Blackberry; (Not a) Smartphone

Petualangan mengusili handset-handset Android akhirnya membawa saya pada Blackberry.

Seperti yang sudah kisanak ketahui, semenjak saya mengusili handset Samsung Galaxy Y, dari situ petualangan Android saya berlanjut ke LG Optimus ME, kemudian beralih ke Samsung Galaxy Y kembali, lalu ke IMO Normandy X2, dan akhirnya berlabuh di tablet Advan-Vandroid T yang berbasis ICS 4.0.4. Dari handset Android terakhir ini, praktis saya tidak mengusili handset apapun yang berlabel Android, karena keterbatasan dana, alias kantong cekak bin garing :D.

Walhasil karena kebutuhan komunikasi dengan rekan-rekan sejawat yang notabene menggunakan Blackberry, akhirnya saya putuskan menggandeng satu handset Blackberry pertama saya, yaitu Curve 8320.

BlackBerry-Curve-8320-01

Curve 8320-Old and Slow

Bisa dibilang saya adalah manusia Indonesia yang terlambat menggunakan handset Blackberry, disaat jutaan penduduk republik ini sudah menggunakannya :D.

Continue reading

Android is My Choice! Review Samsung Galaxy Young (S5360)

Masih ingat gak, terakhir saya beli ponsel baru adalah di tahun 2008.

Waktu itu saya beli ponsel D-One SG 108 di Harco Mangga dua seharga Rp. 650.000. Waktu itu ponsel generik made in China belum begitu booming, nggak seperti sekarang. Saat itu ponsel generik masih cukup mahal harganya. Cobalah tengok saat ini. Dengan modal duit 200 ribuan, sudah dapat ponsel dengan fitur berlimpah.

Sejak ponsel D-One itu, saya nggak beli ponsel baru lagi. Akhir tahun 2010 saya beli ponsel bekas SonyEricsson W300i, dan sekarang ponsel tersebut rusak entah kenapa. Pastinya sih karena sering saya banting kalau lagi kesal 😡

Akhirnya pilih punya pilih ponsel pengganti si SonyEricsson, mata saya tertuju pada ponsel-ponsel berbasis Android.

Kenapa nggak BlackBerry saja seperti kawan-kawan saya? Yah, semata-mata saya nggak sreg saja sama BB. Ini masalah selera aja. Saya lihat ponsel-ponsel berbasis Android sangat highly customizable, dan dengan hardware yang rata-rata cukup mumpuni untuk kebutuhan sehari-hari.

Setelah mutar-mutar sana sini (di web 🙂 ) mencari ponsel Android dengan spesifikasi yang cocok untuk saya, akhirnya faktor penentu semakin mengerucut pada fitur-fitur seperti berikut:

1. Layar haruslah cukup besar >2 inci untuk kemudahan berselancar internet, mengolah data pada aplikasi office, dan untuk keperluan hiburan.

2. CPU dan RAM yang dimiliki harus cukup kuat untuk menjalankan aplikasi-aplikasi terkini.

3. Layar sentuh kapasitif

4. Harga yang terjangkau.

5. Stock OS Android yang nggak terlalu ketinggalan jauh.

Dari kelima faktor penentu tersebut, akhirnya pilihan jatuh pada ponsel Android Samsung Galaxy Young S5360 dengan spesifikasi sebagai berikut, diambil dari situs Samsung:

Platform:

  • 850 / 900 / 1.800 / 1.900MHz GSM&EDGE Band
  • 900 / 2.100MHz 3G Band
  • 3G Network&Data: HSDPA7.2
  • Android 2.3 (Gingerbread)

Display:

  • 262K Colour TFT Technology
  • 320 x 240 External Resolution
  • 3.0″ External Display Size

CPU ARM6 830 MHz / 160 MB RAM

Wi-fi, Bluetooth, A-GPS, pokoknya kumplit gan! 😀

Galaxy Y Tampak Depan.

Tampak Belakang. Kamera 2 MP. Cukup lah buat iseng-iseng!

 

Tampak Samping. Lumayan Tipis!

 Yang saya suka dari Samsung Galaxy Y ini:

1. OS Android 2.3 Gingerbread yang sangat solid, dan nggak ketinggalan jaman,

2. Layar sentuh kapasitif yang responsif,

3. Dimensi keseluruhan yang sesuai dengan kebutuhan saya; nggak terlalu besar dan nggak terlalu imut,

4. CPU cepat dalam memproses aplikasi,

5. Hasil jepretan kamera cukup baik, walaupun nggak bening-bening amat.

6. Aplikasi, Theme dan Launcher yang berlimpah di Android Market,

7. Bonus MicroSD 2GB.

 

Contoh jepretan kamera Galaxy Y. Indoor dengan pencahayaan lampu fluorescent.

 

Contoh jepretan kamera Galaxy Y yang kurang senang terhadap cahaya dari outdoor. Kurang bagus. Maaf mengenai kaki yang di gambar ya 😀

Yang saya kurang suka dari Samsung Galaxy Y ini:

1. Grip pada body kurang sreg. Berasa licin dan takut jatuh saat memegang ponsel ini,

2. Kamera tidak ada LED Flash untuk membantu pencahayaan,

3. Batere yang ampun DJ boros sekalih bila fitur paket data selalu ON. Dengan aplikasi-aplikasi yang selalu ter-sinkronkan dengan Internet, batere Galaxy Y hanya bertahan 15-20 jam. Untungnya ada aplikasi penghemat baterai!

4. RAM hanya 160MB.

5. Ketergantungan pada mbah Google dan koneksi internet. Tanpa akun Google dan Internet, ponsel-ponsel Android dan ponsel moderen masa kini menjadi mati rasa, ilfeel, ibarat sayur jengkol, tanpa jengkol!

 

Yang ada di dalam Boks Samsung Galaxy Y:

Paket standar ponsel, didalam boks berisi CD software PC Sync KIES, kabel data, baterai, memori MicroSD 2GB, charger dan buku manual.

Berapa harga untuk semua fasilitas yang ada di Samsung Galaxy Y? Per November 2011, harga Jakarta di kisaran Rp. 1.150.000 – Rp. 1.250.000.

 

Kesimpulan:

Untuk saya pribadi sebagai Android user entry level, alias pemula dalam Android, Samsung Galaxy Y merupakan pilihan terbaik, harga terjangkau dengan fitur berlimpah. Harga Samsung Galaxy Y nggak beda jauh dengan ponsel Android generik made in China. Pastikan juga anda menggunakan paket internet yang disediakan operator pilihan anda. Tanpa paket internet, pastinya pulsa bakal jadi boros.

Oke. sampai ketemu lagi di artikel-artikel Go….!!!! BLOG selanjutnya yang pastinya nggak bikin kamuh GoBLOG 😀

 

D-One SG108. Ponsel Murah Sarat Fitur

Jyaaa…!!! Lagi nggak mood ngisi Blog. Jadi udah beberapa hari ini Blog saya sepi nggak ada artikel baru :p

Ya udah deh artikel kali ini yang ringan-ringan aja, yaitu mengenai ponsel D-One SG108.

Kenapa saya turunkan artikel mengenai ponsel SG-108 ini? Karena ini ponsel terbaru saya (jieee). Itu aja!

 

D-One SG108

D-One SG108

Yah, kalo ponsel saya yang lama nggak rusak-rusak amat sih saya juga nggak bakalan beli ponsel baru. Mending buat beli susu formula buat anakku..hehehe. Ponsel saya yang lama (Samsung R220) udah nggak bisa di-charge lewat adaptornya, jadi harus di-charge lewat charger desktop. Udah gitu batrenya juga nge-drop. Jadi di-charge satu hari penuh cuma tahan satu hari pula! Ditambah mikrofonnya kadang nggak berfungsi. Ya udah deh! Beli aja yang baru!!!!

Jadilah dua minggu yang lalu saya pergi ke Harco Mangga Dua, sekalian membeli hardware pesanan orang. Pokoknya target pulang harus punya ponsel baru!. Tapi uang di saku cuma 700 ribu? Yaaah paling cuma kebeli ponsel ‘kacangan’ !

Ternyata ada juga ponsel dengan kisaran harga 600 ribuan yang punya fitur lengkap. salah satunya ya D-One SG108 ini. Awalnya saya skeptis melihat ponsel yang kurang ngetop ini. Tapi setelah saya teliti lebih jauh ya lumayan juga fiturnya. Bandingkan dengan ponsel merek terkenal, misalnya Nokia. dengan uang 700 ribu kita dapat ponsel tipe apa ya?

Fitur yang terdapat pada SG108 ini lumayan banyak : Layar 65 ribu warna, Bluetooth A2DP, Media Player, VGA Camera, Extended Memory Micro SD, MP3 ringtones, dan FM Radio. dengan harga Rp. 650.000,-

 

DESAIN

Dengan desain kotak sederhana dengan ujung yang membulat ponsel ini lumayan tipis dan enak digenggam. Letak tombol-tombol pun tepat dan tidak repot dalam penggunaan. Dengan model tombol 4 arah dalam mengakses menu juga menambah keunggulan ponsel ini. Keypad pun tidak keras, juga tidak terlalu empuk. Intinya tombol-tombol pada ponsel ini pas dan nyaman di jari. Namun sayangnya SG108 ini nggak menyertakan dedicated button untuk fungsi-fungsi utamanya. Jadi jika ingin mengakses kamera-misalnya-kita harus masuk ke sub menu-sub menu. Namun hal ini bisa diatasi dengan menempatkan shortcut key pada tombol 4 arah-nya.

PERFORMA 

Waktu startup dari ponsel ini terbilang cepat. Mulai dari dinyalakan tidak sampai lima detik sudah bisa digunakan. Pencarian jaringan pun sangat cepat. Ini yang membuat saya kagum. Bahkan dengan posisi memori eksternal terisi 80% performa startup tidak terpengaruh.  Speakernya pun terbilang jernih dalam melantunkan musik MP3 atau ringtone MIDI. Penangkapan sinyal radio FM pun cukup baik dengan headset terpasang. Namun headset bawaannya kualitas suaranya kurang bagus. Satu hal yang menurunkan nilai ponsel ini adalah brightness  atau kecerahan layar LCD yang kurang. Jika menggunakan ponsel ini dalam kondisi siang hari dapat dipastikan layar hampir tidak dapat dilihat! Kamera VGA pun cukup lumayan untuk penggunaan iseng-iseng dengan cahaya yang cukup.

Ketahanan baterai terbilang sangat baik, dengan waktu pengisian singkat ± 1jam ponsel bisa digunakan selama tiga hari (pemakaian wajar). Baterainya pun menggunakan baterai yang sama dengan baterai Nokia (BL-4C).

KESIMPULAN

dengan harga yang ditawarkan ponsel ini bisa menjadi alternatif bagi anda yang ingin ponsel dengan fitur yang bisa menyaingi ponsel merek ternama. Layanan purna jual pun tersebar di beberapa kota besar, didukung oleh Sarindo yang juga menggawangi merek Motorola.

SMS Santet ? When Traditional and Modern Life Collides

Met sore semuanya ? Sehat ?

Akhir-akhir ini banyak beredar di media massa dan informasi dari bibir ke bibir adanya SMS “santet” yang jika dibaca atau diangkat telpon yang masuk oleh si penerima, maka si penerima itu akan ter “santet” dengan gejala-gejala yang mirip dengan hasil santet di teve atau di dunia nyata.

Beneran nggak sih SMS Santet ini ? Boleh nggak kalo saya nyontek artikel dari Detik.com ? Boleh ya mas Detik ? Nih :

Ibu dan Anak di Situbondo Mengaku Jadi Korban SMS Santet

Irwan Yulianto – DetikSurabaya

Situbondo – Meski sebagian masyarakat menganggap palsu, namun warga yang menjadi korban SMS santet masih terjadi. Kali ini warga yang mengaku pingsan dan muntah-muntah setelah menerima pesan singkat dari nomor 0866 itu adalah Haryono (23) dan ibu kandungnya Mahati.

Mereka adalah warga Dusun Curah Malang, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Situbondo, Jatim. Ibu dan anak ini diganggu SMS santet yang mengeluarkan warna merah dari LCD ponselnya pada Rabu (14/5/2008), pukul 23.00 WIB.

Dua korban itu langsung melaporkannya kejadian yang dialaminya ke Polsek Asembagus. Polisi langsung mengamankan dua unit ponsel masing-masing merk Samsung dan Nokia milik korban.

Kepada polisi korban menuturkan bahwa malam itu mereka menerima panggilan telepon yang masuk ke ponselnya. Saat diangkat layar ponselnya tiba-tiba menampilkan warna merah dengan nomor yang masuk 0866. Tidak lama kemudian setelah korban
menerima panggilan itu dikabarkan langsung korban pingsan dan sekujur tubuhnya terasa kaku.

Selain itu, korban juga muntah muntah bahkan sempat ngompol. Saat itulah keluarga korban langsung memboyongnya ke Puskesmas Asembagus untuk dirawat.

Kejadian itu ketika Haryono sedang tertidur lelap. Namun dia terbangun ketika ponselnya berdering. “Saya angkat ponsel saya. Saat itulah saya seperti tersengat listrik tegangan tinggi yang menjalar ke sekujur tubuh. Saya kemudian tak ingat lagi karena pingsan,” ungkap Hariyono saat ditemui di Puskesmas Asembagus, Kamis (15/5/2008).

Meski tidak sepenuhnya menyadari tahu kalau saat itu layar ponselnya berubah
menjadi warna merah, namun Toyo (20), adik kandung yang mendampinginya tidur sempat mengetahuinya.

Melihat kakaknya mengerang kesakitan, spontan Toyo membuang ponsel dari genggaman Hariyono. Ternyata nasib serupa juga menimpa ibu kandung Haryono. Meski kejadian yang menimpa Mahati sehari sebelumnya, Mahati juga mengaku kaget jika apa yang menimpa dirinya juga menimpa anak kandungnya.

“Saya sengaja tidak menceritakan kejadian yang saya alami malam sebelumnya, karena saya pikir itu ada kerusakan pada ponsel. Persis yang menimpa anak saya,” kata Mahati saat
mendampingi Haryono di Puskesmas Asembagus.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Asembagus, dr Bagus Wicaksono mengatakan, secara medis korban hanya mengalami tekanan psikologis akibat rasa ketakutan yang
dialaminya. “Dari hasil diagnosa sementra, tubuhnya memang lemas dan korban dalam keadaan syok berat,” kata Bagus.

Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Sukari, mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan penyebaran SMS bernuansa magis itu, meski sampai saat ini pihaknya tidak yakin. “Tapi siapa sih yang bisa membuktikan kebenaran semua ini. Yang penting hati-hati saja,” katanya. (gik/gik)

Allied with Satan

Image courtesy of assunnahsurabaya

SIKAP DARI GO…!!!! BLOG :

Inilah yang terjadi bila alam tradisional berbenturan dengan alam modern. Penyebab SMS “Santet” ini bisa terjadi karena dua hal ;

1. Virus Ponsel :

Virus ponsel saat ini sudah makin mewabah seiring dengan makin banyaknya ponsel atau consumer electronics yang mempunyai sistem operasi yang sifatnya bisa di expand atau bisa ditambahkan kemampuannya oleh si pengguna itu sendiri. Misalnya ponsel dengan sistem operasi Symbian atau Windows Mobile. Ditambah dengan kemampuan ponsel yang saat ini makin banyak akan tetapi tidak diikuti dengan kemampuan si pengguna dalam pengoperasian alat komunikasi tersebut.

Sebutlah satu fitur nirkabel Bluetooth. Dengan Bluetooth, antara ponsel dengan ponsel lainnya atau dengan perangkat lain dapat dengan mudah terhubung dan dapat saling berkomunikasi data. Misalnya anda lupa mematikan Bluetooth dan membiarkan setting security dalam keadaan off atau tidak diberi password dapat dipastikan orang-orang iseng dapat dengan leluasa memasukkan virus atau file lainnya kedalam ponsel.

Hal yang sama berlaku pula dengan komunikasi data melalui wired connection misalnya kabel data, USB dan memory card. Bila mengambil data dari komputer yang terinfeksi virus dan file yang hendak diambil sudah terinfeksi virus ponsel maka dapat dipastikan ponsel andapun dapat terinfeksi.

Kejadian ponsel terinfeksi virus ini pernah dialami oleh ponsel milik teman saya (Nokia 6xxx sistem operasi Symbian). Sering sekali dia nggak bisa kirim SMS maupun menerima SMS. Malah beberapa kali dia mendapat notifikasi dari operator bahwa sudah beberapa kali nomornya mencoba mengirim SMS ke nomor tertentu. Oleh karena itu fasilitas SMS di-blokir sementara oleh operator. Padahal dia sendiri nggak merasa mengirim SMS apa-apa.

Akhirnya dia ganti nomor. Tapi hasilnya tetap sama. Jalan satu-satunya adalah me-re flash software ponselnya. walhasil sampai sekarang ponselnya tidak pernah bermasalah.

2. Memang kerasukan sesuatu yang “gaib” :

Mungkin saja ada dukun santet yang menggunakan ponsel sebagai perantara untuk menyantet. Dan saya ingin menyatakan bahwa santet adalah perbuatan keji, jahat dan tindakan pengecut. Bila punya masalah dengan seseorang lebih baik menghadapi secara langsung.

Saya pribadi tidak mempercayai adanya SMS Santet. Tapi mempercayai adanya kekuatan SUGESTI dan fenomena HIPNOTIS serta penjelasan yang masuk akal seperti : Frekuensi transmisi GSM/CDMA yang beresonansi dengan bagian tubuh tertentu.

Jadi SMS santet menurut pandangan Go…!!!! BLOG adalah kombinasi dari : Virus Ponsel, Kekuatan Sugesti dan Hoax.

Tarif Percakapan GSM….ada yang berani gratis ?

Apakah anda lihat persaingan antar operator GSM/CDMA saat ini sudah tidak masuk akal ?

Saya pikir sih enggak….salah…!!

Persaingan antar operator, apalagi persaingan tarif saya pikir sudah gila-gilaan !

Tapi pernahkah anda pikir tarif “super murah” operator anda adalah murni hasil rekayasa marketing saja ?

Coba kita lihat ilustrasi dari XL dibawah ini :

XL Murah

Memang sih XL ini jagonya bikin panas operator lain. Lihat aja tarif 0.0000… detiknya. Kalo dikonversi ke menit berapa ya tarifnya ?

Saya juga pengguna XL tapi saya nggak pernah ambil pusing (atau gembira) soal promo tarif ini. Berbagai penyebabnya diantara lain adalah :

  1. Pas pulsa saya sudah “sekarat” saya tetap nggak bisa nelfon ke sesama XL, baik itu Jempol atau Bebas. Padahal logikanya kalau tarif 0.0000…detik kalau pulsa saya tinggal-misalkan Rp. 500,- seharusnya masih bisa nelfon. Iya toh ?
  2. Tarif promo hanya “sesaat” saja; paling cuma 2-3 bulan saja. selanjutnya biasa lagi

Coba kita lihat lagi ilustrasi tarif diatas : ternyata XL memberlakukan sistem zona waktu untuk tarif promonya, dimana untuk waktu off peak tarif yang berlaku adalah Rp. 10/detik untuk 1 menit pertama dan menit berikutnya adalah Rp. 0.0000…sampe puas !

Sedangkan untuk tarif antar operator diberlakukan tarif Rp. 25/detik untuk 2 menit pertama, selanjutnya Rp. 0.0000…sampe puas !….Namun BERLANJUT kembali setelah menit ke-10 yaitu Rp.10/detik dan seterusnya.

Dimana letak “kebohongannya” ?

Coba kita lihat kembali ilustrasi tarif antar operator. Setelah 10 menit maka kita kembali akan dikenakan tarif “biasa” yaitu Rp. 10/detik = Rp. 600/menit !

Jadi hitung-hitungan saya kalau anda nelfon istri ke-2 anda selama 15 menit, maka :

menit 0-2 = Rp. 25 x 120 detik = Rp. 3.000,-

menit 2-10 = Rp. 0.000….(tidak jelas perhitungannya) = ???

menit 10-15= Rp.10 x 300 = Rp. 3.000,-

TOTAL 15 MENIT PERCAKAPAN DENGAN ISTRI KE-2 ANDA ADALAH = Rp.6.000,- (tidak mengikutkan tarif Rp. 0.0000—sampe puas karena seperti karya lukis abstrak..saya nggak ngerti !)

Tarif untuk sesama XL pun saya masih belum percaya karena tarifnya tidak gamblang dan hanya ditulis Rp. 0.0000……jadi kita tidak dapat menghitung berapa tarif sebenarnya.

Bagaimana dengan operator lainnya ?

Sama gajah…Coba lihat tarif dari Indosat M3 dibawah ini :

M3 sesama

dan juga ilustrasi dibawah ini untuk lintas operator :

M3 lintas operator

Tapi untuk skema tarif M3 Indosat menerapkan tarif “selang-seling” untuk lintas operator. Tapi untuk perhitungan tarifnya hampir sama (tetap mahal)nya.

Bagaimana dengan operator lain seperti Telkomsel ?

Sepertinya Telkomsel tidak ingin kehilangan gengsi/image sebagai operator menengah ke-atas. Dan juga tradisi dari dulu tarif Telkomsel tetap saja lebih tinggi dari operator lain, walaupun Telkomsel telah mengeluarkan produk-produk “murah” seperti kartu AS, sepertinya Telkomsel masih “malu-malu” untuk ikutan perang tarif.

Simbah rasa operator GSM tidak akan dapat mengalahkan operator CDMA untuk urusan tarif. Apalagi model Esia yang berani bayar (dalam bentuk pulsa) jika ditelfon dari operator lain.

Dengan dalih pemasaran apapun, operator telekomunikasi tetap harus menyampaikan iklan dengan tarif komunikasi yang jelas dan tidak menyesatkan.

Btw apakah ini istri ke-2 anda ?

Ada versi “bebas” nya ga ?

suit suiwww….