa cih Linux itu? gimana cih sejarahnya Linux? Siapa yang bikin Linux?

Singkatnya begini. Pada suatu waktu ada seorang pemuda yang bernama Linus Torvalds yang sedang kuliah di Universitas Helsinki. Naah dia ini senang utak-atik sistem UNIX yang pada waktu itu adalah sistem operasi yang sangat populer untuk networking.

Lalu dia berpikiran gimana caranya membuat kembaran UNIX yang bisa digunakan pada IBM PC, alias komputer rumahan seperti yang kita pakai sekarang.

Pada medio ’91 an. Linus mulai menyebarkan kode-kode sumber Linux di internet dan mendapat tanggapan dari pengulik komputer di seluruh dunia. Inilah yang menjadikan cikal bakal Linux seperti sekarang ini. Yah singkatnya seperti itu deh 🙂

Naah uniknya Linux, dia itu bersifat Open Source, karena pada hakikatnya Linux adalah hasil sumbangsih dari berbagai pengulik komputer di seluruh dunia yang dengan senang hati mempelajari dan memperbaiki kode-kode programnya. Dengan sifatnya yang Open Source, semua pengguna Linux dapat mengunduh, menyebarkan atau mengubah kode programnya menjadi sebuah Linux yang sama sekali baru! dan tidak dipungut biaya! Bila ada cacat pada kode programnya, maka dengan cepat pengulik Linux akan menyediakan perbaikan melalui internet. Inilah yang membuat Linux sebuah sistem operasi yang aman dan tangguh.

Tapi sifat kebersamaan pada Linux ini jualah yang membuat Linux sulit diterima di seluruh lapisan masyarakat. Betapa tidak, ada banyak DISTRO (distribusi sistem operasi) Linux yang dibuat oleh banyak orang atau perusahaan non profit, dan kesemuanya mempunyai standar yang berbeda-beda. Hal ini membikin Linux membuat bingung para pengguna baru dengan beragamnya distro dan cara instalasi. Bahkan driver hardware pun sedikit banyak masih sulit didapatkan. Tidak seperti Windows yang didukung banyak vendor hardware dan standar yang baku di seluruh lini produknya.

Naah, jangan ragu jangan takut. Go….!!!! BLOG Writer (GBW) akan membantu kamu menemukan distro yang cocok buat kamu-kamu semuanya.

DISTRO LINUX MANA YANG COCOK BUAT KAMU?

Yah. Menurut GBW pertanyaan kayak gitu sebenarnya pertanyaan sederhana, tapi nggak ada jawaban yang sederhana. Naah anggap aja begini. Linux itu sebenarnya hanyalah sebuah kernel atau inti sebuah sistem operasi. Saat semua alat yang dibutuhkan seperti software pengolah kata, editor gambar, compiler dan lainnya ditambahkan padanya sehingga mereka bekerja dengan lancar di atas kernel tersebut, jadilah dia sebuah Distro. Dan PASTI ada distro Linux yang memenuhi kebutuhan orang per-orang.

Jadi jawaban pertanyaan diatas adalah: Bergantung pada orang yang akan memakainya! Misalkan ada beberapa contoh pengguna seperti dibawah ini:

1. Misal kamu adalah mahasiswa ilmu komputer, tujuan utama pakai Linux adalah mempelajari daleman sistem operasi, atau mempelajari apa yang terjadi di dalam sebuah sistem operasi. Nah OS Linux yang ideal untuk kamu adalah membuat sendiri distro Linux dari kode sumbernya. Ada sebuah proyek yang disebut Linux from Scratch yang mengijinkan orang membuat sebuah distro Linux dari awal. Distribusi lain yang berada dibawah kategori ini adalah Gentoo

gtop-wwwlfs-logo

2. Gimana kalo buat yang awam sama Linux?

Naah ada juga nich buat para pemula (kayak saya). Ada beberapa distro Linux yang sudah mengandung GUI yang cantik dan akan membuat pengalaman ber-Linux kamu menjadi mudah.

Tapi sebelum kita lanjutkan ada catatan sedikit nich. Distribusi Linux dapat dibedakan secara luas berdasarkan manajemen paket program yang didukungnya. Manajer Paket ini mirip dengan setup installer di Windows.

Naah ada dua manajer paket unggulan nich. Yang satu adalah paket deb dan yang satu lagi adalah paket rpm (singkatan dari Redhat Package Manager)

Kebanyakan distribusi Linux mengikuti dua manajemen paket unggulan diatas untuk keperluan instalasi program di Linux tersebut. Contohnya, distro Linux seperti Debian dan Ubuntu mengikuti format paket deb dan redhat, Mandriva, SuSe mengikuti format rpm

Balik lagi ke pertanyaan diatas, buat para pemula bakalan langsung merasa nyaman dalam instalasi dan penggunaan bila memilih distro seperti Ubuntu, Fedora, Debian dan lainnya seperti tersebut diatas.

3.  Ich gimana kalo saya pingin pakai Linux sebagai server?

Kalau kamu pingin pakai Linux sebagai server, maka GUI jadi nggak penting lagi. Lebih baik pakai Debian. Distribusi Linux ini lebih menekankan pada keamanan dan dianggap sebagai distro terbanyak yang digunakan untuk server. Tentu saja kamu bisa pakai RedHat atau SuSe. Tapi situasi di tempat kerja juga memegang peranan penting dalam pemilihan distro untuk server ini.

4. Ada nggak cih distro Linux yang super kecil?

Ada lo distro Linux yang punya ukuran file terinstal yang kecil dan ringkas!, contohnya Damn Small Linux yang bisa jalan di komputer yang cuma punya memori 32 MB, dan hanya ngambil space 50 MB saja! Distro lain yang ada di bagian adalah Puppy Linux

5. Ada lagi yang super kecil?

hmm….ada! Tombsrbt adalah distro Linux yang muat di satu floppy disk. Dia bisa dipakai untuk kegiatan troubleshooting

Koq bisa cih ada bermacam-macam Linux?

Naah, semua itu bisa terwujud karena Linux merupakan open source OS. Jika Linux merupakan proyek closed source, gak bakal ada keragaman Linux yang kayak gini.

6. Kalo distro yang sering dipake para jagoan Linux apa cih?

hm..Slackware sama Gentoo banyak dipake para veteran Linux. Naah Slackware tuh salah satu distro tertua yang pernah beredar. Kalo distro lain menggunakan format paket deb dan rpm, slackware ini pakai format yang sama sekali berbeda yaitu TGZ atau gzipped tape archive. Tapi distro ini kurang cocok buat pemula, soalnya sebagian besar konfigurasi dilakukan lewat editing file teks.

7.  Koq distro Linux yang sering terdengar tuh cuma Fedora, Ubuntu atau yang lainnya. Kenapa Slackware, Xandros, CentOS dan lainnya kurang ngetop?

Naah, sebenarnya seseorang yang bersuara paling keras belum tentu paling benar,kan? Di dunia  LInux juga begitu. Firma seperti RedHat dan Novell (SuSe) adalah perusahaan multinasional yang punya duit jutaan dollar. Mereka menangguk publisitas dengan beriklan, mengadakan sertifikasi dan sebagainya. Terus ada juga distro seperti Debian dan Ubuntu yang meraih banyak penggemar karena idealisme sosialnya dan pada dasarnya karena mereka gratis. Tapi nggak berarti mereka ini adalah distro-distro yang terbaik. Jadi pemilihan distro terbaik jatuh kepada pilihan dan kebutuhan masing-masing.

Ada juga distro berbayar. Distro Linux yang berbayar keuntungannya adalah adanya dukungan teknis dan kemudahan-kemudahan instalasi atau penggunaan. Xandros, Mepis atau Linspire adalah contoh distro Linux yang berbayar.

Untuk mengetahui distro Linux mana yang cocok buat kamu dan membaca review para pengguna Linux lainnya, kunjungi Distrowatch.

Oke sampai disini perjumpaan kita.

Sampai ketemu di lain waktu!

2 Responses

  1. Ok Mass bro Ane suka cara Penulisan Artikelnya…. Hohohohohohoho…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: