CERN Large Hadron Collider-Kiamat Bagi Bumi? (No…Not Yet..)

Beberapa minggu ini jagad interweb sedang terfokus pada satu kegiatan yang sangat menentukan bagi umat manusia. Bahkan saking pentingnya banyak rumor yang beredar bahwa kegiatan ini akan membuat bumi dalam bahaya. Bahkan bisa dikatakan satu kegiatan ini akan membuat umat manusia dalam kebinasaan!

Kegiatan apakah yang sedemikian membuat gempar seluruh dunia ini?

Adalah CERN (Conseil Europeen pour la Recherce Nucleaire) atau European Council for Nuclear Research, sebuah organisasi negara-negara Eropa untuk penelitian nuklir yang didirikan tahun 1954. CERN bermarkas besar di Jenewa. Saat ini negara-negara anggotanya adalah Austria, Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Italia, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slowakia, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Inggris, sedangkan India, Israel, Jepang, Federasi Rusia, Amerika Serikat, Turki, Komisi Eropa dan UNESCO berstatus sebagai pengamat.

CERN juga adalah pelopor lahirnya World Wide Web (WWW) dengan sang penemunya adalah Tim Berners-Lee. Klik disini untuk melihat web server pertama di dunia dan juga yang menjadi website pertama di dunia.

CERN LHC

Kegiatan terkini yang dilakukan oleh CERN adalah menjalankan-untuk pertama kali-sebuah mesin. Mesin raksasa yang dibuat untuk lebih memahami alam semesta kita yang disebut dengan The Large Hadron Collider (LHC).

LHC adalah perangkat ilmiah raksasa yang berada di dekat Jenewa, dimana luasnya menjangkau antara perbatasan Swiss dan Perancis dan terletak 100 meter dibawah tanah. Mesin ini bertindak sebagai akselerator partikel yang dapat digunakan oleh fisikawan untuk mempelajari partikel terkecil yang diketahui-partikel dasar yang membentuk semua hal. Mesin ini akan memperbarui pemahaman kita, dari dunia terkecil jauh didalam atom-atom hingga luasnya alam semesta kita.

 

Large Hadron Collider

Large Hadron Collider

Dua sinar dari partikel-partikel sub atomik yang disebut “hadrons”-entah Proton atau ion-ion utama lainnya-akan berjalan dengan arah berlawanan didalam akselerator yang berbentuk lingkaran, dan menambah energi di tiap putarannya. Fisikawan akan menggunakan LHC untuk membuat reka ulang keadaan tepat setelah Big Bang, dengan cara menabrakkan dua sinar tersebut dengan tingkat energi yang sangat tinggi. Tim-tim fisikawan dari seluruh dunia akan menganalisa partikel-partikel yang tercipta dari tabrakan tersebut menggunakan detektor khusus pada beberapa percobaan yang dikhususkan untuk LHC.

Ada banyak teori yang dikemukakan berkaitan dengan hasil yang didapat dari tabrakan tersebut, tapi yang utama adalah dunia baru fisika akan muncul dari akselerator ini. Pengetahuan akan partikel-partikel baru ini akan berlanjut pada penjelasan cara kerja alam semesta kita. Selama beberapa dekade lalu, model standar dari fisika partikel telah melayani para fisikawan untuk memahami dasar-dasar hukum alam. Namun ini tidak dapat dengan utuh menceritakan semuanya. Hanya dengan data-data percobaan menggunakan LHC-lah yang bisa mendorong lebih maju pengetahuan kita, menantang mereka yang mencari kepastian dari pengetahuan yang telah ada, dan bagi mereka yang berani bermimpi melebihi kerangka berpikirnya. Tabrakan yang terjadi di dalam LHC akan menghasilkan temperatur yang 100,000 kali lebih panas dari inti matahari. Fisikawan berharap dalam keadaan ini, proton dan neutron akan “meleleh”, membebaskan quark dari ikatannya dengan gluon. Ini seharusnya menciptakan keadaan yang disebut quark-gluon plasma, yang kemungkinan tercipta tepat setelah Big Bang saat alam semesta masih luar biasa panas. Percobaan ini juga disebut ALICE (A Large Ion Collider Experiment). 

Kolaborasi ALICE ini merencanakan mempelajari quark-gluon plasma saat mengembang dan mendingin, lalu mengamati bagaimana keadaan tersebut memberikan kesempatan lahirnya partikel-partikel yang merupakan materi dari alam semesta kita kini.

 

Apakah kegemparan yang disebabkan oleh LHC ini? Dimana para ilmuwan menyatakan kegelisahannya jika LHC betul-betul diaktifkan? Berikut intisarinya :

Sinar Kosmis

LHC, seperti akselerator partikel lainnya, menghasilkan fenomena alam dari sinar kosmis dibawah kondisi laboratorium yang terkendali, dan membuatnya dapat dipelajari dengan lebih teliti. Sinar kosmis adalah partikel yang dihasilkan di luar angkasa, beberapa terakselerasi ke tingkat energi yang jauh lebih tinggi daripada yang dihasilkan oleh LHC. Energinya yang sampai ke atmosfir bumi telah diukur dengan percobaan-percobaan dalam jangka waktu lebih dari 70 tahun. Kemungkinan adanya konsekuensi berbahaya berlawanan dengan apa yang dilihat oleh para ahli astronomi-Bintang-bintang dan galaksi masih ada.

Lubang hitam mikroskopis

Alam membentuk lubang hitam saat bintang tertentu, lebih besar dari matahari kita, runtuh kedalam dirinya sendiri pada masa akhir usianya. Bintang tersebut memampatkan materi dalam jumlah luar biasa pada ruang yang sangat kecil. Spekulasi mengenai lubang hitam mikroskopis yang terbentuk di LHC adalah sebagai hasil tabrakan sepasang proton, namun energi yang dihasilkan dibandingkan dengan yang terjadi di alam adalah seperti nyamuk dan pesawat terbang. Lubang hitam astronomi lebih berat dari yang dihasilkan oleh LHC

 

LHC's First Beam

LHC

Sinar Pertama LHC-Mengakselerasikan Ilmu Pengetahuan

Jenewa, 10 September 2008. Sinar pertama di Large Hadron Collider dengan sukses mengelilingi akselerator terkuat di dunia sepanjang 27 kilometer pada pukul 10.28. Kisah bersejarah ini menandai momen penting peralihan dari dua dekade persiapan menuju era pengungkapan misteri ilmu pengetahuan.

Menyalakan akselerator partikel baru membutuhkan lebih dari hanya menyalakan saklar. Ribuan dari elemen-elemen individu harus bekerja secara serasi, pewaktuan harus diselaraskan hingga satu per semilyar detik, dan sinar yang lebih tipis dari rambut manusia harus digerakkan untuk ditabrakkan. Kesuksesan hari ini menandai keberhasilan langkah pertamanya, dan pada beberapa minggu berikutnya, saat operator LHC sudah mempunyai pengalaman dan kepercayaan diri dengan mesin barunya, sistem akselerasi akan dijalankan, dan sinar akan mulai ditabrakkan untuk memulai proses riset.

Sekali sinar telah berhasil ditabrakkan, akan ada periode pengukuran dan kalibrasi dari empat percobaan utama LHC, dan hasil barunya akan muncul dalam jangka waktu satu tahun. Percobaan dengan LHC akan memungkinkan fisikawan menyelesaikan perjalanan yang dimulai dari penjelasan gravitasi Newton. Gravitasi bertindak atas massa, namun hingga sejauh ini ilmu pengetahuan belum bisa menjelaskan mekanisme apa yang menghasilkan massa. Percobaan pada LHC akan menyediakan jawabannya. Percobaan LHC juga mencoba meraba materi gelap alam semesta yang misterius-Materi yang nampak sepertinya hanya 5% dari yang seharusnya ada, sementara sekitar seperempatnya dipercaya sebagai materi gelap (dark matter). Mereka akan menyelidiki preferensi alam atas materi diatas anti materi, dan mereka akan meraba materi saat berada dalam tahap awal permulaan waktu.

 

KECEMASAN AKAN LHC BERUJUNG PADA TEWASNYA SATU ORANG

Chayya, gadis india berusia 16 tahun dari Madhya Pradesh India, meminum pestisida yang berakibat menghilangkan nyawanya. Dia takut atas dinyalakannya LHC dan akan menghancurkan bumi. Komunitas internet semakin menguatkan ketakutannya itu. Berikut video yang meramalkan apa yang terjadi bila LHC dinyalakan :

Sumber :

CERN Press Release

About CERN

LHC Safety Information

Uberreview.com

 

 

 

 

 

Berasal Dari Manakah Alam Semesta ? (3-Habis)

Part 3 : Kenapa Big Bang adalah kejadian yang paling tepat terencana dalam sejarah.

Di dalam lemari dapur anda, anda mungkin mempunyai botol penyemprot dengan ujung yang dapat diatur. Jika anda memutar ujungnya ke satu arah, dia akan menyemprotkan kabut air yang halus ke udara. Jika anda memutar ujungnya ke arah sebaliknya , dia akan menyemprotkan air dengan lurus. Anda memutar ujung tersebut ke posisi yang tepat sehingga anda bisa membersihkan kaca, membersihkan kotoran atau apa saja.

JIka semesta telah mengembang sedikit terlalu cepat, maka zatnya akan terpancar ke angkasa seperti kabut tipis yang menyemprot dari botol air-Saking cepatnya hingga ber-gazillion partikel debu akan melesat dengan kecepatan tak terhingga dan bahkan tidak akan membentuk sebuah bintang.

Jika semesta mengembang sedikit lebih lambat, material-materialnya akan menetes seperti tetesan besar air, lalu melesak kembali ke asalnya karena kekuatan gravitasi.

sedikit terlalu cepat, anda akan mendapatkan pancaran kabut debu halus tak berarti, sedikit terlalu lambat, maka seisi semesta akan melesak kembali menjadi satu lubang hitam yang besar.

Hal yang mengejutkan adalah betapa sempitnya perbedaan tersebut. Untuk mencapai keseimbangan yang sempurna antara terlalu cepat dan terlalu lambat, sebuah kekuatan, sesuatu yang para fisikawan menyebutnya “istilah Energi Gelap” (The Dark Energy Term) harus akurat sampai satu persepuluh dengan nol berjumlah 120 digit.

Jika anda menuliskannya kedalam desimal, maka angkanya akan terlihat seperti ini :

0.000000000000000000000000000000
00000000000000000000000000000000
00000000000000000000000000000000
0000000000000000000000000000001

Pada makalah mereka “Disturbing Implications of a Cosmological Constant” dua orang ilmuwan ateis dari universitas Stanford menyatakan bahwa keberadaan istilah energi gelap akan memerlukan keajaiban… “Sebuah agen tak dikenal” yang mempengaruhi sejarah kosmis “dengan alasannya sendiri.”

Hanya sebagai perbandingan, sebuah contoh dari karya rancang bangun terbaik manusia adalah Teleskop Gravity Wave, yang dibangun dengan ketelitian hingga 23 kali nol.

Perancangnya, Sang ‘agen eksternal’  yang menciptakan semesta kita pasti memiliki pengetahuan, kepintaran, kreativitas dan kekuatan trilyun dan trilyunan kali lebih besar dari yang dimiliki manusia.

Sangat menakjubkan.

Sekarang seorang manusia yang tidak percaya pada Tuhan harus menemukan cara untuk menjelaskan ini.

Image taken from http://www.space-art.co.uk

Satu lagi dari banyak penjelasan yang umum tampaknya adalah “Adanya jumlah semesta yang tidak terbatas, jadi tidak terhindarkan bahwa ada beberapa hal yang berjalan benar pada salah satu dari semesta itu.”

Teori “Semesta yang tak terbatas” adalah teori yang benar-benar menakjubkan. Coba pikirkan, jika ada jumlah semesta yang tak terbatas, maka benar-benar segalanya tidak hanya mungkin…Tapi memang benar terjadi!

Itu berarti bahwa di suatu tempat, di suatu dimensi, ada semesta dimana Chicago Cubs memenangkan kejuaraan dunia tahun lalu. Ada semesta dimana Jimmy Hoffa tidak menjiplakkan kakinya di semen;malahan dia menikahi Joan Rivers dan menjadi presiden Amerika Serikat. Bahkan ada semesta dimana Elvis meninggalkan kecanduan narkobanya dan masih tinggal di Graceland serta masih menyanyi di konser-konser. Bayangkan kemungkinan-kemungkinannya !

Saya mungkin terdengar sedang bercanda, tapi sebenarnya saya benar-benar serius. Untuk mempercayai adanya jumlah semesta yang tak terbatas yang membuat kehidupan dengan kesempatan yang acak adalah juga mempercayai apa yang telah saya katakan sebelumnya.

Beberapa orang percaya kepada Tuhan dengan huruf “T” besar.

Dan beberapa orang percaya dengan Kesempatan dengan huruf “K” besar.

Terjemahan bebas dari situs : cosmicfingerprints.com

Penulis : Perry Marshall

Berasal Dari Manakah Alam Semesta ? (2)

Part 2 : “Kotoran Burung di Teleskopku”

Teori Big Bang pertama kali benar-benar ditolak. Tapi mereka yang mendukungnya telah memperkirakan bahwa penyalaan dari Big Bang telah meninggalkan semacam radiasi “kilasan panas”

Jika kayu bakar yang besar dan hitam menghasilkan panas yang dapat anda rasakan, lalu dengan langkah yang sama, Big Bang seharusnya menghasilkan jenis panasnya sendiri yang akan bergema melintasi semesta.

Pada 1965, tanpa melihat langsung, dua fisikawan di laboratorium Bell di New Jersey menemukannya. Pada awalnya, Arno Penzias dan Robert Wilson merasa terganggu, karena saat mencoba memperhalus penangkapan antena radio yang paling sensitif, mereka tidak bisa menghilangkan sumber desis yang mengganggu. Mereka mendengar desis ini kemanapun antena diarahkan.

Awalnya mereka pikir desis itu adalah kotoran burung. Antena tersebut sangat sensitif yang dapat menangkap panas dari kotoran burung (yang tentu saja masih hangat saat masih baru dikeluarkan) Tapi meskipun sudah dibersihkan, mereka masih mendengar desis itu.

Desis ini sebenarnya sudah diperkirakan dengan sangat teliti oleh ahli astronomi lainnya, dan setelah setahun memeriksa dan memeriksa kembali data, mereka sampai pada satu kesimpulan : Teori Big Bang yang gila ini adalah benar.

Pada sebuah wawancara, Penzias ditanya kenapa ada banyak penolakan pada teori Big Bang.

Dia mengatakan,”Sebagian besar fisikawan akan mencoba menggambarkan semesta dengan cara yang tidak memerlukan penjelasan. Dan karena ilmu pengetahuan tidak bisa *menjelaskan* semuanya-ilmu pengetahuan hanya bisa *menggambarkan* sesuatu-yang dengan jelas masuk akal. Jika anda punya semesta yang memang selalu ada disana, anda tidak akan menjelaskannya, bukan?”

“Seseorang bertanya pada anda, ‘Mengapa semua sekretaris di perusahaan anda adalah perempuan?’ Anda bisa bilang, ‘Yah, memang sudah begitu adanya.’ Itulah cara yang tidak memerlukan penjelasan. Jadi dengan cara yang sama, teori-teori yang tidak memerlukan penjelasan cenderung menjadi teori yang diterima oleh ilmu pengetahuan, yang dengan sempurna dapat diterima dan menjadi jalan terbaik yang membuat ilmu pengetahuan dapat bekerja.”

Tapi pada teori yang lebih tua bahwa semesta adalah abadi, dia menjelaskan: “Teori tersebut menjadi sangat jelek hingga orang-orang tidak menerimanya. Apa yang kita temukan-teori yang paling sederhana-adalah penciptaan dari yang tidak ada, penampakan dari yang tidak ada dari semesta.”

Penzias dan rekannya, Robert Wilson, memenangkan hadiah Nobel untuk pengungkapan radiasi ini. Teori Big Bang kini adalah salah satu dari teori yang paling absah pada semua bidang ilmu pengetahuan.

Robert Wilson ditanya oleh seorang jurnalis Fred Heeren apakah Big Bang mengindikasikan adanya seorang pencipta.

Wilson berkata,”Sudah pasti ada sesuatu yang mengaturnya. Sudah pasti, bila anda orang beragama. Saya tidak dapat berpikir mengenai teori yang lebih baik mengenai asal usul semesta yang dapat menyamai dengan Sang Asal Kejadian.”

Terjemahan bebas dari situs : cosmicfingerprints.com

Penulis : Perry Marshall

Berasal Dari Manakah Alam Semesta ? (1)

Part 1 : Kebingungan besar Einstein

100 tahun yang lalu, Albert Einstein mempublikasikan tiga makalah yang mengguncang dunia. Makalah-makalah ini membuktikan keberadaan atom, memperkenalkan teori relativitas, dan menjelaskan mekanika kuantum.

Permulaan yang cukup baik untuk ilmuwan yang baru berumur 26 tahun, ya ?

Perhitungan-perhitungannya dalam relatifitas memperlihatkan bahwa alam semesta mengembang. Hal ini mengganggunya, karena bila memang mengembang, alam semesta pasti punya awal dan permulaan. Karena dia tidak tertarik akan pemahaman diatas, Einstein memperkenalkan sebuah “fudge factor” yang memastikan semesta yang “diam”. Satu semesta yang tidak punya awal atau akhir.

Tapi pada 1929, Edwin Hubble memperlihatkan bahwa galaksi-galaksi terjauh telah menjauh dari satu sama lain, persis seperti perkiraan model Big Bang. Jadi pada 1931, Einstein menguatkan apa yang kemudian dikenal sebagai teori Big Bang, dan mengatakan, “Ini adalah penjelasan mengenai penciptaan yang paling indah dan memuaskan dari yang pernah saya dengar”. Dia mengutarakan bahwa “fudge factor” untuk mencapai semesta yang diam adalah kebingungan terbesar dari karirnya.

Teori-teori Einstein telah dibuktikan dengan cermat serta dibenarkan oleh pengukuran-pengukuran dan eksperimen-eksperimen. Tapi ada yang imbas yang lebih penting dari penyingkapan Einstein. Tidak hanya semesta yang mempunyai permulaan, tapi waktu (time) itu sendiri, dimensi kita dari sebab dan akibat, dimulai dari Big Bang.

Benar–Waktu tidak ada sebelum Big Bang. Jalur waktu dimulai dari kegiatan penciptaan itu. Benda, energi, waktu dan ruang dibuat dengan seketika oleh dzat kepandaian diluar ruang dan waktu.

Tentang dzat kepandaian ini, Albert Einstein menulis di bukunya “The World As I See It” yang menyatakan harmonisasi hukum alam “menyingkap satu kepandaian yang begitu superior -yang dibandingkan dengannya, semua pemikiran dan tingkah laku sistematis umat manusia adalah refleksi yang sangat tidak bernilai”

Dia melanjutkan menulis, “Semua yang benar-benar serius terlibat dalam pencarian ilmu pengetahuan menjadi yakin bahwa ada sebuah dzat yang terwujud dalam hukum alam semesta–Sebuah dzat yang jauh lebih superior dari manusia, dan yang kita harus merasa rendah hati dengan segala kekuatan kita yang terbatas”

Bukankah ini sebuah pernyatan yang penting ?

Terjemahan bebas dari situs : cosmicfingerprints.com

Penulis : Perry Marshall

Asteroid 1997XF11 akan menghantam bumi pada 2028 ?

Artikel kali ini jauh dari yang biasa saya tulis yaitu mengenai seluk beluk komputer.

Artikel kali ini mengenai sebuah asteroid yang dinamai asteroid 1997XF11 yang diperkirakan akan berada pada jarak 700.000-1.000.000 kilometer dari bumi (sumber : howstuffworks ) pada tahun 2028

image courtesy of The University of Arizona

Gambar diatas menunjukkan asteroid 1997XF11 (bintik kecil di sebelah kiri) dengan latar belakang sebuah bintang). Akan tetapi kemungkinan terjadinya tumbukan adalah 0 alias tidak akan terjadi tabrakan antara XF11 dengan bumi (sumber Nasa Near Earth Object Program)

Asteroid 1997XF11, ditemukan pada 6 Desember 1997 oleh James Scotti dari Arizona Spacewatch Program, Asteroid tersebut akan sangat dekat dengan bumi pada 2028. Akan tetapi, berlawanan dengan laporan-laporan awal, tidak ditemukan adanya bahaya asteroid tersebut menghantam bumi.

Seperti semua asteroid yang bersinggungan dengan bumi, XF11 mungkin suatu hari akan menabrak planet kita ini, tapi sepertinya kejadian ini akan masih jauh dari kenyataan. Dan saat ini planet kita lebih beresiko dalam bahaya oleh asteroid yang tidak dikenal daripada XF11 atau obyek lain yang telah ditemukan (sumber NASA Near Earth Object Program)

Gimana menurut anda para pembaca ? Apa yang akan terjadi pada 2028 ?

Menurut saya XF11 akan terlihat dengan mata telanjang tanpa bantuan teleskop dan hanya melintasi bumi, karena jaraknya saja dua kali lebih jauh dari bulan…mudah-mudahan..Amin.