[Android] Sekelumit Cerita Mengenai Dalvik-Cache

Permasalahan yang menghinggapi sebagian besar handset generik berbasis Android adalah terbatasnya memory internal.

Sudah pasti yang saya maksud dengan handset generik adalah handset-handset lokal atau buatan RRC berbasis Android yang kini populasinya semakin membludak. Tapi walaupun begitu, kisanak tidak usah ragu bila ingin meminang salah satu smartphone Android lokal atau RRC tersebut, karena dari segi fitur dan performa tidak kalah dari sobat-sobatnya yang berasal dari tanah Korea Selatan, atau Jepang.

Sebagai contoh, bolehlah saya pamer sedikit tablet Advan-Vandroid T yang sudah saya pakai selama beberapa bulan ini. Dengan memory internal yang hanya 512 MB, setelah diinstal beberapa belas aplikasi pun si Vandroid T ini sudah teriak-teriak minimnya free space pada internal storage nya.

Vandroid T

Vandroid T

Jamu yang ampuh untuk menghilangkan penyakit minimnya internal memory pada semua perangkat Android sudah pasti adalah ROOT, lalu membuat partisi EXT2 pada memory eksternal, dan meng-instal aplikasi Link2SD yang tugasnya memindahkan aplikasi yang bersarang di internal memory ke partisi EXT2 pada eksternal memory. Dengan metode ini, aplikasi pihak ketiga, dan beberapa aplikasi sistem dapat dengan aman dipindahkan ke MicroSD, yang tentunya berujung pada leganya memory internal.

Lalu kisanak, apakah ceritanya berakhir disini saja? Lho yao nggak😀. Ternyata setelah beberapa pekan, penyakit

minimnya free space di internal memory kambuh kembali😦

Lho koq bisa? Padahal setelah dilihat di Link2SD, hampir semua aplikasi sudah dipindah ke MicroSD 8 GB.

Setelah diterawang dengan cukup seksama, ternyata walaupun aplikasi sudah dipindah ke MicroSD, ada semacam file penyangga yang tetap disimpan di internal memory, yang bersarang di lokasi /data/Dalvik-Cache.

Sontak saja ingatan saya kembali ke jaman dulu waktu saya sering menangani komputer-komputer sakit yang berbasis Windows XP. Windows XP ini juga mempunyai file penyangga atau istilah jepunnya disebut cache yang dinamai file PREFETCH. File Prefetch ini tugasnya sebagai buffer, sehingga pada waktu eksekusi sebuah program, XP tidak perlu mencari langsung file program tersebut pada lokasi aslinya, melainkan cukup melihat pada file Prefetch tersebut. Hasil akhirnya adalah eksekusi program yang lebih cepat.

Menurut pandangan awam seperti saya, si Dalvik-Cache ini juga tugasnya sama seperti Prefetch di Windows XP. Aplikasi-aplikasi akan dibuatkan cache nya di direktori Dalvik-Cache demi memangkas waktu eksekusi sebuah aplikasi.

Akhirnya, iseng punya iseng, dengan bersenjatakan aplikasi Root Explorer, semua file yang berada di lokasi /Data/Dalvik-Cache saya hapus semua, dan berikutnya me-reboot handset.

Proses start up setelah Dalvik-Cache dihapus didahului dengan layar “Android is Optimizing Applications”, dan berselang beberapa lama akhirnya masuk juga ke layar utama. Bagaimanakah hasilnya? ruang kosong pada internal memory bertambah cukup signifikan dan penyakit minimnya internal memory tidak muncul.

Eh, eh, eh… Ternyata berselang beberapa hari, penyakit minimnya internal memory itu muncul lagi!😦😦

Jadi saya mengambil kesimpulan, bahwa:

1. Besar file Dalvik-Cache berubah secara dinamis, mengikuti pergerakan aplikasi yang dijalankan,

2. Penghapusan Dalvik-Cache hanyalah sebagai solusi sementara menghilangkan penyakit Insufficient Internal Memory Storage.

3. Solusi permanen untuk menghilangkan penyakit minimnya internal memory ini saya rasa adalah menggunakan Custom ROM yang bisa memindahkan Dalvik-Cache ke partisi memory eksternal (CMIIW)

… Jadi, hingga kini, si Advan Vandroid T saya belum juga sembuh dari penyakit minimnya internal memory. Walaupun sudah di-root dan di-instal Link2SD. Barangkali ada para kisanak yang kebetulan sedang melintas di pondok Go….!!!! BLOG, dan punya solusi permasalahan ini, bolehlah diturunkan ilmunya melalui Pojok Komentar.

Sampai Jumpa!

..Nyuri kenari di rumah Pak Muhtar, ayo kemari ke Pojok Komentar😀😀😀

3 Responses

  1. Mantap gan ulasannya…sekedar sharing, saya juga punya masalah yang sama. Di Samsung S2 saya setelah di-root dan install custom rom OS 4.3 CWM 10.2 (minta tolong orang sih…)justru bikin problem seperti agan. Seakan2 Internal memory nya berkurang/seakan2 hilang 50% nya. Semua aplikasi yg mungkin dipindah ke ext memori, sudah dilakukan. Dalvik-Cache juga udah pernah dihapus pakai Lucky Patcher….Tapi tetep aja tidak menyelesaikan masalah. Bingung euyy…

    Gimana ya munculin internal storage yang sekarang ini seakan2 ngilang….alhasil ane punya S2 udah gak bisa install aplikasi baru kecualli ada aplikasi lama yang dihapus untuk bebasin space dulu…

  2. masalah yg sama gan, kalo saya sekalian dilink foldernya dalvik chace, dan folder app ke partisi ext2 dengan cara lewat rootexplorer copy folder dalvik cache dan folder app yg ada di data ke sdext2, kemudian folder dalvik cache dan folder app hasil copyan tadi dilink ke folder data dengan cara tahan agak lama nanti ada pilihannya link to this folder, lalu tekan back1x agar kembali ke directory data kemudian tekan create link.

  3. Hemmm sama aja…aq jg lg cai caranya gan……emg ada pa emng gk prnh ada ya.hehe…berdoa dulu X ya…semedi dl mungkin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: