[Android] Menyembunyikan File Multimedia Ditampilkan di Gallery

Kisanak pasti setuju, bahwa ada beberapa jenis file yang tidak ingin kita tampilkan pada Gallery Android.

Masalahnya, Gallery atau media manager pada Android akan memperlihatkan semua file multimedia yang bercokol di semua media penyimpanan. Bila kisanak punya file yang sensitif tentunya tidak ingin file tersebut muncul di Gallery. Contoh file multimedia yang muncul di gallery yaitu file gambar dan file video.

Tentunya ada banyak aplikasi di Playstore yang punya fungsi menyembunyikan file dari pantauan media manager. Tapi bila kisanak sedang tidak sempat, atau wi-fi tetangga sedang mati, bisa dicoba langkah sederhana dibawah ini:

  1. Buka file manager apa saja yang terpasang di Android kisanak
  2. Navigasi ke folder tempat file yang hendak disembunyikan
  3. Buat folder baru (new folder) dengan nama “.nomedia” (tanpa tanda kutip, dan perhatikan ada titik di depan)
  4. Lihat kembali di Gallery, biasanya jamu diatas langsung mujarab menyembunyikan file multimedia.

Langkah Alternatif

Bila langkah diatas tidak mujarab, kisanak bisa coba langkah alternatifnya:

  1. Buka file manager yang mendukung membuat file baru (new file), contoh Root Explorer
  2. Namai file tersebut dengan nama “.nomedia” (tanpa tanda kutip, dan perhatikan ada titik di depan)
  3. Lihat kembali di Gallery.
photo_2016-12-03_00-36-56

Contoh file .nomedia

Catatan:

Setelah dibuat, file .nomedia akan tidak terlihat pada file manager standar bawaan Android. Gunakan file manager yang lebih sakti untuk melihat atau menghapus file .nomedia. Contoh sudah saya sebutkan diatas.

Demikianlah kisanak. Sampai jumpa pada artikel bermutu Go….!!!!BLOG lainnya.

 

[Android] Memperbesar RAM dengan Swap Memory di Asus Zenfone 4

Makin hari, kebutuhan RAM di HH Android menyaingi kompatriotnya yaitu Desktop PC.

Rasanya mengikuti perkembangan Android bisa bikin orang tambah gila. Tengok RAM terpasang di smartphone Android yang sudah melebihi RAM di PC. PC saya saja RAM 2GB rasanya sudah cukup untuk keperluan sehari-hari dan game kelas menengah. Tapi coba tengok Android, rasanya RAM 1GB pun sudah keteteran untuk menjalankan >5 aplikasi.

Entah apa yang salah di Android, tapi bila kisanak jeli, berapapun RAM terpasang di Android kisanak, pada titik tertentu memory tersisa akan terus berkurang dan bahkan gejala lag akan muncul.

Disinilah peran swap memory muncul. Fungsi dasarnya yaitu menggunakan ruang kosong pada media penyimpanan untuk bertugas sebagai virtual memory. Sebagai contoh, bila ada proses yang tidak aktif pada RAM, proses tersebut akan dipindahkan ke virtual memory pada SD Card, dan selanjutnya RAM akan bisa digunakan untuk menangani proses yang aktif.

Fungsi swap memory diatas seolah-olah RAM yang terpasang menjadi lebih besar, karena ada bantuan dari virtual memory. Kira-kira begitu penjelasannya, kisanak.

Seperti swap memory yang saya pasang di Evercoss A12 kala itu, proses yang sama juga saya lakukan pada Asus Zenfone 4 dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Bahan-bahan yang diperlukan:

  1. Asus Zenfone 4 dengan stock ROM Android Kitkat ROOTED
  2. App BusyBox
  3. App Swapper
  4. Ruang kosong di SD Card sesuai selera. Catatan: Menggunakan SD Card sebagai swap memory akan mempersingkat umur SD Card karena pemakaian konstan. Gunakan SD Card yang bermutu tinggi, kalau bisa SD Card Class 10.

Langkah Kerja:

  1. Instal BusyBox
  2. Instal Swapper
  3. Buka Swapper, atur berapa ruang kosong di SD Card yang akan digunakan untuk virtual memory. Sebagai contoh, bila ingin menggunakan 1GB sebagai virtual memory, masukkan 1024 MB pada Swapper.

photo_2016-11-09_23-39-51

4. Biarkan Swappiness value pada posisi standarnya, centeng pilihan Enable SWAP to start Android

5. Klik CHANGE SWAP PATH, dan ubah path swap ke posisi root SD Card, lalu langkah terakhir klik CREATE SWAP. Tunggu beberapa saat sampai pembuatan file swap selesai.

6. Cek apakah file swap berhasil dibuat dengan file manager, lihat file swapper_swapfile pada root SD Card.

photo_2016-11-09_23-40-01

7. Dengan demikian, pembuatan swap memory telah selesai. Silakan dicoba pengaruhnya pada kinerja Android kisanak. Mudah-mudahan Android kisanak akan lebih gesit, segar bugar seger waras.

Sampai jumpa pada artikel Go….!!!!BLOG selanjutnya.

[Android] Cara Root Zenfone 4 Dengan PC

Rasanya sudah lama saya tidak melakukan rooting HH Android.

Seingat saya, HH (Handheld) terakhir yang saya root adalah Evercoss A12 pada 2014 lalu. Setelah itu HH Android yang saya gunakan notabene tidak begitu memerlukan rooting, ditambah sayanya juga males sih.

Lagipula coba kisanak pikir, dengan spesifikasi Android level menengah-atas sekarang ini apakah masih memerlukan root? Berbeda kasusnya pada jaman Android Jelly Bean kebawah yang masih berspesifikasi rendah, demi mendongkrak performanya rasanya rooting jadi menu wajib waktu itu.

Begitu juga yang saya rasakan pada HH Android yang saya gunakan sekarang ini, yaitu Asus Zenfone 4 dan Zenfone 5 dari buka bungkus baru sampai sekarang saya belum pernah colek-colek lebih dalam ke sistem, karena tanpa rooting pun pemakaian sehari-hari hampir tidak ada keluhan.

Sampai akhirnya saya menemui hal yang menjengkelkan di Zenfone 4 yang membuat saya harus melakukan rooting. Apakah yang bikin jengkel di Zenfone 4? Yaitu error insufficient storage saat akan menginstal aplikasi baru. Insufficient Storage menandakan space storage kurang untuk menyimpan aplikasi yang akan diinstal. Tapi yang bikin jengkel, sebenarnya storage internal masih ada space >500MB, dan storage external malah masih kosong >5GB. Disamping itu, aplikasi yang hendak saya instal pun hanya punya size <20 MB. Aneh kan?

Dengan rooting, permasalahan insufficient storage bakal hilang, karena aplikasi akan dipaksa pindah ke storage eksternal (Micro SD) menggunakan aplikasi Link2SD yang memang memerlukan privilege Root.

Baik langsung saja sediakan dulu beberapa hal untuk proses rooting Asus Zenfone 4:

  1. PC berbasis Windows. Saya menggunakan PC dengan Windows 7.
  2. Intel USB Driver for Android disini
  3. APK SuperSU dan Update Root Zenfone 4 (Root_V2_Zenfone 4_T001.rar) disini
  4. Kabel Data

Langkah Kerja

  1. Instal Intel USB Driver
  2. Ekstrak/Unzip file Root_V2_Zenfone 4_T001.rar
  3. hasil ekstrak copykan ke C:\Program Files\Intel Android Device USB driver
  4. Aktifkan USB Debugging di Zenfone 4 kisanak. Tap Settings-Developer Options-Centang USB Debugging. Bila Developer Options tidak muncul, silakan googling untuk cara memunculkannya.
  5. Matikan HH, nyalakan HH ke modus DroidBoot/FastBoot dengan cara menekan tombol Volume + dan Power bersamaan
  6. Hubungkan HH dengan PC
  7. Buka C:\Program Files\Intel Android Device USB driver di Windows Explorer, kemudian jalankan file Open.CMD (akan membuka command prompt)
  8. 37Ketik fastboot flash update root_zenfone4_v2.zip –>enter
  9. Tunggu hingga proses instalasi selesai yang akan tampak pada layar HH, dan HH akan reboot setelah instalasi selesai.
  10. Cek di HH apakah ada app SuperSU. Bila sudah ada, berarti Asus Zenfone 4 kisanak sudah ter-root.

photo_2016-10-26_22-22-05

Selanjutnya silakan manfaatkan privilege Root yang telah kisanak dapatkan pada Asus Zenfone 4.

Sampai jumpa pada artikel bermutu Go….!!!!BLOG lainnya.

 

Pilih Mana, Smartphone Android Dengan Prosesor Lebih Cepat Atau RAM Yang Lebih Besar?

“Kalau dulu sebelum era smartphone, berbagai macam merek ponsel seakan berlomba di sisi dimensi ukuran ponsel. Setiap produk anyar yang keluar ukurannya selalu lebih kecil dari sebelumnya”

Rasanya sudah lama juga saya tidak menyambangi padepokan kita yang sama-sama kita sayangi ini. Sejujurnya, karena kesibukan di sana-sini, disamping saya tidak sempat mengisi artikel, saya juga seperti kehilangan inspirasi harus mengisi artikel apa di padepokan kita ini. Tapi saya cukup senang, karena walaupun jarang ada artikel baru, padepokan kita ini tetap stabil pengunjungnya dari hari ke hari. Mohon maaf juga bila pertanyaan-pertanyaan yang dilayangkan di pojok komentar jarang atau lama mendapatkan tanggapan dari saya.

Kalau dulu sebelum era smartphone, berbagai macam merek ponsel seakan berlomba di sisi dimensi ukuran ponsel. Setiap produk anyar yang keluar ukurannya selalu lebih kecil dari sebelumnya, namun dari sisi fitur menjadi lebih baik dan lengkap dari waktu ke waktu. Kebalikan dari jaman itu, sekarang masuk era smartphone, tiap produk baru yang keluar menjadi lebih besar, dan lebih tipis dari segi ukuran, namun dengan fitur dan fungsi yang lebih baik. Smartphone kini sulit dibedakan dengan komputer PC, karena fungsi-fungsi yang disediakan di PC kini juga bisa dilakukan di smartphone.

Oleh karena itu, smartphone pun kini mempunyai spesifikasi seperti PC, yaitu dia punya CPU sebagai alat pemrosesan utama, RAM, -dan yang cukup mengejutkan- yaitu adanya GPU sebagai pemroses tampilan grafis.

Pertanyaan dan keluhan yang muncul dari para pengguna smartphone yang sudah seperti PC ini sudah pasti sama, yaitu tidak jauh dari kecepatan buka-tutup aplikasi, berpindah antar aplikasi (multi tasking), dan kemampuan menampilkan grafis resolusi tinggi dan tampilan 3D dari GPU.

PC-Smartphone-Tablet. Akankah PC akan digantikan oleh si kecil itu? (Gambar: Google)

PC-Smartphone-Tablet. Akankah PC akan digantikan oleh si kecil itu? (Gambar: Google)

Pertanyaan klasik pun sudah pasti muncul:

“Apakah kisanak akan memilih smartphone dengan CPU yang lebih cepat, atau RAM yang lebih besar?”

Pertanyaan tersebut sudah pasti akan saya jawab bergantung dari kebutuhan penggunaan smartphone tersebut. Tapi karena smartphone secara umum belum dapat menggantikan secara keseluruhan fungsi sebuah PC, maka saya akan menjawab pilihlah smartphone dengan RAM yang lebih besar, karena CPU belum begitu vital untuk operasional sebuah smartphone.

Smartphone berbasis Android masa kini mempunyai RAM minimal 256Mb hingga 4Gb. Bila kisanak menginginkan sebuah smartphone Android yang lebih singkat waktu booting nya, lebih cepat dan lebih mulus berpindah antar aplikasi, pilihlah smartphone dengan RAM minimal 1Gb. RAM dibawah 1Gb sulit untuk diajak bermanuver cepat. Belum lagi bila kisanak banyak memasang aplikasi yang menggunakan RAM, smartphone Android kisanak pasti akan sering bertemu dengan hantu kehabisan RAM.

Sebagai contoh, berikut aplikasi yang terpasang di Asus Zenfone 5-RAM 2Gb yang sekarang saya gunakan:

Dengan RAM 2Gb, masih banyak sisa RAM untuk aktifitas lainnya.

Dengan RAM 2Gb, masih banyak sisa RAM untuk aktifitas lainnya.

Bagaimana dengan smartphone dengan RAM dibawah 1Gb? Praktis tidak banyak aplikasi yang kodratnya berjalan di latar belakang yang bisa diinstal. Apalagi smartphone dengan RAM 256Mb seperti Evercoss A12 saya dahulu, hanya bisa diinstal BBM saja. Lebih dari itu akan kambuh gejala lag dan macet-macet 😀

Bagaimana mengakali sempitnya RAM? Ya kisanak tentu bisa me-root Android dan menginstal berbagai macam fungsi perbaikan, atau bisa juga dengan menggunakan Custom ROM yang lebih ringan. Tapi saya menyarankan lebih baik kisanak cari smartphone dengan RAM yang besar saja, karena pengalaman saya pribadi, kini saya tidak perlu me-root Asus Zenfone 5, karena secara umum kerjanya sudah baik di segala sisi. Bukankah rooting bertujuan melakukan perbaikan kinerja smartphone? Bila kerja smartphone sudah baik, masihkah kisanak perlu rooting?

Sampai berjumpa di edisi Go….!!!! BLOG selanjutnya ya. Pembahasan di artikel ini kayaknya bersambung 😀

Cara Mengganti Panel Touch Screen Evercoss A12

Seperti pada artikel sebelumnya, mau tidak mau panel touch screen Evercoss A12 harus diganti.

Tapi sebelum saya lanjutkan artikel ini, perkenankanlah saya menyampaikan permohonan maaf pada permirsa setia Go….!!!!BLOG, karena beberapa bulan ini tidak ada artikel baru karena kendala satu dan lain hil yang mustahal.

Sebagai kelanjutan dari Touch Screen Error di Evercoss A12 sebelumnya, sudah pasti touch sreen harus diganti, karena CWM Recovery yang saya instal, kernelnya tidak sesuai dengan hardware Evercoss A12. Tanpa ba-bi-bu lagi, silakan dicermati langkahnya dibawah ini. Tapi sebelumnya, siapkan dulu peralatan sebagai berikut:

1. Obeng Torx berbagai ukuran

2. Obeng minus kecil

3. Pencahayaan cukup

4. Pinset

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Buka casing belakang A12 dan kendurkan semua baut di sisi-sisi rangka, lalu dengan hati-hati cungkil pengunci casing tengah di sisi-sisi casing, hingga casing tengah bisa dilepaskan seperti pada gambar. Bila kesulitan menemukan pengunci casing, diraba saja dengan obeng minus pada pertemuan casing tengah dan rangka hingga ketemu kaitan pengunci, lalu congkel, dan seterusnya congkel semua pengunci hingga casing tengah dapat leluasa di angkat.

Tampak atas casing tengah sudah dilepaskan

Tampak atas casing tengah sudah dilepaskan

2. Lepaskan kabel fleksibel LCD dan kabel fleksibel touch screen, dengan cara membuka pengunci kabel fleksibel keatas.

Yang dilingkari merah adalah kabel fleksibel touch screen dan LCD

Yang dilingkari merah adalah kabel fleksibel touch screen dan LCD

Kabel Fleksibel Touch Screen sudah terlepas dari konektornya.

Kabel Fleksibel Touch Screen sudah terlepas dari konektornya.

3. Disinilah pekerjaan mulai agak rumit dan dibutuhkan ketelitian tinggi,

Kisanak harus melepaskan panel touch screen dengan cara mencabut secara hati-hati, karena touch screen tidak dipasang dengan cara dibaut, melainkan dengan cara di lem. Congkel salah satu ujung touch screen dengan obeng minus terkecil yang kisanak punya, lanjutkan dengan hati-hati mencongkel sisi seberangnya, dan hati-hati cabut panel dengan pinset. Langkah ini sebenarnya bisa berbeda-beda, tergantung kemauan kisanak saja, yang penting LCD yang ada di bawah panel touch screen tidak ikut rusak:

Jpeg

Jpeg

4. Lepaskan kabel fleksibel dan sirkuit touch screen dari mainboard melalui celah kecil di rangka A12:

Jpeg

5. Pasang touch screen pengganti dengan langkah-langkah yang sama seperti diatas, tinggal dibalik saja langkahnya (langkah 5 sampai langkah 1)

Catatan yang penting untuk diingat saat pemasangan touch screen:

a. Jangan lupa lepaskan plastik pelindung, dan plastik pelindung perekat touch screen, supaya touch screen bisa menempel kembali.

b. Karena kisanak berurusan dengan perekat, pastikan dulu panel touch screen sudah tepat posisinya sebelum memasang secara permanen.

c. Hati-hati LCD kena tekan, atau kena benturan.

d. Bagian tersulit pemasangan touch screen adalah memasukkan kabel fleksibel dan sirkuit touch screen melalui celah pada rangka, pastikan sirkuit tidak terlipat atau tergores saat proses pemasangan.

Setelah touch screen diganti, silakan tes dengan power on dan rasakan khasiatnya:

A12 Setelah penggantian touch screen

A12 Setelah penggantian touch screen. Tampilan A12 menggunakan custom ROM Acer.

Baik, saya rasa cukup sekian dari saya, silakan kisanak praktekkan pada Evercoss A12 milik kisanak (atau milik orang lain juga boleh bila si empunya barang mengijinkan hehehe)

Sampai ketemu pada artikel lainnya, hanya di Go….!!!!BLOG.

Hardbrick dan Touchscreen Error di Evercoss A12

Tangan jail pasti suatu saat akan kena batunya.

Begitulah yang terjadi pada handset Evercoss A12 saya. Dari sekian banyak HH Android yang saya usili, belum ada yang rusaknya parah total akibat ulah saya sendiri, seperti pada Evercoss A12 ini.

Jadi ceritanya bermula pada keisengan malam hari H-4 Idul Fitri. Setelah sukses rooting dan instal virtual memory, tibalah ritual selanjutnya, yaitu oprek GPU. Seperti biasa saya menginstal driver 3D Chainfire3D dan reboot HH. Disinilah prahara bermulai, kisanak. Setelah reboot, HH stuck di boot logo dan tidak mau masuk ke home screen 😦

Saya coba cabut batre dan melakukan cold boot berkali-kali, namun HH masih terdiam membisu di boot logo. Dari situ saya asumsikan HH mengalami softbrick karena instalasi Chainfire3D. Langkah selanjutnya sudah pasti melakukan re-flash ROM. Tapi karena saya belum sempat mem-back up stock ROM, saya harus mencari stock ROM, atau custom ROM di web, sekaligus memasang custom recovery untuk mendukung instalasi ROM.

Disinilah prahara selanjutnya datang. Setelah sukses menginstal Carliv Touch CWM Recovery dan custom ROM, HH bisa masuk ke home screen/first time wizard, namun touch screen seakan terbalik dan kacau. Apa yang saya tap di layar tidak sinkron dengan input pada HH. Bisa ditebak, jangankan menyelesaikan first time wizard, masuk home screen pun susahnya minta ampun, kisanak!

Dari kejadian itu HH saya diamkan berhari-hari hanya demi mencari wangsit di padepokan Google. Saya pikir dengan mengembalikan ke stock ROM akan menyembuhkan penyakit touchscreen nya, tapi ternyata tidak. Setelah sukses download stock ROM, ada kesalahan saya kembali, yaitu saya NAND Format HH melalui SPFlash Tool, dan akibatnya HH malah hardbrick alias tidak hidup sama sekali!

Kembali HH saya diamkan berhari-hari hingga saya bergabung di sebuah grup Facebook Evercoss A12, dan ternyata cukup banyak kisanak-kisanak yang mengalami penyakit serupa. Dan saya berhasil menghidupkan HH dan kembali ke permasalah awal, yaitu softbrick-stuck di boot logo.

Dari situ saya mengambil kesimpulan, bahwa instalasi Carliv Touch CWM Recovery menyebabkan kerusakan hardware touchscreen, karena kernel yang digunakan tidak sesuai dengan Evercoss A12. Akibat yang timbul karena kernel yang tidak sesuai dengan hardware adalah digitizer touchsreen yang rusak. Barangkali ada kisanak yang mempunyai penjelasan yang lebih mumpuni, silakan coret-coretnya di pojok komentar.

Bagaimana kondisi HH Evercoss A12 saya sekarang? Panel touchscreen nya sudah saya lepas, dan saya coba cari penggantinya yang sesuai. Setidaknya saya dapat ilmu baru, yaitu cara obrak-abrik hardware Android dan melepas panel touch screen 😀 :D.

Memperbesar RAM Evercoss A12 Dengan Virtual Memory (Plus Bonus Rooting)

Ahoy kisanak. Baru genap 8 hari handset Evercoss A12 di tangan, saya sudah nggak sabar untuk mengusilinya.

Ditambah pengalaman yang mengesalkan seperti yang sudah saya sampaikan pada artikel sebelumnya, yaitu karena RAM nya hanya 256 Mb, buka tutup dan penggunaan aplikasi jadi lambat dan semakin lama kesabaran semakin menipis. Akhirnya seperti biasa saya mencari terawangan dari Padepokan Google, dan saya mendapatkan wangsit bahwa untuk mengobati penyakit lambat Evercoss A12 dibutuhkan jamu Virtual Memory yang berfungsi sebagai pendamping RAM.

Apa itu Virtual Memory?

Seperti pada sistem Unix yang disebut juga Swap Memory dan pada Windows yang disebut Virtual Memory dibuat sebagai alternatif keterbatasan RAM. Bila RAM sudah habis terpakai untuk berbagai macam aplikasi, maka sistem akan membuat RAM virtual di media penyimpanan lokal seperti harddisk atau memory card. Dengan demikian gejala kehabisan RAM tidak akan terjadi.

Baik kisanak, kita langsung saja dengan langkah-langkah kerjanya dengan contoh Evercoss A12:

1. Rooting

2. Instalasi Busybox

3. Instalasi aplikasi Simple Root Swap

4. Membuat dan meng-aktifkan Swap Memory.

Bahan-bahan yang dibutuhkan:

1. Handset Evercoss A12

2. Download BusyBox di Playstore (Bebas pilih yang mana saja)

3. Download Simple Root Swap di Playstore

4. Micro SD Card dengan free space >500 MB, tidak usah di partisi.

Perhatian:

Rooting berakibat gugurnya garansi. Walaupun semua yang tertera pada artikel ini sudah saya coba dengan perangkat sendiri dengan hasil yang baik, bukan jaminan bahwa hasil yang sama akan didapat pada handset kisanak. Segala resiko yang timbul menjadi tanggung jawab kisanak.

Langkah Kerja:

1. Download dan install Framaroot

– Buka Framaroot. Pilih Install SuperSU, dan pilih exploit Boromir. Tunggu hingga muncul notifikasi proses rooting selesai, dan restart handset.

framaroot

2. Download dan install Busybox

– Buka Busybox dan klik Install untuk instalasi Busybox sesungguhnya kedalam sistem.

BusyBox

3. Download dan install Simple Root Swap

– Buka Simple Root Swap, masukkan space memory card yang akan dibuat virtual memory, atau biarkan standar di 200 MB

– Tap Re/Create. Tunggu sebentar sampai proses pembuatan virtual memory selesai,

– Tap Auto Start,

– Tap On.

SRS1 SRS2

Dengan demikian proses pembuatan virtual memory telah selesai!

Perlu diingat bahwa free space memory card akan berkurang sebesar nilai file swap memory/virtual memory, dan file swap memory tersebut disimpan di root folder memory card:

Perhatikan adanya file SimpleSwap dengan size 200 MB, sesuai dengan setting pada Simple Root Swap.

Perhatikan adanya file SimpleSwap dengan size 200 MB, sesuai dengan setting pada Simple Root Swap.

Setelah semua proses selesai, silakan kisanak gunakan handset seperti biasa, dan khasiatnya akan segera terasa. Membuka-tutup dan olah aplikasi akan terasa lebih gegas, tidak seperti sebelumnya.

Silakan dicoba, dan sampai jumpa pada artikel bermutu lainnya di Go….!!!!BLOG.