Android is My Choice! Review Samsung Galaxy Young (S5360)

Masih ingat gak, terakhir saya beli ponsel baru adalah di tahun 2008.

Waktu itu saya beli ponsel D-One SG 108 di Harco Mangga dua seharga Rp. 650.000. Waktu itu ponsel generik made in China belum begitu booming, nggak seperti sekarang. Saat itu ponsel generik masih cukup mahal harganya. Cobalah tengok saat ini. Dengan modal duit 200 ribuan, sudah dapat ponsel dengan fitur berlimpah.

Sejak ponsel D-One itu, saya nggak beli ponsel baru lagi. Akhir tahun 2010 saya beli ponsel bekas SonyEricsson W300i, dan sekarang ponsel tersebut rusak entah kenapa. Pastinya sih karena sering saya banting kalau lagi kesal ๐Ÿ˜ก

Akhirnya pilih punya pilih ponsel pengganti si SonyEricsson, mata saya tertuju pada ponsel-ponsel berbasis Android.

Kenapa nggak BlackBerry saja seperti kawan-kawan saya? Yah, semata-mata saya nggak sreg saja sama BB. Ini masalah selera aja. Saya lihat ponsel-ponsel berbasis Android sangat highly customizable, dan dengan hardware yang rata-rata cukup mumpuni untuk kebutuhan sehari-hari.

Setelah mutar-mutar sana sini (di web ๐Ÿ™‚ ) mencari ponsel Android dengan spesifikasi yang cocok untuk saya, akhirnya faktor penentu semakin mengerucut pada fitur-fitur seperti berikut:

1. Layar haruslah cukup besar >2 inci untuk kemudahan berselancar internet, mengolah data pada aplikasi office, dan untuk keperluan hiburan.

2. CPU dan RAM yang dimiliki harus cukup kuat untuk menjalankan aplikasi-aplikasi terkini.

3. Layar sentuh kapasitif

4. Harga yang terjangkau.

5. Stock OS Android yang nggak terlalu ketinggalan jauh.

Dari kelima faktor penentu tersebut, akhirnya pilihan jatuh pada ponsel Android Samsung Galaxy Young S5360 dengan spesifikasi sebagai berikut, diambil dari situs Samsung:

Platform:

  • 850 / 900 / 1.800 / 1.900MHz GSM&EDGE Band
  • 900 / 2.100MHz 3G Band
  • 3G Network&Data: HSDPA7.2
  • Android 2.3 (Gingerbread)

Display:

  • 262K Colour TFT Technology
  • 320 x 240 External Resolution
  • 3.0″ External Display Size

CPU ARM6 830 MHz / 160 MB RAM

Wi-fi, Bluetooth, A-GPS, pokoknya kumplit gan! ๐Ÿ˜€

Galaxy Y Tampak Depan.

Tampak Belakang. Kamera 2 MP. Cukup lah buat iseng-iseng!

 

Tampak Samping. Lumayan Tipis!

ย Yang saya suka dari Samsung Galaxy Y ini:

1. OS Android 2.3 Gingerbread yang sangat solid, dan nggak ketinggalan jaman,

2. Layar sentuh kapasitif yang responsif,

3. Dimensi keseluruhan yang sesuai dengan kebutuhan saya; nggak terlalu besar dan nggak terlalu imut,

4. CPU cepat dalam memproses aplikasi,

5. Hasil jepretan kamera cukup baik, walaupun nggak bening-bening amat.

6. Aplikasi, Theme dan Launcher yang berlimpah di Android Market,

7. Bonus MicroSD 2GB.

 

Contoh jepretan kamera Galaxy Y. Indoor dengan pencahayaan lampu fluorescent.

 

Contoh jepretan kamera Galaxy Y yang kurang senang terhadap cahaya dari outdoor. Kurang bagus. Maaf mengenai kaki yang di gambar ya ๐Ÿ˜€

Yang saya kurang suka dari Samsung Galaxy Y ini:

1. Grip pada body kurang sreg. Berasa licin dan takut jatuh saat memegang ponsel ini,

2. Kamera tidak ada LED Flash untuk membantu pencahayaan,

3. Batere yang ampun DJ boros sekalih bila fitur paket data selalu ON. Dengan aplikasi-aplikasi yang selalu ter-sinkronkan dengan Internet, batere Galaxy Y hanya bertahan 15-20 jam. Untungnya ada aplikasi penghemat baterai!

4. RAM hanya 160MB.

5. Ketergantungan pada mbah Google dan koneksi internet. Tanpa akun Google dan Internet, ponsel-ponsel Android dan ponsel moderen masa kini menjadi mati rasa, ilfeel, ibarat sayur jengkol, tanpa jengkol!

 

Yang ada di dalam Boks Samsung Galaxy Y:

Paket standar ponsel, didalam boks berisi CD software PC Sync KIES, kabel data, baterai, memori MicroSD 2GB, charger dan buku manual.

Berapa harga untuk semua fasilitas yang ada di Samsung Galaxy Y? Per November 2011, harga Jakarta di kisaran Rp. 1.150.000 – Rp. 1.250.000.

 

Kesimpulan:

Untuk saya pribadi sebagai Android user entry level, alias pemula dalam Android, Samsung Galaxy Y merupakan pilihan terbaik, harga terjangkau dengan fitur berlimpah. Harga Samsung Galaxy Y nggak beda jauh dengan ponsel Android generik made in China. Pastikan juga anda menggunakan paket internet yang disediakan operator pilihan anda. Tanpa paket internet, pastinya pulsa bakal jadi boros.

Oke. sampai ketemu lagi di artikel-artikel Go….!!!! BLOG selanjutnya yang pastinya nggak bikin kamuh GoBLOG ๐Ÿ˜€

 

Flash Disk Tester dengan Flashdrive Tester v 1.14

Masih ingat dengan flash disk Kingston Palsu yang saya tulis di artikel yang lalu?

Flash disk aspal yang saya beli cukup murah itu kerjanya nggak bener. Dipakai menyimpan atau transfer file, hasilnya korup. Dipakai untuk Eboostr, komputer jadi nge hang nggak karuan.

Selidik punya selidik, supaya saya nggak penasaran, si flash disk saya tes pakai software Flashdrive Tester, dan dari pengetesan, didapat hasil seperti ini:

 

Biarpun pengetesan belum selesai, tapi dari grafik di bagian bawah gambar sudah terlihat bahwa si flash disk berhasil melewati WRITE Test, namun gagal di COMPARE TEST, artinya, data setelah ditulis ke flash disk, setelah dibaca lagi hasilnya tidak sesuai,ย artinya flash disk aspal ini sudah nggak layak pakai!

Kalau mau coba, silakan sedot dulu softwarenya disini. Proses instalasi tetap memerlukan koneksi internet, karena installer yang disedot hanya mini installer.

Cara pakainya pun gampang. Di bagian atas Flashdrive tester tinggal pilih drive flash disk, pilih Select test type: Pilih saja yang paling lengkap, Write Read and Compare. Bila hasil pengetesan ingin disimpan di file log, centang pilihan Write Log File, dan klik tombol Start Test. Tunggu sampai test selesai.

Saat pengetesan berjalan, kisanak pun bisa lihat dari grafik Device Map dan arti masing-masing warna bloknya.

Gampang kan? Sedot deh!

Update Informasi Software Eboostr: Flash Disk yang Digunakan Harus Sehat!

Halow para pembaca yang budiman dimanapun anda berada.

Iseng punya iseng, saya coba kembali software eboostr yang katanya bisa meningkatkan kinerja komputer tanpa menambahkan RAM secara fisik. Memang pada beberapa waktu yang ย lalu (tepatnya dua tahun lalu, saat artikel eboostr dirilis..hi hi hi) saya pernah coba software ini, dan memang cukup bermanfaat untuk meningkatkan kinerja komputer. Nah, sekarang saya pingin coba lagi ini software, dengan memfokuskan pada penggunaan beberapa flash disk yang populer.

 

Kali pertama saya menjajal eboostr ini dengan menggunakan flash disk Kingston 4GB, yang nampak seperti flash disk Kingston palsu:

Kenapa saya bilang FD Kingston ini palsu? Dilihat dari ciri-ciri fisiknya kurang meyakinkan, logo Kingston pada body pun pudar, dan tidak ada merek “Kingston”. Pada kepala USB pun tidak ada embos merek Kingston seperti FD Kingston biasanya (CMIIW).

Dilihat di Windows Explorer pun, tidak terdeteksi FD Kingston. Malah Flash disk 4GB ini juga bermasalah pada operasi transfer file. Misalkan saya mau copy file berukuran 100 MB. Nah, yang ter-copy paling hanya 70-80 MB. Walah! pusing pokoknya. Tapi karena pingin tes Eboostr lagi. Akhirnya saya coba pakai FD “Kingston” ini.

Apa yang terjadi?

Kerja komputer tambah parah! Explorer crash terus. Saya tes buka-buka sofware, juga malah memperkeruh keadaan. Akhirnya Windows hang dan minta restart.

Saya tes kembali Eboostr dengan flash disk Kingston yang saya lihat sepertinya asli, fisiknya gak jauh dengan Kingston palsu seperti gambar diatas, hanya warnanya saja berbeda.

Hasilnya?

Windows berjalan mulus. Eboostr dapat menjalankan tugasnya dengan baik, dengan peningkatan kinerja 2x lipat dari sebelum menggunakan eboostr.

Jadi kesimpulannya gimana?

Kesimpulannya: Bila Eboostr crash, atau Windows crash akibat penggunaan Eboostr ini, coba cek dulu flash disk yang kisanak punya. Sebenarnya sih semua flash disk dengan USB 2.0 (480 mbps) bisa dipakai, asalkan flashdisk nya sehat, tidak ada bad sector, dan tidak ada kerusakan lainnya.

NB: Jangan tanya saya link download Eboostr yang full ya :). Tanya aja kisanak Google.

Thanks ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚