Headset Rusak? Perbaiki Sendiri Saja

Headset untuk PC-apalagi yang dipakai bersama seperti di Warnet sudah barang tentu cepat rusak.

Apalagi pemakainya rata-rata anak-anak kecil, umur headset rasanya hanya bertahan dua bulanan, setelah itu muncul gejala-gejala penyakit seperti mati sebelah, atau bahkan tidak ada suara di kedua speakernya. Untungnya ada Go….!!!!BLOG disini yang siap membantu para kisanak dalam memperbaiki headset demi atas nama penghematan, alias daripada beli yang baru.

Penyakit headset yang paling umum yaitu kabel yang seringkali putus di antara jalur colokan ke PC dan yang masuk ke speaker akibat dari sering tertarik, atau malah jatuh karena kesenggol. Metode pada artikel kali ini yaitu memotong kabel yang dicurigai putus, dan menyambungkan kembali kabel dengan speakernya. Sebagai contoh yaitu headset merek Keenion tipe KDS-688. Tapi rata-rata cara membuka headset merek lain juga sama dengan kelinci percobaan untuk artikel ini.

Peralatan yang dibutuhkan

  1. Solderan minimum 40W
  2. Timah
  3. Gunting
  4. Obeng plus kecil
  5. Obeng min kecil
  6. Pinset (bila ada)
  7. Mata yang jeli

Langkah Kerja

a. Buka casing headset pada sisi yang terhubung dengan kabel ke PC. Biasanya baut-bautnya berada di balik cover merek headset seperti contoh dibawah:

Jpeg

Congkel cover putih dengan obeng min, nanti kelihatan bautnya

Jpeg

Buka baut dengan obeng plus

b. Bila casing sudah terbuka, akan terlihat papan sirkuit (PCB) kecil tempat bersarangnya kontrol volume, jalur ke speaker sebelah, dan jalur masukan dari kabel PC.

Jpeg

Perhatikan kabel yang masuk dari PC ada 5 jalur, yaitu 3 jalur audio (GND, L, R) dan 2 jalur mikrofon (GND, MIC). Lepaskan jalur yang menempel ke PCB menggunakan solder, dan perhatikan warna kabelnya supaya tidak terbalik saat memasang kabel yang baru.

Jpeg

Tampilan PCB tanpa kabel PC

c. Sekarang fokus pada sisi kabel PC. Karena kita tidak tahu bagian mana kabel yang putus di jalan, umumnya yang sering putus yaitu kabel di pangkal yang masuk ke headset hingga jarak 5-10 cm dari headset. Caranya gampang saja, potong sekitar 10-15cm dari pangkal kabel dan kupas kabelnya sehingga tampak serabut dalamnya, dan lapisi dengan timah solder pada ujung serabut supaya mudah nantinya di solder ke PCB:

Jpeg

Jalur audio untuk merek Keenion: Warna tembaga untuk GND (Ground), Biru untuk channel R, Hijau untuk channel L

Jpeg

Penampakan ujung serabut yang sudah dilapisi solder

d. Solder kembali kabel ke PCB headset dengan rapih, dan buat semacam penahan supaya kabel dan solderan ke PCB tidak tertarik langsung, karena bila tidak dibuat penahan, solderan akan mudah putus karena tertarik kabel. Saran saya buat semacam ikatan simpul longgar pada kabel, sehingga solderan akan tertahan simpul. Silakan kisanak ber-eksperimen untuk material penahan ini.

Jpeg

Kabel sudah tersambung ke PCB

Jpeg

Contoh simpul penahan kabel pada gambar yang dilingkari merah

e. Silakan tes bunyi ke PC. Bila sudah berfungsi normal, selamat! Kisanak sudah berhasil memperbaiki headset kisanak.

Sampai jumpa pada artikel Go….!!!!BLOG lainnya.

 

Perbaiki Mouse-mu Sendiri

Mau mouse murah atau yang mahal, switch-nya pasti punya batas masa pakai

Halo, senang bisa berjumpa kembali dengan para kisanak. Saya harus minta maaf lagi buat para kisanak sekalian, karena sudah hampir setahun saya meninggalkan padepokan yang kita cintai ini, karena ada sesuatu hil yang mustahal.

Sebagai artikel pembuka di 2016 ini, saya ketengahkan cara mengganti switch mouse yang bertingkah. Seperti yang kisanak tau, mau itu mouse sayur seharga sebungkus rokok, atau mouse mahal seharga smartphone, switch-nya punya batas usia pakai, terutama untuk klik kiri yang sehari-hari kita pakai.

Walaupun produsen mengklaim switch-nya bisa di klik hingga 1 juta kali, tapi kenyataannya tidak sampai sebulan klik kiri nya sudah mulai bertingkah. Apakah itu tidak bisa di klik, atau malah kita pinginnya sekali klik, yang timbul malah dua-tiga kali klik. Tentunya hal ini membuat frustasi tingkat dewa ya hahaha.

Baik, daripada beli mouse lagi, bila ada kanibalan switch dari mouse lain, atau punya spare parts switch mouse, kenapa tidak kita ganti sendiri saja.

Bahan yang diperlukan

1. Kemampuan dasar menyolder

2. Solder standar (minimal 30W)

3. Timah

4. Penyedot timah

5. Obeng kembang kecil

6. Pinset (bila diperlukan)

7. Switch pengganti dari mouse lama (pakai yang klik kanan, atau klik tengah) atau switch baru.

Langkah Kerja

1. Cabut mouse yang akan diperbaiki dari port PC. Buka mouse dengan obeng kembang. Pada mouse standar, bautnya hanya satu di bawah, biasanya lubangnya tertutup stiker garansi.

Setelah body mouse berhasil kisanak buka, papan sirkuit mouse-nya sudah langsung terlihat seperti pada gambar:

Target operasi kita sudah terlihat, yaitu switch klik kiri yang pastinya ada di sisi kiri papan mouse.

2. Panaskan solder hingga mencapai titik operasional, cairkan solder pada kaki switch, dan segera sedot timah nya menggunakan sedotan timah. Karena kaki nya cuma dua, seharusnya mudah ya.

3. Pastikan lubang kaki switch bersih dan tidak terhalang oleh sisa-sisa kenangan mantan..eh sisa-sisa timah, supaya memudahkan memasukkan switch pengganti.

4. Perhatikan papan mouse yang sudah bersih dari sisa-sisa timah, dan switch lama sudah terangkat seperti pada gambar diatas. Siapkan switch pengganti, dan perhatikan orientasi peletakan switch pengganti agar tidak terbalik. Panduannya, tonjolan switch sesuai dengan lambang garis pada papan mouse. Bila terbalik, nantinya switch tidak bisa ditekan, alias nggak masuk nantinya itu barang!

5. Solder ulang switch pengganti dengan baik. Perhatikan supaya jangan terlalu lama menyolder kaki switch, karena switch model begini rentan rusak bila terlalu lama terkena panas solder. Switch yang sudah terpasang akan seperti gambar di atas.

Rakit kembali semua bagian-bagian mouse, dan silakan tes di PC.

Demikianlah artikel kali ini. Mudah-mudahan membantu para kisanak yang sedang galau karena mouse.

Lampu Sen Kedip Cepat ala Bis Malam? Bisa!

Berawal dari iseng punya iseng ngusili Yamaha Soul GT saya supaya mirip sama Bis Malam, jadinya saya oprek lampu sen-nya.

Kisanak barangkali sudah sering lihat di jalan, atau di Youtube, ada bis-bis malam yang lampu sen nya berkedip cepat-secepat bis tersebut selap-selip di keheningan malam demi mengejar waktu tiba di tujuan. Nah, saya juga pingin lampu sen motor saya berkedip cepat juga seperti bis malam. Dan seperti biasa, sebelum bongkar-bongkar bodi motor, saya mencari wangsit dulu di padepokan Google.

Wangsit yang saya dapatkan dari padepokan Google ada bermacam-macam, tapi supaya artikel ini nggak terlalu panjang, langsung saja saya sajikan jurus-jurus mempercepat kedipan lampu sen tersebut. Langkah-langkah dibawah ini hanya berlaku untuk flasher mekanis, bukan untuk flasher tipe elektronik.

Alat yang diperlukan:

1. Solder dan timah

2. Kemampuan dasar elektronika dan penyolderan komonen

3. Kapasitor bi-polar 560uF (mikro Farad)/12 V atau lebih.

4. Obeng min

Langkah kerja:

1. Cari lokasi dimana flasher berada di dalam bodi motor. Untuk flasher mekanis saat sen dinyalakan ada bunyi “tik-tak” di flashernya. Umumnya flasher diletakkan di bodi depan, di bawah speedometer.

2. Buka bodi depan motor, dan cabut flashernya. Binatangnya biasanya berbentuk kotak hitam kecil berkaki dua atau tiga, dan ada tulisan “FLASHER.”

3. Buka casing flasher dengan obeng min. Bukanya gampang deh, nggak perlu saya tulis disini ya.

4. Setelah casing terbuka, akan terlihat bagian dalam flasher seperti dibawah:

Flasher5. Di dalam flasher hanya ada empat komponen: 1. Kumparan kawat yang berfungsi sebagai magnet penarik pelatuk saklar yang menuju lampu sen bila dialiri arus DC, 2. Pelatuk, 3. Resistor, 4. Kapasitor.

6. Lepaskan kapasitor dengan cara memanaskan timah yang menyambungkan kapasitor dengan komponen lainnya. Bisa juga dengan memotong kaki kapasitor tersebut, dan nantinya sisa kaki kapasitor yang menempel di flasher akan disambungkan dengan kapasitor pengganti. Bila ingin memahami lebih jauh tentang kapasitor, silakan klik disini.

7. Pasang kapasitor pengganti pada dudukan kapasitor lama. PERHATIKAN POLARITAS KAPASITORNYA!

8. Selesai. Masukkan kembali flasher pada casingnya, dan tes di motor.

Sedikit ulasan cara kerja flasher:

Cara kerja flasher sebenarnya cukup sederhana. Rangkaian flasher dipasangkan secara seri antara baterai dan sirkuit saklar-lampu sen. Bila flasher dialiri arus DC, kumparan akan menjadi magnet yang akan menarik-dan memutuskan pelatuk saklar. Periode ON dan OFF pelatuk ditentukan oleh kapasitor yang digunakan.

Pada Yamaha Soul GT, kapasitor standar pada flasher adalah 2200 uF/12 V. Bila nilai kapasitor dikecilkan (Pada artikel ini kapasitor diganti dengan 560 uF/25V), maka frekuensi pelatuk ditarik oleh magnet dari kumparan akan menjadi lebih cepat, dan pada akhirnya akan mengedipkan lampu sen. Silakan ber-eksperimen dengan mengubah nilai kapasitor sesuai dengan selera kisanak.

Dari artikel ini, saya juga mendapatkan pemahaman baru, bahwa bila ada tanda-tanda flasher rusak, lampu sen akan menyala terus dan tidak berkedip, sebenarnya ini bisa diperbaiki dengan mengganti kapasitornya saja, karena kapasitor elektrolit punya batas usia pakai, dan elektrolit dalam kapasitor akan mengering bila sudah sampai batas umurnya. Pada akhirnya kapasitor akan mati dan berada dalam keadaan SHORT-alias kumparan flasher jadi ON terus nggak bisa ngedip.

Sekian.

 

USB Charger Darurat (UCD)

Ponsel produksi sebelum tahun 2010 mempunyai beragam port koneksi dan port charger yang tidak standar.

Anda juga pasti pernah mengalaminya, kan? Misalkan anda punya tiga unit ponsel buatan sebelum tahun 2010 dengan merek yang berbeda. Besar kemungkinannya anda juga akan punya tiga unit pengisi baterai (charger) yang berbeda dan tiga kabel data koneksi ke komputer. Bila anda bepergian, anda setidaknya harus membawa tiga charger tersebut! Hal ini tentu saja merepotkan, dan kabel-kabelnya juga akan kusut di tas anda.

Beryukurlah kita karena ponsel-ponsel generasi masa kini, hampir sebagian besar menggunakan koneksi standar, yaitu port Mini USB. Walaupun ponsel-ponsel pabrikan besar masih ada saja yang mempertahankan port data dan port charger tradisional mereka. Sebenarnya jika 100% semua produsen ponsel men-standarkan port data, dan port charger mereka. Kita nggak akan dibuat pusing dengan bejibun pilihan charger dan kabel data. Bahkan saat ini, banyak ponsel-ponsel generik made in China, walaupun menggunakan port Mini USB, tetap ada ketidakcocokan antar satu sama lain.

Impian saya sih, ponsel akan menggunakan satu interface tunggal, baik untuk mengisi baterai (charging), dan komunikasi data ke PC. Dan impian itu terletak pada interface Mini USB.

Port Data dan Charge Nokia N81. Mirip Mini USB port. Tapi bukan!

 

Port Data dan Charge Nokia N73. Lagi-lagi beda format!

 

Port Data dan Charge SonEr Z750.

Tapi, bagaimana bila pada suatu waktu, anda lupa membawa charger ponsel anda? Sedangkan pada ponsel masa kini, proses charge baterai dapat dengan mudah dilakukan dengan menancapkan kabel data USB ke komputer, dengan menggunakan interface mini USB, maka arus listrik didapat dari port USB komputer.

Untuk mengatasi hal ini, pada artikel Kerajinan Tangan kali ini saya akan mengetengahkan cara membuat kabel charger darurat dengan arus listrik dari port USB komputer.

Disclaimer:

Penulis tidak bertanggung jawab atas resiko yang timbul atas artikel ini. Ikuti petunjuk dan peringatan yang diberikan!

Membuat USB Charger Darurat.

1. Bahan yang diperlukan:

a. Kabel charger ponsel anda yang tidak terpakai lagi.

b. Kabel USB/Mini USB

c. Gunting

d. Selotip

e. Multitester (bila perlu)

 

2. Langkah pembuatan

a. Potong kabel charger ponsel anda dengan panjang yang cukup. Sebagai contoh artikel, saya membuat USB charger untuk ponsel SonyEriccson W300i:

Potongan kepala charger SonEr W300i. Perhatikan kabel merah adalah titik (+) tegangan, dan hitam adalan titik (-) tegangan

b. Potong kabel Mini USB dengan panjang yang cukup:

Kabel USB juga punya dua kabel, dengan warna merah (+) dan hitam (-)

Kebetulan kabel USB charger yang saya pakai adalah kabel USB generik dari ponsel made in China. Kabel jenis ini hanya punya dua kabel +5V dan -5V. Pada kabel USB standar seharusnya punya empat kabel, yaitu +5V, +DATA, -DATA, -5V. Inilah kenapa, walaupun ponsel generik made in China menggunakan port USB, ada yang tidak bisa transfer data, dan hanya untuk charge saja bila menggunakan kabel USB charge only ini.

c. Pada contoh kabel charger dan kabel USB diatas, prosesnya sangat mudah karena warna kabel yang sudah cocok, yaitu merah untuk +5V dan hitam untuk -5V. Proses selanjutnya anda hanya perlu menyambungkan kabel merah USB ke kabel merah Charger, dan kabel hitam USB ke kabel hitam charger.

Kupas sedikit pelindung kabel sehingga tampak kawat halus didalam kabel. Dengan hati-hati lilitkan kawat halus ke masing-masing kabel. Perhatikan dengan teliti jangan sampai ada kawat yang berhubungan singkat dengan kabel lainnya. Bila telah selesai melilitkan kabel merah +5V, lindungi dengan selotip, barulah lanjutkan melilitkan kedua kawat kabel hitam, dan kembali lindungi dengan selotip. Hasil akhir yang didapat adalah seperti ini:

Hasil akhir USB Charger Darurat.

Bila semua beres. Jadilah USB Charger Darurat kita, dan silakan coba charge ponsel anda dengan menancapkan USB ke port USB komputer!

Peringatan:

Pembuatan USB Charger Darurat ini harus mengikuti kriteria berikut:

1. Pastikan ponsel anda bekerja pada tegangan charge 5V, karena tegangan dari USB komputer adalah 5V. Cek di charger original ponsel anda, akan tertera berapa tegangan yang dikeluarkan oleh charger. Sebagian besar merek ponsel bekerja pada tegangan charger 3.7 volt. Resiko digunakannya USB Charger Darurat ini adalah bisa saja merusak sirkuit charging ponsel karena tegangan yang melebihi standar. Pada ponsel saya, SonyEricsson W300i, USB Charger Darurat bekerja dengan baik tanpa ada kerusakan yang timbul.

2. Pastikan +5v dan -5v tidak terbalik! Bila terbalik, sudah jelas tegangan ke ponsel akan terbalik, dan akan merusak ponsel anda. Gunakan multimeter untuk mengetahui polaritas tegangan. Bila tidak ada multimeter, seharusnya produsen charger dan kabel USB sudah menggunakan kabel merah untuk polaritas (+) dan hitam untuk (-).

3. Pastikan antara (+) dan (-) tidak terhubung singkat. Lindungi tiap lilitan kawat dengan selotip. Bila (+) dan (-) terhubung singkat, dapat berpotensi terjadi kebakaran pada ponsel, kabel, atau port USB komputer!

4. Lama periode charge baterai menggunakan USB Charger Darurat dapat lebih singkat dibanding menggunakan charger standar, karena tegangan dan arus yang lebih tinggi. Charger standar rata-rata bekerja pada tegangan 3.7v / 350 mA, sedangkan USB port komputer bekerja pada tegangan 5v / 500 mA. Bila biasa charge baterai ponsel selama 3-4 jam, bila menggunakan USB Charger Darurat, proses charge hanya memakan waktu 1-2 jam. Jangan charge baterai secara berlebih, karena dapat merusak baterai!

5. USB Charger Darurat ini tidak diperuntukkan bagi semua merek ponsel. Penulis tidak bertanggung jawab bila terjadi kerusakan pada ponsel.

Bagaimana, berani mencoba? 🙂 🙂

Pimp Your USB HUB

Judul diatas mirip sama sebuah acara tivi yang menayangkan mobil-mobil para penonton yang diubah oleh sebuah bengkel ketok, hingga mobilnya berubah total dari jelek ke bagus.

Nah, artikel kali ini juga mirip-mirip sama acara tivi diatas. Cuma korbannya kali ini bukan mobil, tapi sebuah USB Hub murahan yang cuma bertahan selama tiga hari! Setelah itu si USB Hub mulai klunak klunuk dan akhirnya rusak.. menyebalkan!

UDAH MURAH CEPET RUSAK LAGI!

Karena udah keluar duit buat beli empat biji USB Hub seperti ini-dan semuanya rusak!- Akhirnya saya putar otak lagi biar cari cara supaya USB Hub ini gak terbuang percuma. Oke, saya pikir sudahlah empat port USB ini cuma jalan satu gak apa-apa. Anggap saja USB Hub ini sebagai perpanjangan kabel USB supaya user yang ke warnet saya nggak usah celingukan ke port USB belakang. (Port USB depan casing juga rusak!)

Ayok kita praktekkan sama-sama!

1. Buka casing USB Hub

Membuka casing USB Hub ini gampang koq. Cuma ada tiga baut kecil di ujung-ujung casing. Kendurkan aja:

Oke, USB Hub sudah dibuka dan sudah terlihat papan sirkuitnya. Jadi idenya adalah memutuskan jalur data dari masukan USB dan mem-by pass jalur yang putus tersebut langsung ke salah satu port keluaran USB Hub. Lebih jelasnya bisa dilihat di skema sirkuitnya (sudah disederhanakan):

Setelah di “pimp” maka hasilnya akan seperti ini:

Perhatikan garis merah mem-by pass jalur yang seharusnya menuju chip controller, namun langsung dialihkan ke salah satu USB Output, sehingga secara efektif si USB Hub akan menjadi perpanjangan USB saja.

Bagaimana praktek di sirkuitnya langsung? lihat saja gambar dibawah:

2. Potong jalur yang tidak diperlukan pada papan sirkuit:

Perhatikan sirkuit yang saya putus jalurnya dan garis merah adalah sambungan/bypass ke salah satu port USB.

Memutus jalur PCB mudah saja. Gunakan obeng minus untuk menggurat jalur PCB yang akan diputus sampai nggak terlihat jalur tembaganya. Pada ujung jalur yang terputus kikis sedikit lapisan hijaunya hingga terlihat jalur tembaganya. Ini untuk lapisan timah sebagai landasan kawat jumper

Untuk jalur tegangan +5V dan -5V nggak usah diputus. Ini untuk memudahkan pengawatan dan juga sisa port USB yang nggak dipakai bisa untuk charge MP3 Player atau HP yang portnya USB.

Sediakan kabel berinsulasi atau kawat tipis berinsulasi sebagai jumpernya. Solderkan seperti contoh gambar dibawah.

Hasil setelah di by-pass adalah seperti gambar berikut:

Bagaimana? Mudah kan?

Sebagai catatan: chip controller tidak digunakan lagi karena jalur data utamanya sudah diputus. Lagipula kalau USB Hubnya sudah rusak berarti permasalahan di chip controller kan? hehe

oh ya, contoh sirkuit diatas mungkin nggak sama dengan USB Hub yang para pembaca miliki. Tapi prinsipnya sama aja koq. Kalau setelah dipraktekkan dan dicoba dengan satu perangkat USB, -flash disk misalnya- dan nggak berhasil, kemungkinan pengawatan kabel data nya terbalik. Coba balikkan pengawatannya. Nggak akan ada efek terhadap perangkat USB bila jalur data terbalik, kecuali jalur +5V dan -5V nya yang terbalik.. itu mah wassalam!

Adjusting Laser Gain Optical Drive

Kalau punya optical drive (CD ROM) yang pembacaan CD nya sudah melemah. Jangan dibuang ke selokan dulu.

Siapa tahu bisa dipakai lagi. Nah. Artikel kali ini saya akan membahas gimana caranya menaikkan kekuatan tingkat pembacaan optical drive tersebut.

Pendahuluan

Optical drive lawas, terutama CD ROM keluaran 1997 keatas saat ini masih banyak digunakan. Namun ada satu kendala yang banyak menghantui pengguna CD ROM jadul ini, yaitu pembacaan CD nya yang relatif lama atau terkadang sama sekali nggak bisa membaca CD.

Sebenarnya ada trik supaya CD ROM tersebut bisa gegas membaca CD, yaitu menaikkan-apa yang saya sebut-Laser Gain. Sejujurnya saya nggak bisa menjelaskan secara teknis mengenai cara kerja CD ROM ini. Seluruh trik pada artikel ini hanya berdasarkan pengalaman dan pengamatan cara kerja optical drive.

Perhatian: Artikel ini hanya membahas mengenai CD ROM. Belum dicoba untuk DVD ROM atau DVD RW. Jika optical drive masih bergaransi-lebih baik ditukar saja dengan yang baru!

Oke, langsung aja kita masuk ke tahap pertama:

1. Buka casing CD ROM

Membuka casing CD ROM mudah saja. Untuk contoh kali ini saya menggunakan CD ROM Sony. Struktur casing dan cara membuka casing mungkin berbeda dengan CD ROM anda. Tapi garis besarnya seperti ini:

Terlebih dahulu keluarkan tray untuk mempermudah membuka casing. Bila CD ROM sudah terlanjur dilepas dari power, gunakan paper clip untuk menekan mekanisme pembuka tray:

Bila tray sudah terdorong keluar, pelan-pelan tarik tray hingga keluar penuh:

Lepaskan panel depan dengan menggeser klip penahan panel.

Kendurkan 4 buah baut di bagian bawah casing dan angkat tutup bawah. Maka akan tampak bagian bawah CD ROM seperti dibawah:

2. Melepaskan Papan Sirkuit CD ROM

Seperti yang terlihat pada gambar terakhir diatas, terdapat papan sirkuit yang menutupi mekanisme CD ROM.

Pada bagian kiri sirkuit terdapat klip plastik yang menahan papan sirkuit pada tempatnya. Renggangkan klip dan angkat papan sirkuit sebelah kiri.

Pada bagian sebelah kanan sirkuit terdapat konektor yang menancap ke mekanisme CD ROM (fleksibel). Lepaskan dengan hati-hati dan sekarang sirkuit sebelah kanan bisa diangkat.

Sekarang keseluruhan papan sirkuit bisa dibalikkan. Masih terlihat ada satu fleksibel lagi yang masih menancap di papan sirkuit. Fleksibel di bagian tengah ini adalah komunikasi data utama CD ROM. Hati-hati melepaskan fleksibel ini. Kendurkan klip penahan fleksibel di sisi kanan dan kiri konektor dengan cara menggesernya ke atas:

Setelah fleksibel sudah terlepas, seharusnya sekarang sudah terlihat mekanisme CD ROM dan optical assembly-nya, yaitu pembaca data dengan cara menembakkan laser ke CD:

Perhatikan lebih dekat lagi. Pada gambar atas yang saya tunjukkan terdapat sebuah trimpot, yaitu sejenis potensiometer yang fungsinya seperti Volume di speaker aktif anda:

ZOOM IN:

3. SET Laser Gain

Nah, si trimpot ini -menurut pengamatan saya- adalah sebagai pengatur tingkat kekuatan laser yang dipancarkan, atau bahasa kerennya Laser Gain. Triknya adalah, putar sedikit trimpot ini searah jarum jam menggunakan alat apa saja. Bisa dengan tang lancip atau obeng mini.

Putar sedikit saja dan perhatikan apakah trimpot sudah benar terputar.

4. Pasang Lagi Semuanya

Kembalikan semua komponen CD ROM ke tempatnya semula dengan urutan terbalik dari membuka.

5. TES

Sekarang coba pasang CD ROM ke komputer dan tes dengan sembarang CD. Bila CD ROM sudah mampu membaca CD dengan gegas, berarti praktek kali ini selesai 😉

Bila CD ROM masih membandel juga, naikkan sedikit lagi setelan laser gain.

Begitu juga bila setelah sekian lama CD ROM kembali kesulitan membaca CD, naikkan lagi setelan laser gain. Bila nantinya posisi trimpot sudah di posisi paling kanan (ditunjukkan dengan posisi tonjolan di trimpot), berarti optical assembly sudah berakhir usia pakainya.

Bagaimana? Berani mencoba?

Perbaikan Canon MP150 Error E-3

Seorang konsumen datang ke tempat saya mengeluhkan printer Canon MP 150-nya yang tidak bisa print dengan kode error E3 di displaynya.

Selidik punya selidik ternyata kode error E3 adalah “Paper Jam” alias “kertas nyangkut”. Karena itu printer tidak bisa menunaikan tugasnya.

Memang sih sebelum error E3 itu muncul, kertas sempat macet di dalam printernya, lalu si empunya printer menarik kertas tersebut keluar dan hendak melanjutkan tugas pencetakan kembali. Namun malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih, si printer malah tetap diam seribu bahasa dengan kode E3 tetap muncul.

Langkah perbaikan yang paling mudah tentu saja memeriksa mekanisme printer dari serpihan debu atau sisa kertas yang tertinggal sehingga mengganggu kerja mekanisme paper feed atau sensor-sensornya.  Saya semprotkan blower udara bertekanan ke dalam printer hingga yakin mekanisme printer bersih. Namun error E3 tetap muncul.

Go….BLOG!!!! yakin permasalahan printer ini berasal dari mekanisme paper feed yang menyebabkan sensor kertas dan sensor mekanisme paper feed tidak singkron.

Oleh karena itu Go….BLOG!!!! memutuskan si MP 150 ini harus di bedah untuk memeriksa kerja mekanisme nya!

Peringatan :

Membuka sendiri printer mengakibatkan garansi tidak berlaku. Diperlukan kesabaran dan ketelitian yang tinggi dalam membuka-memperbaiki-menutup kembali printer.  Go….BLOG!!!! tidak bertanggung jawab atas kerusakan yang timbul akibat dari artikel ini.

Oke kita lanjutkan pertemuan kita kali ini, tapi terlebih dahulu siapkan peralatan yang dibutuhkan :

1. Area kerja yang cukup, terang dan jauh dari jangkauan anak-anak/binatang peliharaan atau binatang liar.

2. Meja

3. Obeng kembang, tang pipih, tang biasa, lap bersih.

Membuka Printer

1. Naikkan cover atas/Scanner dan buka cover depan. Tidak ada baut disini, cukup dengan dicongkel saja :

Di dalam cover ada dua baut di sisi kanan dan kiri. Lepaskan. Begitu juga dengan dua baut di sisi kanan dan kiri-belakang printer :

2. Buka penutup samping kanan dan kiri:

3. Cabut dengan perlahan kabel/konektor-konektor yang terhubung ke motherboard printer. Letaknya di sisi kanan belakang printer:

Perhatikan di atas motherboard ada dua konektor fleksibel yang menuju ke Scanner. Cabut dengan hati-hati, lepaskan baut yang menempelkan kabel hitam (ground) Scanner ke body printer.

Sampai disini Scanner bisa dilepas dari printer. Simpan di tempat yang aman.

4. Lepas empat baut cover utama printer. Letaknya ada di kanan dan kiri-atas dekat motherboard serta di kanan dan kiri-depan. Lepaskan kabel USB depan dari kaitan di cover utama. Angkat cover dan simpan di tempat yang aman.

5. Buka paper feed tray dengan cara mencongkelnya:

Hati-hati dengan per besar  yang ada di belakang paper feed tray. Amankan paper feed tray.

6. Sampai disini mekanisme printer dan cartridge sudah terlihat jelas. Namun kita perlu membuka mekanisme cartridge supaya kita bisa membuka mekanisme paper feed yang menjadi sumber masalah.

Perhatikan ada baut di sisi kanan, tengah dan kiri mekanisme cartridge. Lepaskan semuanya seperti gambar berikut:

Baut di bagian tengah mekanisme cartridge:

7. Lepaskan dua konektor fleksibel dari mekanisme cartridge yang menuju ke motherboard:

8. Lepaskan baut PCB sensor kertas dan sensor mekanisme paper feed:

Lepaskan tape perekat Fleksibel dan kabel PCB sensor dari mekanisme cartridge sehingga mekanisme cartridge bisa dilepas.

Dan…..

Dengan hati-hati dimulai dari mekanisme cartridge di sebelah kanan dulu (dilihat dari depan printer), angkat sedikit besi penopang mekanisme cartridge dan geser keluar. Hati-hati jangan merusak decoding strip cartridge (plastik pipih sepanjang jalur cartridge).

Kenapa harus diangkat? Karena mekanisme cartridge dijaga oleh tonjolan plastik body printer:

9. Lepaskan plastik penahan sumbu roller penarik kertas:

10. Sekarang geser keluar bagian tengah mekanisme cartridge, hati-hati dengan empat per penekan lidah penekan kertas. Per ini mudah lepas, namun jika lepas tidak terlalu sulit memasangnya lagi, koq.

Lanjutkan dengan melepas bagian kiri mekanisme cartridge. Hati-hati dengan kabel power motor cartridge jangan sampai tersangkut.

Sampai disini mekanisme cartridge sudah bisa dilepas. Amankan mekanisme cartridge dan hati-hati jangan ada bagian yang hilang.

11. Yang tersisa sekarang adalah membuka mekanisme paper feed yang berada di kanan printer (dilihat dari depan). Mekanisme ini diikat oleh tiga baut. Dua di depan mekanisme paper feed dan satu di belakang dekat rumah per besar penekan paper feed tray

Sampai disini mekanisme paper feed sudah bisa dilepas.

12. Angkat mekanisme paper feed dan balikkan, maka akan terlihat satu gear (roda gigi) yang mempunyai per, Sebenarnya ini adalah dua gear yang disatukan dengan per. Jadi keduanya hanya berputar bersama dalam satu arah saja. Jika diputar arah sebaliknya, hanya satu gear yang berputar:

Nah, gear ini adalah biang keladi error E-3.  Karena sewaktu kertas kusut, mekanisme paper feed dipaksa bekerja secara manual. Bayangkan saja begini: Jika biasanya kertas diputar oleh mekanisme, sekarang mekanisme diputar oleh tarikan kertas.

Akibatnya jelas. Roda gigi berputar arah dan beban besar ditanggung oleh gear yang punya per ini.  Ditambah lagi dengan rumah gear yang kurang kuat sehingga gear keluar jalur dan selip, sehingga sensor kertas dan sensor paper feed tidak menghasilkan data yang singkron yang dapat dicerna oleh sistem.

Perbaikannya jelas: Kembalikan gear ke rumahnya dan pastikan batang pen yang menahan gear terpasang dengan benar. Pastikan juga klep yang menyatukan kedua gear ini kuat. Karena sebelum dikenakan beban putaran bisa jadi klepnya kuat, namun setelah printer dinyalakan kedua gear ini terpisah karena tekanan pernya. Bila perlu ganjal klep dengan karton tebal.

Sudah?

Pasang kembali semua mekanisme printer dengan urutan terbalik. Pastikan semua sudah terpasang dengan benar. Bila ada pemasangan mekanisme yang terasa mengganjal sesuatu, jangan dipaksa. Perhatikan semuanya dengan teliti. Jangan lupa memasang kembali konektor kabel dan Fleksibelnya.

Oh ya satu gambar lagi mengenai pemasangan per lidah penekan kertas:

Lakukan dari atas mekanisme cartridge.  Julurkan batang per masuk ke jalurnya dan kaitkan ujungnya ke penahan.

…Dan error E-3 pun hilang!

Bagaimana?

Berani membongkar printer anda?

Jangan khawatir. Sebenarnya tidak terlalu sulit. Asalkan anda tekun,  sabar dan teliti.

OK sampai disini dulu.. Salam Go….!!!!BLOG