RACE 14-GP F1 SINGAPURA-27 SEPTEMBER 2009

Laporan GP Singapura: Pertunjukan Dominan dari Hamilton

Dia mungkin tidak bertempur memperebutkan Gelar Juara Dunia, tapi itu tidak menyurutkan semangat Hamilton menjuarai GP Singapura 2009 dengan dominasi utuh.

Memimpin dari posisi start, Hamilton dengan mudah melebarkan jarak dengan pesaing-pesaingnya, dan meninggalkan Nico Rosberg, Sebastian Vettel, Fernando Alonso, Timo Glock serta Mark Webber bertarung dibelakangnya.

Lewis-Hamilton_2365812

Namun Rosberg, mengacaukan kesempatannya dengan hukuman drive-through penalty karena melanggar garis batas putih di jalan keluar pit, sementara Vettel mengakhiri kesempatan podiumnya karena ngebut di jalur pit. Dia juga menerima drive-through penalty.

Diantara penalti keduanya ada juga periode Safety Car masuk diantara lap 21 dan 25 saat Nick Heidfeld menghancurkan mobil BMW nya karena menghantam hidung mobil Force India nya Adrian Sutil yang melintir.

Saat semua ketegangan mereda, adalah Timo Glock yang berada di belakang Hamilton sementara Fernando Alonso berada di podium ketiga.

Vettel berhasil pulih dari penaltinya dan finish di posisi empat, di depan Jenson Button dan Rubens Barrichello. Hasil yang didapat Vettel ini berarti dia tetap berada di pertarungan perebutan gelar juara dunia. Mark Webber keluar dari persaingan gelar setelah kecelakaan di lap 46.

Berikut hasil dari RACE 14-GP F1 SINGAPURA-27 SEPTEMBER 2009:

01 L. Hamilton McLaren 1:56:06.337
02 T. Glock Toyota + 9.634
03 F. Alonso Renault + 16.624
04 S. Vettel Red Bull + 20.261
05 J. Button Brawn GP + 30.015
06 R. Barrichello Brawn GP + 31.858
07 H. Kovalainen McLaren + 36.157
08 R. Kubica BMW + 55.054
09 K. Nakajima Williams + 56.054
10 K. Räikkönen Ferrari + 58.892
11 N. Rosberg Williams + 59.777
12 J. Trulli Toyota + 1:13.009
13 G. Fisichella Ferrari + 1:19.890
14 V. Liuzzi Force India F1 + 1:33.502
Did not finish
15 J. Alguersuari Scuderia Toro Rosso + 14 lap(s)
16 S. Buemi Scuderia Toro Rosso + 14 lap(s)
17 M. Webber Red Bull + 16 lap(s)
18 A. Sutil Force India F1 + 38 lap(s)
19 N. Heidfeld BMW + 42 lap(s)
20 R. Grosjean Renault + 58 lap(s)

planetf1.com

Menghapus File yang Super Bandel Nggak Mau Dihapus!

Oke-oke.. Artikel macam ini sudah pernah saya angkat beberapa waktu yang lalu. Tapi kali ini kita bahas software lain yang fungsinya sama.

Kalau ada file yang nggak mau dihapus, nggak jauh deh pasti file tersebut hasil besutan virus. Jadi virusnya sudah hilang dibasmi sama anti virus, file atau folder bawaannya seringkali ditinggal begitu saja oleh anti virus karena sudah nggak berbahaya lagi. Artikel yang lalu sudah membahas masalah ini.

Kasus yang sekarang sama juga. Nggak tau deh virus apa yang menghinggapi kompi saya ni. Tapi biasa deh, ada folder tapi punya ekstension .exe, ada file autorun.inf di root media dan gejala-gejala klasik lainnya.

Berhubung saya sudah mengalami kasus yang sama, ya langsung aja saya buka lagi program DELINVFILE.

TAPI, program Delinvfile adalah program TRIAL, alias untuk penggunaan penuh harus bayar.. yaaah. Jadinya saya nggak bisa menghapus lebih dari 5 file 😦

Oke deh saya coba software baru lagi dan FREE yang dinamai Unlocker.

Eh tapi sebelumnya ada beberapa alasan lho kenapa sebuah file jadi bandel nggak mau dibuang. Nih beberapa alasannya :

1. File Extension nggak tampil:

Di settingan standar Windows, file extension sengaja nggak ditampilkan, jadi misalnya ada file bernama COBA.TXT, dan anda mencoba mengubah file extensionnya jadi COBA.DOC, maka hasilnya akan menjadi COBA.DOC.TXT, jadinya extension yang terbaca tetap .TXT dan tetap dibuka dengan simple text editor seperti Notepad atau Wordpad.

2. File sedang digunakan

Nah ini juga bisa jadi alasan file nggak mau dihapus. Lha gimana mau dihapus, wong Windows atau program yang terinstal sedang menggunakan file tersebut. Tapi bisa aja virus juga sedang aktif jadi file yang bersangkutan dengan virus nggak bisa dihapus.

3. File-nya ditandai dengan Read Only

Ini yang paling gampang. Kalau property file-nya ditandai dengan pilihan Read Only, jadinya file tersebut hanya bisa dibaca, nggak bisa dihapus atau diubah.

4. Nama file terlalu panjang

Windows memang punya keterbatasan panjang karakter pada nama file. Bila kombinasi path dan nama file lebih dari 255 karakter (127 karakter kalo di Windows 95/98/ME), maka akan ada kesulitan menghapus atau mengubah nama file yang bersangkutan.

———–

Baik langsung kita kembali ke program UNLOCKER. Download dan instal dulu ya.

Cara penggunaannya pun gampang, klik kanan di file atau folder yang mau dihapus lalu pilih Unlocker:

1

dan pilih Delete pada menu Action-nya:

2

… dan klik OK.. selesai!

Apalagi ya?? Udah gitu aja!

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H. MOHON MAAF LAHIR BATHIN 🙂

RACE 13-GP F1 ITALIA:MONZA-13 SEPTEMBER 2009

LAPORAN GP ITALIA: HANYA SEKALI PIT MENYEGEL POSISI 1 DAN 2 UNTUK BRAWN GP

Keputusan Brawn GP yang menempatkan baik Barrichello dan Jenson Button pada hanya satu kali pit stop mungkin tidak menyebabkan keceriaan pada kualifikasi tapi pada akhirnya mereka pulalah yang menyemprotkan sampanye di podium tertinggi.

 Strategi satu kali pit menempatkan baik Barrichello dan Jenson Button di depan para pembalap dengan dua kali pit stop dan menghasilkan posisi juara 1 dan 2 untuk Brawn GP.

Rubens-Barrichello_2353493

Strategi itu pula yang menyebabkan tim-tim lain melemah dalam tekanan seperti tekanan yang dialami Jenson Button tapi kali ini yang celaka adalah Lewis Hamilton.

Mengejar Button yang sesama penduduk Inggris, Hamilton berhasil mempersempit jarak hingga kurang dari satu detik dengan Button namun hanya mengakibatkan mobilnya menghantam tembok pembatas pada lap terakhir yang terlihat seperti kecelakaan berat, namun Hamilton dapat keluar dari mobilnya sendiri tanpa terluka. 

Kecelakaan pembalap McLaren itu menyebabkan Kimi Raikkonen naik ke podium -dimana untuk kali kedua berturut-turut, menahan gempuran pembalap Force India Adrian Sutil yang berada di belakangnya.

 Lomba kali ini menghasilkan delapan poin tambahan untuk Jenson Button dan dia masih memimpin di puncak klasemen F1 2009, dan Force India masih terlihat solid. 

 Berikut hasil dari RACE 13-GP F1 ITALIA:MONZA-13 SEPTEMBER 2009:

01 R. Barrichello Brawn GP 1:16.21.706
02 J. Button Brawn GP + 2.866
03 K. Räikkönen Ferrari + 30.664
04 A. Sutil Force India F1 + 31.131
05 F. Alonso Renault + 59.182
06 H. Kovalainen McLaren + 1:00.693
07 N. Heidfeld BMW + 1:02.412
08 S. Vettel Red Bull + 1:05.407
09 G. Fisichella Ferrari + 1:06.856
10 K. Nakajima Williams + 2:42.163
11 T. Glock Toyota + 2:43.925
12 L. Hamilton McLaren + 1 lap(s)
13 S. Buemi Scuderia Toro Rosso + 1 lap(s)
14 J. Trulli Toyota + 1 lap(s)
15 R. Grosjean Renault + 1 lap(s)
16 N. Rosberg Williams + 2 lap(s)
Did not finish
17 V. Liuzzi Force India F1 + 31 lap(s)
18 J. Alguersuari Scuderia Toro Rosso + 34 lap(s)
19 R. Kubica BMW + 38 lap(s)
20 M. Webber Red Bull + 53 lap

planetf1.com

Software Resetter Printer-Perpanjang Umur Printer Kamu

Hola. Selamat Pagi semuanya.

Printer-printer jaman sekarang nih, kebanyakan umurnya nggak lama. Taruh kata maksimum umur printer bila dipakai 10 jam sehari adalah satu tahun pas. Ini pengalaman pribadi kawan saya yang punya printer Epson C90. Setelah satu tahun dipakai untuk warnet, headnya mulai aus dan operasional printer mulai rewel.

Coba bandingkan sama printer tahun 2000 kebawah. Misalnya printer Canon BJC 210. Ada user saya yang beli printer ini-bekas pula-pada tahun 2004. sampai sekarang printer tersebut masih jos gandos!

BJC210

Kalau dari pengamatan saya. Printer jaman dulu itu dibuat dengan ketangguhan yang maksimal dan dari pabriknya diusahakan untuk seawet mungkin. Kecuali print head atau cartridge secara keseluruhan, mesin-mesin printer jaman dulu lebih tangguh dibanding printer-printer sekarang.

Nah, gimana dengan printer masa kini? Kayaknya printer masa kini dibuat dengan perhitungan nilai ekonomis sejak dari pabriknya. Coba deh bayangin. Kalau printer bisa awet sampai bertahun-tahun, apa perputaran penjualan produsen printer nggak jadi seret? Kalau printer awet, ya si pengguna nggak bakalan beli printer baru lagi. Ya toh?!

Oleh karena itu printer masa kini sepertinya sudah dijejali pewaktu (timer) yang secara otomatis akan “merusak” dirinya sendiri. Wow. Tapi itu hanya pendapat saya pribadi lho.

Tapi coba deh rasakan sendiri. coba saja gunakan printer selama beberapa waktu. Selang beberapa lama printer akan mulai menampilkan pesan-pesan error, misalnya pada printer-printer Canon akan ada pesan error pada head atau yang umum adalah pesan error ink waste pad yang membuat printer berhenti bekerja secara total.

Memang sih fungsi ink waste pad sangat krusial. Dia menyerap kelebihan tinta yang keluar dari head dan dibuang ke waste pad sejenis busa padat di dasar printer. Jika waste pad ini sudah jenuh, maka tinta yang terserap akan luber dan berpotensi merusak motherboard printer.Tapi sepanjang pengamatan saya, waste pad ini tidak diawasi oleh secuil sensor apapun. Pesan error ink waste pad hanya dikendalikan oleh timer pada motherboard printer.

Jadi seringkali waste ink pad belum jenuh, timer sudah bekerja dan printer mogok.

—–

Bagaimana mengakali keadaan diatas? Apalagi -misalnya keadaan sudah larut malam dan ada deadline pekerjaan yang harus diselesaikan malam itu juga dan printer dituntut bekerja tanpa kerewelan.

Nah inilah gunanya software resetter.

software resetter berfungsi mengirimkan perintah-perintah ke printer yang sebenarnya bukan untuk konsumsi kalangan umum. Salah satunya adalah untuk me-reset timer/counter ink waste pad seperti penjelasan diatas. Dengan sofware resetter ini, printer dapat bekerja kembali karena counter kembali ke posisi 0.

Tapi ingat! Pada kasus ink waste pad, suatu saat busa penyerap itu ya harus diganti juga. Gejala waste pad sudah jenuh adalah bagian bawah printer suka “ngompol” atau keluar tinta dan mengotori body bawah printer.

Untuk artikel kali ini saya contohkan software resetter untuk printer Canon IP 1300/IP 1700

Jalankan GeneralTool.exe dan jalankan langkah-langkah berikut:

RESETTER

1. Nyalakan printer, tunggu hingga proses startup printer selesai (mekanisme printer sudah berhenti bekerja)

2. Tentukan printer Canon tersebut berada di port USB yang mana dengan memilih di drop down menu USB Port. Kalau nggak yakin, matikan printer lain yang terhubung ke port USB, jadi hanya printer Canon calon korban yang aktif.

3. Centang pilihan EEPROM CLEAR

4. Klik tombol MAIN dan PLATEN pada bagian Clear Waste Ink Counter.

5. Perhatikan printer akan berkedip yang menandakan proses clearing counter sudah berhasil

6. Selesai!

—– Maka printer siap digunakan kembali.

Sebenarnya fungsi software resetter ini masih banyak. Salah satu diantaranya adalah mengubah identifikasi printer menjadi model yang lain. Misalnya Canon IP 1300 menjadi IP 1700 (dan Windows meminta driver IP 1700 juga). Tapi itu diluar jangkauan artikel ini ya.

Wokeh selamat mencoba!