Akses PC Secara Remote Dengan TeamViewer

Rasa-rasanya, sekarang ini segala pekerjaan bisa dilakukan secara online, termasuk urusan perbaikan PC.

Teringat pada jaman dahulu (macam judul animasi) saat saya masih menjadi pria panggilan servis komputer, saya datang ke rumah atau kantor yang memerlukan jasa perbaikan komputer. Memang sekarangpun masih menerima panggilan servis, walaupun tidak full time.

Setelah internet merajalela hingga era smartphone seperti sekarang, perbaikan komputer tidak mesti mendatangi rumah si empunya PC secara langsung. Asalkan PC nya terhubung dengan internet, saya bisa melakukan perbaikan secara remote. Masalah biaya servis tinggal transfer via online juga. Praktis kan?

Software yang saya pakai untuk kegiatan remote ini adalah TeamViewer. Keunggulan utama dari TeamViewer adalah tidak perlu melakukan pengaturan proxy, router atau firewall. Cukup install TeamViewer di PC asal dan PC tujuan, masukkan ID dan Password PC tujuan, dan langsung bisa tersambung. Berikut langkah-langkah nya:

  1. Download TeamViewer sesuai OS yang kisanak gunakan
  2. Install seperti biasa
  3. Buka TeamViewer di PC tujuan dan PC asal
  4. Masukkan ID dan Password PC tujuan lalu klik Connect to partner
  5. Selesai

1Setelah langkah diatas, tampilan PC tujuan akan tampil di PC asal, seperti bekerja langsung di PC tujuan.

Selain tersedia untuk versi PC, TeamViewer juga tersedia untuk Android, sehingga kisanak bisa mengakses PC melalui smartphone Android, sepanjang koneksi internet smartphone kisanak mencukupi untuk kegiatan remote. Untuk penggunaan TeamViewer versi Android akan saya jelaskan pada artikel mendatang.

Tetaplah di padepokan Go….!!!!BLOG.

Virtualisasi Mikrotik dengan VMware Workstation 10 (Bag.4 dari 4)

Part 1 (Instalasi VMware Workstation 10)

Part 2 (Instalasi Mikrotik RouterOS)

Part 3 (Setting IP Address dan Winbox RouterOS)

Alhamdulillah ya Kisanak, kita sudah sampai pada part 4, atau bagian terakhir dari episode Virtualisasi Mikrotik RouterOS menggunakan VMware Workstation 10.

Untuk part 4 ini saya hanya memberikan pengaturan default ROS melalui Winbox supaya PC client dapat terhubung ke internet. Sebelumnya kita atur dulu IP Address untuk NIC yang mengarah ke internet/Modem ADSL, dan penamaan NIC untuk mempermudah kerjaan kita.

  1. Klik Interfaces, klik NIC yang ingin diganti namanya, lalu ganti pada kolom NAME. Sebagai contoh, untuk NIC yang menghadap LAN bisa dinamai LAN, dan NIC yang menghadap modem/internet bisa dinamai INTERNET:

212. Buka Winbox. Klik IP-Addresses. Disitu seharusnya sudah ada IP Address yang mengarah ke NIC LAN seperti pada artikel Part 3. Klik tombol [+], dan masukkan IP Address yang satu kelas dengan IP Address Modem, lalu pada kolom Interface, pilih NIC Internet.

Sebagai contoh gambar dibawah, IP Modem saya adalah 192.168.0.1, oleh karena itu IP Address NIC yang menghadap modem saya buat di 192.168.0.3/24. Tentunya ini silakan kisanak atur sendiri sesuai selera.

Setelah IP Address selesai dibuat, coba ping ke IP modem menggunakan tools PING yang ada di Winbox. Klik Tools-Ping. Masukkan IP Address modem, lalu klik Start. Bila ping lancar, kita lanjut ke tahap berikutnya.

3. Kita masuk tahap NAT (Network Address Translation), yaitu sebuah pengaturan dimana saat PC client terhubung ke internet, IP address LAN akan digantikan dengan satu IP address publik.

Klik IP-Firewall, klik tab NAT lalu klik [+]. Silakan ikuti saja petunjuk gambar dibawah:

Chain: srcnat

Out. Interface: INTERNET (NIC menghadap internet)

Action: Masquerade

224. Selanjutnya kita atur routing internet, supaya PC client yang meminta terhubung ke internet dapat diarahkan ke modem. Klik IP-Routes. Klik [+], masukkan IP address modem pada kolom Gateway, lalu klik OK.

235. Silakan kisanak coba tes koneksi internet pada PC client. Jangan lupa memasukkan IP address ROS pada default gateway IP PC Client.

Seharusnya sekarang PC client kisanak sudah dapat terhubung ke internet dengan baik melalui Mikrotik RouterOS.

Demikianlah akhir dari artikel berseri Virtualisasi Mikrotik RouterOS menggunakan VMware Workstation 10. Jangan pindah ke padepokan lain dulu, karena besok-besok akan saya sampaikan beberapa jurus sederhana Mikrotik RouterOS. Salam Pramuka!

 

Virtualisasi Mikrotik dengan VMware Workstation 10 (Bag.3 dari 4)

Sebelumnya Part 1 (Instalasi VMware Workstation 10)

Part 2 (Instalasi Mikrotik RouterOS)

Setelah instalasi ROS berhasil, selanjutnya kita atur bridging untuk dua NIC yang terpasang secara fisik di Host PC dengan Virtual NIC yang ada di Guest OS.

  1. Dalam kondisi ROS Off, pada list Devices, klik Network Adapter. Pada window list hardware yang muncul klik Add. Ikuti gambar untuk langkah selanjutnya.
    11

    Klik Network Adapter

    Klik Next

    Pilih Network Adapter, Klik Next

    13

    Bridge NIC fisik dengan VMNet2. Ulangi langkah dari nomor 1 untuk bridging VMNet 3, lalu klik FINISH.

  2. Nyalakan ROS. Masuk ke mode konsol, dan lihat apakah kedua NIC sudah dikenali oleh ROS.

Untuk perintah menampilkan list interface NIC yang terinstal:

interface print [enter]

Bila muncul dua interface dengan nama ether0 dan ether1, berarti NIC sukses terinstal. Langkah berikutnya yaitu mengatur IP Address untuk NIC yang menghadap LAN, supaya untuk langkah selanjutnya kita gunakan Winbox, yaitu interface ROS yang berbasis GUI.

Ketik

ip address add address=192.168.1.8/24 interface=ether0 [enter]

Catatan:

IP Address: Sesuaikan dengan IP Address yang kisanak inginkan.

Interface: Sesuaikan dengan NIC yang menghadap LAN

Bila tidak ada kesalahan, seharusnya IP address yang dimasukkan sudah bisa di-PING dari PC manapun di LAN.

Gambar dibawah merupakan contoh interface dan IP Address di ROS saya.

173. Download Winbox, dan jalankan.

4. Pada kolom Connect to: Masukkan IP Address interface yang menghadap LAN. Login/Password: Username dan password default ROS.

18Klik Connect, dan tunggu beberapa saat sampai Winbox berhasil terhubung dengan ROS. Sekali lagi, bila tidak ada kesalahan dalam pengaturan di VMware dan ROS, seharusnya Winbox bisa terhubung dengan ROS, dan akan tampil interface Winbox seperti dibawah.

19Selamat! Kisanak sudah berhasil menjalankan ROS!

(Bersambung part 4)

 

Virtualisasi Mikrotik dengan VMware Workstation 10 (Bag.2 dari 4)

Sebelumnya Part 1 (Instalasi VMware Workstation 10)

Setelah instalasi VMware Workstation 10 berhasil pada part 1, kita lanjutkan dengan instalasi Mikrotik RouterOS.

  1. Nyalakan VM Mikrotik ROS dengan klik:10VMware akan membaca file .ISO Mikrotik dan langsung memulai rutin instalasi ROS; Sisanya lihat gambar saja ya.
Pilih paket ROS yang hendak diinstal. Bila bingung, tekan A untuk instal semuanya, lalu tekan I untuk memulai instalasi

Pilih paket ROS yang hendak diinstal. Bila bingung, tekan a untuk instal semuanya, lalu tekan i untuk memulai instalasi

Setelah instalasi selesai, tekan ENTER untuk reboot ROS

3. Instalasi ROS selesai!

4. Setelah reboot, ROS akan masuk mode konsol. Kita coba masuk konsol admin terlebih dahulu dengan username dan password default:

Mikrotik Login: admin

Password: kosong (alias dikosongkan)

enter

5. Matikan dulu ROS, karena kita akan melakukan pengaturan NIC pada VMware Workstation dengan perintah:

system shutdown enter

ketik y untuk konfirmasi shutdown.

6. Klik Edit-Virtual Network Editor:

Disini kisanak hanya perlu melakukan bridge virtual NIC dengan real NIC. Secara default, Virtual Network yang disediakan adalah VMnet0, VMnet1 dan VMnet8. Abaikan VMnet1 dan VMnet8 karena tidak berhubungan dengan aktifitas bridging.

7. Klik VMnet0, klik Remove Network. Sengaja saya remove VMnet0, karena VMnet0 adalah virtual NIC spesial yang otomatis mencari real NIC yang terhubung ke internet. Supaya tidak bingung dan cepat jalan, maka VMnet0 kita hapus saja, dan kita lakukan bridging manual.

8. Klik Add Network, pada pilihan Select network to add, pilih VMnet 2.

9. Klik VMnet 2. Pada kolom VMnet Information, klik pilihan Bridged, Lalu pilih real NIC yang akan di-bridge dengan VMnet2 pada pilihan Bridged to

10. Ulangi langkah pada point 8 dan 9 untuk VMnet 3 yang akan di-bridging ke real NIC berikutnya.

(Bersambung Part 3)

Virtualisasi Mikrotik dengan VMware Workstation 10 (Bag.1 dari 4)

Pada artikel berseri kali ini, saya akan mengetengahkan aplikasi RouterOS Mikrotik pada jaringan warnet, namun melalui virtualisasi VMware Workstation 10.

Teknik virtualisasi memang bukan barang baru di dunia IT. Melalui virtualisasi, kita dapat menjalankan satu atau lebih sistem operasi (OS) pada satu PC secara real time. Dengan virtualisasi, kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk hardware, dan pastinya cocok bagi kisanak yang ingin mencoba-coba instalasi OS baru.

Pada saat artikel ini saya tulis, Mikrotik RouterOS sedang bekerja secara virtual di PC Host Windows 7 menggunakan VMware Workstation 10. Dan yang luar biasanya lagi, NIC (Network Interface Card/LAN Card) virtual juga sudah terhubung dengan NIC fisik yang terinstal di PC, dan dapat digunakan untuk kegiatan routing sebagai mana biasanya Mikrotik RouterOS digunakan pada hardware terpisah.

Konfigurasinya sendiri seperti biasa, yaitu dua NIC yang diposisikan masing-masing menghadap ke LAN dan ke Internet (menuju modem ADSL) seperti gambar dibawah:

Baiklah kisanak, tanpa basa basi lagi, langsung saja siapkan bahan-bahan yang diperlukan:

  1. PC Host. Spesifikasi utama minimum Intel Core2Duo, RAM 2GB, dan NIC. OS yang saya gunakan adalah Windows 7 32 bit.
  2. VMware workstation 10. Silakan dicari sendiri ya
  3. Mikrotik RouterOS format .ISO. Saya menggunakan ROS versi 5.2. Silakan dicari sendiri juga.

Bagian 1: Instalasi VMware WorkStation 10 dan pembuatan VM untuk Guest OS:

  1. Instal VMware Workstation 10 (Selanjutnya disingkat VMware) seperti biasa
  2. Buka VMware, pilih Create a New Virtual Machine, dan selanjutnya silakan lihat gambar saja:
Buat VM baru. Pilih Typical lalu NEXT

Buat VM baru. Pilih Typical lalu NEXT

 

Pilih Installer disc image (iso), browse ke file .ISO RouterOS, lalu NEXT

Pilih Installer disc image (iso), browse ke file .ISO RouterOS, lalu NEXT

 

Pilih jenis Guest OS ke OTHER, lalu versionnya juga OTHER, lalu NEXT

Pilih jenis Guest OS ke OTHER, lalu version-nya juga OTHER, lalu NEXT

 

Masukkan nama dan lokasi VM sesuai selera, lalu NEXT

Masukkan nama dan lokasi VM sesuai selera, lalu NEXT

 

Tentukan besar kapasitas HDD untuk VM. Pilih Store virtual disk as a single file, lalu NEXT

Tentukan besar kapasitas HDD untuk VM. Pilih Store virtual disk as a single file, lalu NEXT

 

Langkah terakhir berupa rangkuman setting VM baru kita. Tinggal klik FINISH saja

Langkah terakhir berupa rangkuman setting VM baru yang akan kita buat. Tinggal klik FINISH saja

Setelah VMware selesai membuat VM baru, Guest OS siap untuk dinyalakan seperti PC biasa, dan akan kita mulai proses instalasi Mikrotik RouterOS. (bersambung bag 2 sak kobere 😀 )

Setting Lanjutan SoftPerfect Bandwidth Manager

Selamat malam kisanak,

Sekedar update cepat saja mengenai SoftPerfect Bandwidth Manager (SBM). Seperti yang telah kita ketahui bersama, SBM bersifat Trial 30 hari dengan fungsionalitas penuh. Setelah masa Trial berakhir, SBM mogok beroperasi hingga kisanak membeli software tersebut, atau mengubahnya menjadi mode Lite.

Bila tidak perlu sekali, atau jaringan di tempat kisanak berskala kecil, bolehlah dicoba versi Lite nya. Versi Lite hanya bisa membuat 5 rules, atau 5 streams. Silakan copy/paste kode aktifasi mode Lite nya dari sini ke menu Help-Enter License Key. Kebetulan di tempat saya yang berwujud warnet dan game online ada PC berjumlah 6 unit ditambah satu server/gateway, dengan game unggulan yaitu Cyberindo PointBlank.

Tanpa ba-bi-bu lagi, silakan disimak saja gambar dibawah ini untuk mengelola bandwidth sebanyak 6 PC (klik untuk perbesar)

new

Setting 6 PC dengan SBM versi Lite

Berikut penjelasan untuk rule yang saya praktekkan di padepokan saya:

  1. Rule Name PB: Disini saya menempatkan rule untuk game PointBlank di prioritas tertinggi. Kabar terbaru dari Garena, karena koneksi ke servernya bermasalah khusus untuk pelanggan Telkom Speedy dan Indihome, setelah saya intip lalu-lintas paketnya, saya temukan Garena kini menggunakan VPN dengan port 1194. Jadi untuk traffic ke port 1194 saya anugerahkan bandwidth unlimited.
  2. Rule Name Ignore LAN: Sesuai namanya, lalu-lintas data di LAN tidak dihiraukan oleh SBM.
  3. Rule Name Grup 1 dst.: Karena versi SBM LITE hanya mengijinkan 5 rules, makanya saya buat 6 PC dibagi menjadi 3 grup. Perhatikan entry Source saya masukkan dua IP PC secara berurutan.

Rule Name Grup 1 dan seterusnya ini agak istimewa, karena per 1 grup rule saya anugerahkan bandwidth sebesar 1.2 Mbps. Saya menggunakan koneksi Speedy sebesar 3 Mbps yang dibagi ke 6 PC.

Ditambah lagi adanya tambahan Penalty seperti gambar dibawah:

new2Enable long transfer penalty berkhasiat untuk menurunkan bandwidth bagi PC yang melakukan koneksi internet dengan transfer panjang. Pada rule saya, PC dengan transfer data panjang selama 10 detik akan dikenai hukuman pengurangan bandwidth sebesar 30% dari jatah bandwidth sebenarnya. Penalty ini berguna untuk menindak Youtuber yang sudah pasti menghabiskan bandwidth.

Enable large transfer penalty mujarab untuk menurunkan bandwidth bagi si penggemar download. Pada rule saya, bila ada yang men-download file diatas 4Mb akan dikenai hukuman pengurangan bandwidth sebesar 30% dari jatah bandwidth sebenarnya.

Sudah barang tentu, rules yang saya buat diatas silakan disesuaikan dengan kondisi jaringan kisanak. Sepanjang saya menggunakan rules ini, yang main PointBlank tetap aman tidak lag, Youtuber tetap ceria menyaksikan video-video kesayangannya, dan para penggemar download tetap bisa men-download, walaupun kecepatannya berkurang. Yang penting semua dapat jatah yang adil.

Jangan malu-malu untuk berkeluh kesah di pojok komentar, karena saya juga masih dalam tahap belajar.

Router berbasis Windows, Kenapa Nggak?

Ada situasi dimana kita tidak bisa menggunakan hardware based router, dan terpaksa mencari alternatifnya.

Bila kisanak ubek-ubek lagi artikel di padepokan ini, tepatnya pada tahun 2008, saya pernah mengetengahkan cara instalasi dan setting Mikrotik pada PC yang tidak terpakai. Mudah-mudahan artikel tersebut bermanfaat bagi kisanak.

Bagaimana bila kita tidak punya PC nganggur yang bisa diberdayakan menjadi router mikrotik? Atau keuangan tidak mendukung untuk membeli RouterBoard? Sudah barang tentu kita mencari alternatif router berbasis software yang akan saya ketengahkan pada artikel kali ini.

Saya sendiri saat ini menggunakan router berbasis software yang dinamai SoftPerfect Bandwidth Manager (SBM) yang berjalan pada Windows 7. Fungsi yang saya gunakan yaitu menjatah bandwidth tiap PC yang terhubung ke internet.

Baiklah, tanpa ba bi bu, kita langsung saja ke tahap berikutnya:

Bahan yang diperlukan:

  1. PC berbasis Windows 7. Spesifikasi yang saya gunakan yaitu Intel Core2Duo bla bla bla/RAM 2GB/HDD 160 GB. Spek dibawah itu pun saya yakin bisa. Yang penting minimal RAM 1 GB.
  2. NIC 2 unit yang sudah terinstal dengan baik
  3. Software SoftPerfect Bandwidth Manager, bisa diambil dimari. Perlu diingat, software ini bersifat trial 30 hari dengan fungsi penuh.

Langkah Instalasi:

  1. Siapkan topologi jaringan seperti dibawah ini. Perlu diingat PC yang digunakan sebagai router bertindak sebagai gateway antara LAN dan Modem menggunakan metode Bridging dua NIC.

12. Instal SBM seperti biasa (next-next-next-finish)

3. Buka SBM, bridge dua NIC menggunakan fitur internal bridge SBM. Langkah ini lebih mudah dilakukan daripada menggunakan metode bridging pada Windows Networking. Klik Tools-Bridging untuk masuk ke mode bridging, klik New, pilih dua NIC yang akan di-bridge, lalu klik OK.

24. Karena fungsi yang akan saya jelaskan yaitu menjatah bandwidth tiap PC, saya hanya jelaskan fitur limiting bandwidth saja ya kisanak. Klik Rules-Add new rule.

3Pada tab General, isi kolom Rule Name sesuai dengan kehendak hati kisanak, pilih protocol IPv4/TCP (atau sesuai protocol yang kisanak gunakan).

Pada Rate Limit, isikan berapa rate yang dijatah untuk PC client. Perlu diingat satuan pada SBM adalah Bytes/s atau Bits/s. Misalkan seperti contoh diatas rate limit adalah 552 Kbps, maka mengisinya tinggal x 1000 = 552000 bits/s

4Pada tab Source, pilih IPv4 address pada pilihan Source Address is, lalu pada kolom Value, isikan dengan IP PC Client. Untuk tab lainnya tidak usah dilirik. Tinggal klik OK saja lah biar cepat jalan itu barang!

5. Ulangi langkah mulai nomor 4 diatas untuk tiap-tiap PC.

Untuk mengetahui lalu lintas data tiap client, atau sekedar mengetahui apakah settingan kisanak sudah betul, klik Tools-Live Usage Monitor, dan silakan coba speedtest di PC client untuk membuktikan kemujaraban SBM.

5

Sebenarnya masih banyak fitur yang diberikan oleh si SBM ini, tapi itu akan saya jelaskan di lain waktu.

Sampai Jumpa!