[Android] Cara Root Zenfone 4 Dengan PC

Rasanya sudah lama saya tidak melakukan rooting HH Android.

Seingat saya, HH (Handheld) terakhir yang saya root adalah Evercoss A12 pada 2014 lalu. Setelah itu HH Android yang saya gunakan notabene tidak begitu memerlukan rooting, ditambah sayanya juga males sih.

Lagipula coba kisanak pikir, dengan spesifikasi Android level menengah-atas sekarang ini apakah masih memerlukan root? Berbeda kasusnya pada jaman Android Jelly Bean kebawah yang masih berspesifikasi rendah, demi mendongkrak performanya rasanya rooting jadi menu wajib waktu itu.

Begitu juga yang saya rasakan pada HH Android yang saya gunakan sekarang ini, yaitu Asus Zenfone 4 dan Zenfone 5 dari buka bungkus baru sampai sekarang saya belum pernah colek-colek lebih dalam ke sistem, karena tanpa rooting pun pemakaian sehari-hari hampir tidak ada keluhan.

Sampai akhirnya saya menemui hal yang menjengkelkan di Zenfone 4 yang membuat saya harus melakukan rooting. Apakah yang bikin jengkel di Zenfone 4? Yaitu error insufficient storage saat akan menginstal aplikasi baru. Insufficient Storage menandakan space storage kurang untuk menyimpan aplikasi yang akan diinstal. Tapi yang bikin jengkel, sebenarnya storage internal masih ada space >500MB, dan storage external malah masih kosong >5GB. Disamping itu, aplikasi yang hendak saya instal pun hanya punya size <20 MB. Aneh kan?

Dengan rooting, permasalahan insufficient storage bakal hilang, karena aplikasi akan dipaksa pindah ke storage eksternal (Micro SD) menggunakan aplikasi Link2SD yang memang memerlukan privilege Root.

Baik langsung saja sediakan dulu beberapa hal untuk proses rooting Asus Zenfone 4:

  1. PC berbasis Windows. Saya menggunakan PC dengan Windows 7.
  2. Intel USB Driver for Android disini
  3. APK SuperSU dan Update Root Zenfone 4 (Root_V2_Zenfone 4_T001.rar) disini
  4. Kabel Data

Langkah Kerja

  1. Instal Intel USB Driver
  2. Ekstrak/Unzip file Root_V2_Zenfone 4_T001.rar
  3. hasil ekstrak copykan ke C:\Program Files\Intel Android Device USB driver
  4. Aktifkan USB Debugging di Zenfone 4 kisanak. Tap Settings-Developer Options-Centang USB Debugging. Bila Developer Options tidak muncul, silakan googling untuk cara memunculkannya.
  5. Matikan HH, nyalakan HH ke modus DroidBoot/FastBoot dengan cara menekan tombol Volume + dan Power bersamaan
  6. Hubungkan HH dengan PC
  7. Buka C:\Program Files\Intel Android Device USB driver di Windows Explorer, kemudian jalankan file Open.CMD (akan membuka command prompt)
  8. 37Ketik fastboot flash update root_zenfone4_v2.zip –>enter
  9. Tunggu hingga proses instalasi selesai yang akan tampak pada layar HH, dan HH akan reboot setelah instalasi selesai.
  10. Cek di HH apakah ada app SuperSU. Bila sudah ada, berarti Asus Zenfone 4 kisanak sudah ter-root.

photo_2016-10-26_22-22-05

Selanjutnya silakan manfaatkan privilege Root yang telah kisanak dapatkan pada Asus Zenfone 4.

Sampai jumpa pada artikel bermutu Go….!!!!BLOG lainnya.

 

[Mikrotik] Auto Max Limit Queue Tree Berdasarkan Average Rate

Beberapa waktu lalu sempat terpikir bagaimana caranya mengubah secara otomatis Max Limit berdasarkan Average Rate.

Pada kondisi warnet ada yang main game online, sudah barang tentu Max Limit Queue Tree untuk browsing tidak saya kasih mentok di 3Mbps. Namun bila kondisi tidak ada gamer, alias browsing semua, saya mengubah Max Limit untuk browsing mentok di 3Mbps.

Tapi karena mengubah Max Limit masih saya lakukan secara manual, terpikir bagaimana caranya membuat otomatisasi Max Limit merujuk pada Average Rate koneksi game online. Jadi bila Average Rate game online 0, maka Max Limit untuk browsing akan otomatis menjadi 3Mbps, dan sebaliknya bila Average Rate game online >1 Kbps, maka Max Limit browsing akan diturunkan ke 1,8 Mbps.

Untungnya Mikrotik mempunyai fitur Scripting dan Scheduler untuk tujuan otomatisasi tersebut. Berikut skrip dan penjelasannya!

Kita bermain di Winbox saja, dengan asumsi Mikrotik ROS kisanak sudah berfungsi penuh dan bisa diakses melalui Winbox. Konfigurasi yang saya gunakan di ROS untuk contoh script otomatis ini adalah Queue Tree seperti pada artikel sebelumnya:

34

Skrip dasar Auto Update berasal dari blog Mas Agus Ramdhani dengan sedikit perubahan oleh saya:

LANGKAH KERJA:

  1. Buka System/Script, buat script baru dengan nama bebas. Sebagai contoh dibawah saya namai skripnya queuetree

:global SetMaxLimit;
:global BW3M 3000000;
:global BW1M 1800000;
:local avgRate [/ queue tree get “3.Game” rate]
:log info “Max Limit –> $SetMaxLimit”;
:log info “Rate Game –> $avgRate”;
:log info “Rate Game –> ($avgRate = 0 or $avgRate < 1000)”;
:if ($avgRate < 1000) do={
:if ($avgRate = 0 or $avgRate < 1000) do={
:set SetMaxLimit $BW3M;
:log info “–> Max-limit Browsing berubah ke 3Mbps”;
} else={
:set SetMaxLimit $BW1M;
:log info “–> Max-limit Browsing berubah ke 1,8Mbps”;
};
} else={
:set SetMaxLimit $BW1M;
:log info “–> Max-limit Browsing berubah ke 1,8Mbps”;
};
/ queue tree set “4.Download” max-limit=$SetMaxLimit
};

2. Buka System/Scheduler, buat schedule untuk eksekusi skrip tersebut diatas. Sebagai contoh, saya buat scheduler dengan interval 1 menit. Jangan lupa pada kolom On Event masukkan nama skrip yang telah dibuat.

33

3. Selesai!

Bagaimana hasilnya?

Seperti gambar dibawah ini, bila Average Rate untuk game online berada di posisi 0 (atau tidak ada traffic), atau berada di bawah 1 Kbps, maka Max Limit untuk browsing akan auto update ke 3Mbps:

35

Sebaliknya, bila ada traffic di game online >1 Kbps, Max Limit browsing akan auto update ke 1,8 Mbps:

36

Silakan atur Max Limit, Average Rate dan interval eksekusi scriptnya sesuai dengan selera kisanak.

Sampai jumpa pada artikel menarik lainnya di Padepokan Go….!!!!BLOG yang kita cintai bersama.