Seorang Pria Pulang Dengan “Jantung Buatan Murni”

Selama hampir dua tahun, Charles Okeke yang berusia 43 tahun telah mencoba hidup normal di rumah sakit dengan mesin seberat 180 kg menempel di tubuhnya.

“Mungkin anda tidak bisa membayangkan, saya tersangkut di sebuah mesin.” katanya.

Okeke baru saja berusia 30 tahun saat gumpalan darah merusak jantungnya, seperti dituturkan oleh koresponden medis CBS News Dr. Jennifer Ashton. Okeke mendapatkan transplantasi jantung dan selama 10 tahun kehidupan berjalan dengan baik bagi ayah tiga orang anak itu.

Tapi pada tahun 2008 tubuhnya menolak jantung transplantasi tersebut dan pada saat itu tidak memungkinkan untuk mencangkokkan jantung pengganti lagi.

Sekarang Okeke menggunakan apa yang disebut “jantung buatan murni.” Kedua kamar jantung dibuang beserta keempat katupnya. Tabung penghubung lalu dimasukkan. Tabung ini memompa darah seperti jantung asli.

“Ada jantung buatan didalam tubuh saya dan ada tabung penghubung melalui lubang keluar disini.” katanya sambil menunjuk ke sebuah tabung.

Saat ditanya sewaktu dia menyadari bahwa dia menggunakan jantung buatan, Okeke berkata, “Pada banyak waktu saya tidak dapat menyentuh dada saya secara fisik karena terasa sangat aneh.”

Namun kehidupan Okeke akan segera berubah. FDA telah menyetujui alat seukuran tas punggung ini yang dijalankan dengan batere dan hanya berbobot 5.9 kg. Alat ini adalah teknologi portabel pertama yang mendukung segala kegiatan jantung buatan.

“Sensor yang tadinya seukuran kaleng sup sekarang hanya seukuran koin logam.” kata Steven Langford dari Syncardia. “Lompatan teknologi ini telah mengijinkan kami mengecilkan seluruh ukuran peralatan.”

Okeke adalah pasien penyakit jantung pertama di US yang mencoba alat ini.

Namun ada kekhawatiran. Apakah alat ini menyediakan tenaga yang cukup sehingga hati dan ginjal dapat juga berfungsi? Apakah Okeke mempercayakan jantungnya pada mesin ini?

“Kenyamanan dia menggunakan piranti ini, sama pentingnya dengan berjalannya fungsi organ lain” menurut kepala bagian pembedahan jantung Mayo Clinic Dr. Francisco Arabia.

Setelah beberapa minggu mengatur “freedom driver,” -alatnya dinamakan seperti itu-. ¬†Okeke mendapatkan kebebasan untuk pertama kalinya, dan dia meninggalkan rumah sakit dengan lambaian tangan dan ratusan orang mendoakannya.

Di rumah, Okeke memeluk anak-anaknya. ¬†“Saya sama bahagianya dengan kalian semua saat ini.” kata Okeke. “Bisa tidur di ranjang saya sendiri setelah dua tahun di ranjang rumah sakit. Anda tidak akan bisa membayangkannya.”

Keluarga Okeke menyadari bahwa mereka tidak akan bisa sebebas dulu. Charles harus bekerja keras menjaga kesehatannya sementara menunggu transplantasi jantung baru, tapi bila jantung baru yang tepat tidak ditemukan, dokter berkata dia mungkin harus hidup selamanya menggunakan alat itu.

Jantung buatan murni Syncardia berharga $125.000 dan biaya perawatan sekitar $18.000 per tahun.

cbs news

Aku Baik-baik aja, bunda! Bayi dalam Rahim Mengacungkan Jempolnya.

Sebagian besar calon ibu mengharapkan petugas kesehatan memberikan sepatah-dua patah kata mengenai kondisi kehamilannya saat mereka memeriksakan kehamilannya secara rutin.

Tapi Marie Boswell mendapatkan gambaran kondisi kehamilannya dari si jabang bayinya sendiri.

Seperti gambar menakjubkan dibawah ini, si jabang bayi mengacungkan jempol pada ibunya saat pemeriksaan rutin usia kandungan yang ke 20 minggu di Wythenshawe Hospital, Manchester

Ibu rumah tangga yang berusia 35 tahun ini berkata dia tidak bisa berhenti tertawa saat gambar si jabang bayinya muncul di layar pemindai di rumah sakit Wythenshawe, yang berada di dekat rumahnya di Manchester.

“Ini benar-benar lucu.” katanya.

“Saya pergi memeriksakan kandungan bersama teman dan ibu saya dan kami semua langsung tertawa. Si bayi mengacungkan jempolnya, itu sangat jelas!.”

“Saya menyimpan gambar itu di buku karena saya ingin memperlihatkan pada si bayi saat dia dewasa nanti.”

Marie Boswell, yang juga mempunyai putri bernama Olivia, 10 tahun, harus kembali ke rumah sakit untuk pemindaian yang kedua beberapa hari kemudian karena tenaga medis tidak dapat memindai tulang belakangnya karena si bayi berada di posisi yang tidak biasa.

Tapi dia dan pasangannya, James Evans, 41 tahun, seorang dekorator, telah diberitahu semua baik-baik saja dan tinggal menantikan kelahiran si jabang bayi di bulan September.

Dailymail