Identifikasi USB Flash Drive Kingston KW

Sebelum kelupaan, ada baiknya saya bikin artikel mengenai identifikasi USB flash drive KW merek Kingston.

Salam jumpa para kisanak sekalian. Belum lama ini ada yang menawari saya flash disk 8 GB merek Kingston dengan harga fantastis, yaitu 25 ribu Rupiah saja. Hampir saja saya langsung buka dompet buat nebus flash disk tersebut, tapi saya langsung teringat dengan maraknya flash disk merek Kingston KW alias palsu. Akhirnya sejurus kemudian saya nyalain laptop buat tes dahulu flash disk tersebut, dan selanjutnya diketahui bahwa flash disk tersebut adalah flash disk palsu!

Sebenarnya artikel mengenai flash disk KW ini sudah banyak bertebaran di padepokan-padepokan lain. Tapi nggak ada salahnya toh saya naikkan kembali ya. Lantas gimana sih supaya mengetahui flash disk Kingston mana yang asli dan yang palsu? Berikut langkah-langkahnya menggunakan contoh flash disk Kingston Data Traveler G2 4GB asli milik saya.

1. Lihat di Hardware Properties Windows. Bila flash disk terbaca “Kingston Data Traveler” berarti flash disknya asli. Bila tidak ada tulisan Kingston, berarti flash disk tersebut palsu:

Kingston Asli

Kingston Asli

2. Tes flash disk menggunakan software H2TESTW. Software ini akan mengisi flash disk dengan sejumlah data hingga kapasitas maksimum, kemudian membacanya kembali untuk memastikan tidak ada cacat pada chip penyimpanan flash disk. Kisanak sudah pasti tahu, jika flash disk palsu kapasitas penyimpanan aktual tidak sama dengan kapasitas pada kemasan. Hasil pengujian pada flash disk Kingston Data Traveler G2 4GB asli seperti pada gambar:

FD1

 

FD2

3. Secara fisik, flash disk Kingston palsu LED indikatornya berwarna MERAH!

4. Pada beberapa model flash disk Kingston sudah tersemat teknologi Color Shift pada fisik flash disknya, yaitu ada bagian-bagian yang akan berubah warna bila dilihat pada sudut tertentu:

FD4

 

Model-model yang sudah menggunakan teknologi Color Shift yaitu:

microSDHC
DT Micro
DT100 G2
DT101G2
DT102
DT108
DT109
DT160
DT200
DT310
DTR-400
DTR-500
DTU30 G2
DT HyperX 3.0
SSDNow V200
SSDNow V+200
SSDNow V+180
SSDNow KC100
SSDNow S Series

5. Pada beberapa model, Kingston menggunakan kode warna sebagai penunjuk kapasitas penyimpanannya:

DTI/2GB  2GB* USB flash drive (2.0) - Hijau DTI/4GB  4GB* USB flash drive (2.0) - Ungu DTI/8GB  8GB* USB flash drive (2.0) - Hitam DTI/16GB  16GB* USB flash drive (2.0) - Merah Tua

DTI/2GB 2GB* USB flash drive (2.0) – Hijau
DTI/4GB 4GB* USB flash drive (2.0) – Ungu
DTI/8GB 8GB* USB flash drive (2.0) – Hitam
DTI/16GB 16GB* USB flash drive (2.0) – Merah Tua

DTIG2/2GB  2GB* USB flash drive (2.0) - Abu-abu DTIG2/4GB   4GB* USB flash drive (2.0) - Kuning DTIG2/8GB  8GB* USB flash drive (2.0) - Cyan (warna ape ye?) DTIG2/16GB  16GB* USB flash drive (2.0) - Merah DTIG2/32GB  32GB* USB flash drive (2.0) - Hijau Tua

DTIG2/2GB 2GB* USB flash drive (2.0) – Abu-abu
DTIG2/4GB 4GB* USB flash drive (2.0) – Kuning
DTIG2/8GB 8GB* USB flash drive (2.0) – Cyan (warna ape ye?)
DTIG2/16GB 16GB* USB flash drive (2.0) – Merah
DTIG2/32GB 32GB* USB flash drive (2.0) – Hijau Tua

DT150/32GB  32GB* USB flash drive (2.0) - Orange DT150/64GB  64GB* USB flash drive (2.0) - Merah & Hitam

DT150/32GB 32GB* USB flash drive (2.0) – Orange
DT150/64GB 64GB* USB flash drive (2.0) – Merah & Hitam

Sebenarnya masih ada beberapa petunjuk untuk membedakan flash disk Kingston asli atau palsu, tapi menurut saya 5 poin diatas sudah cukup sebagai rujukan. Lagian saya udah capek nulis ah!

Sumber:

Ebay UK (User Wakosako)

Kingston Product Verification

 

 

 

Mutilasi Tablet Cyrus Atom Pad Lite (1)

Gara-gara Micro USB port Cyrus Atom Pad Lite saya penyakitan, terpaksalah saya mutilasi itu tablet.

Biasanya sih tablet Cyrus itu dipakai anak saya buat main game, karena grafisnya yang lumayan mulus. Barangkali karena sering cabut-pasang charger, jadinya si port micro USB nya agak longgar, dan lama-lama patah di bagian penyangga pin dalamnya.

Bingung punya bingung karena nggak bisa nge-charge-ditambah si anak ngomel-ngomel karena nggak bisa main game kesayangannya-akhirnya saya putuskan saja untuk me-mutilasi tablet tersebut, dan membuat kabel by-pass untuk charging.

Cyrus AtomPad Lite WiFi

Android 4.0 Ice Cream Sandwich
1GHz Cortex Processor
7 Inch Capacitive Multitouch Screen
HDMI output
1.3MP front camera
4GB internal memory (expandable up to 32GB)
USB On The Go (upto 320GB)

Tapi kisanak pasti bertanya-tanya, apakah nggak sayang tablet ciamik macam Cyrus Atom Pad Lite itu dibongkar-bongkar, lalu di by-pass konektornya, hanya untuk charging saja? Yah untuk pertanyaan yang satu itu saya sudah punya jawabannya:

1. Cyrus Atom Pad Lite tidak punya koneksi 3G/SIM Card, jadinya saya nggak pakai tablet tersebut.

2. Bluetooth pun tak ada, adanya cuma Wi-Fi

3. Saya nggak perlu transfer data melalui kabel USB ke PC, karena SD Card nya sudah saya ambil buat dipasang di HP Cina.

4. Anak saya nggak peduli mau gimana nge-casnya, yang penting tabletnya nyala heheheh.

Langsung saja kisanak, kita menuju proses mutilasi tablet tersebut. Tapi sebelum kisanak ikut-ikutan bongkar-bongkar tablet milik kisanak, ada baiknya baca petunjuk dibawah ini:

Penulis tidak bertanggung jawab atas kerusakan yang timbul akibat artikel ini. Garansi produk menjadi tidak berlaku bila segel rusak!

Bahan-bahan yang dibutuhkan:

1. Kemampuan menyolder/Elektronika dasar

2. Solder minimum 40W dengan ujung runcing

3. Timah 60-40

4. Pinset

5. Obeng set Torx (obeng buat bongkar HP)

6. Isolasi/lakban secukupnya

Langkah Pengerjaan:

1. Buka body tablet Cyrus Atom Pad Lite. Tablet ini tidak menggunakan baut untuk mengikat bodynya, cukup dengan menggunakan ujung obeng pipih kecil, dan cungkil dengan halus klip-klip pengikatnya. Bila satu klip pengikat sudah berhasil di lepas, maka klip berikutnya pasti lebih mudah (Insya Allah)

Hati-hati mencungkil klip pengikat bodynya, karena ujung obeng bisa merusak pinggiran body.

Hati-hati mencungkil klip pengikat bodynya, karena ujung obeng bisa merusak pinggiran body.

2. Bila seluruh klip pengikat body sudah berhasil dilepaskan, pisahkan dengan hati-hati bagian depan dan belakang tablet. Satu-satunya hal yang membuat kedua body tablet masih terhubung adalah kabel speaker. Biarkan saja kabelnya, nggak usah diusik-usik.

3. Setelah body terpisah, akan terlihat mainboard dan baterai tablet seperti layout dibawah:

ADR3

 

4. Menggunakan solder yang telah dipanaskan, cairkan timah dan buka sambungan-sambungan kabel yang terhubung ke mainboard, seperti sambungan baterai, sambungan antena Wi-Fi, dan sambungan speaker.

5. Buka baut-baut pengikat mainboard

6. Bila mainboard sudah dapat bergerak bebas, lepaskan mainboard dengan hati-hati dari body tablet, dan tempatkan di tempat yang bersih, kering dan terang.

(Bersambung ke bagian 2. Lanjutannya menyusul)

 

Identifikasi Driver Hardware [lagi]

Sudah berpuluh-puluh tahun yang lalu, artikel dengan maksud yang sama sudah saya naikkan di padepokan ini.

Coba kisanak tengok artikel-artikel yang lalu mengenai identifikasi hardware. Pada 17 Mei 2011 saya sudah menurunkan artikel berjudul “Identifikasi Driver Melalui kode Hardware di Mainboard“, dan pada 30 November 2010 juga sudah menurunkan artikel yang berjudul “Mencari Driver yang Tepat untuk Hardware Anda“, tapi rupanya banyak saya jumpai para pengunjung padepokan Google yang hingga kini masih bertanya-tanya bagaimana caranya mencari driver hardware tertentu.

Kebetulan baru-baru ini saya juga mengalami kasus identifikasi driver sebuah laptop ACER 4253, yang aslinya di-desain untuk Windows 7, pemiliknya ingin men-downgrade OS nya ke Windows XP. Entah si empunya laptop itu aneh atau nyentrik, sudah ada OS yang lebih canggih, lha koq malah pingin kembali ke jaman dahulu kala. Ah udah lah, urusan orangnya nggak perlu saya pikirin. Nambah-nambahin uban aja nantinya ha ha ha ha….

Acer aspire 4253 and 5253 2

ACER ASPIRE 4253-E351G32MN
AMD E-Series processor E-350 (1 MB L2 cache, 1,60 GHz DDR3, 1066Mhz,18W),
AMD A50M Fusion ™ controller, hub
1GB DDR3 ,
320GB HDD,
DVD Supermulti double Layer Drive
14″ HD Acer CineCrystal™ LED-backlit TFT Lcd
ATI Radeon™ HD 6310 Graphics with 256 MB of dedicated system memory 2-in-1,
Media Reader ; HDMI™ port with HDCP support, Integrated Wireless WiFi Link 802.11b/g/Draft-N,
Acer Crystal Eye 1.3MP webcam,
Built-in Speaker
Genuine Windows 7 Starter

Singkat kata, setelah berkunjung ke padepokan ACER, ternyata driver untuk Windows XP sudah tidak disediakan lagi. Untuk sekelas pabrikan ACER, tidak disediakannya driver untuk XP menurut saya cukup memalukan, mengingat Microsoft masih memberikan dukungan teknis berupa update untuk Windows XP hingga 8 April 2014.

Karena saya lagi malas cari-cari driver menggunakan teknik yang saya buat sendiri, jadinya saya cari gampang saja yaitu begini:

1. Cari nama hardware yang akan dicari drivernya; Misalkan saya mau cari driver displaynya. Ternyata display hardware yang terpasang di ACER 4253 adalah AMD RADEON HD 6310. Koq saya bisa tau? Lha ada stiker AMD nya koq di laptopnya 😀

2. Kalau sudah dapat nama hardwarenya, langkah selanjutnya sudah pasti gampang, yaitu meminta wangsit dari padepokan Google, dengan kata kunci “AMD RADEON HD 6310 XP Driver.” Dan hasilnya adalah saya mendapatkan wangsit agar menuju padepokan LENOVO, yang lagi-lagi memalukan nama ACER, karena tetangga sebelahnya masih berbaik hati menyediakan driver untuk Windows XP!

3. Download!

Bagaimana dengan hardware yang lainnya? Ya lihat saja di padepokan ACER, pada halaman download drivernya, disitu sudah kelihatan jelas nama semua hardware yang terpasang di laptopnya:

ACER 4253

 

Kisanak tinggal ulangi langkah 1 diatas untuk mendapatkan driver XP nya.

Begitulah kisanak, cara paling gampang mencari driver hardware. Sampai ketemu lagi di Padepokan kita yang tercinta ini.