There Will Be Delay on New Posts at Go….!!!! BLOG

Suasana lagi kusut masbro kisanak..

Mohon maaf, lagi-lagi akan ada penundaan untuk artikel-artikel berkualitas dari Go….!!!! BLOG yang akan datang, karena saya sedang fokus menekuni pekerjaan baru saya sebagai driver Taksi Blue Bird. Bila ada kesempatan, saya akan coba menurunkan artikel baru.

Mohon maaf pula bila saya lama membalas komentar-komentar para kisanak yang terhormat, karena keterbatasan waktu dan sarana.

Bila dijalan kita bertemu, jangan sungkan untuk nge-dim atau say hi, ya, atau lebih mantap lagi naik mobil saya, hehehe. Mobil saya taksi Blue Bird LR2643 AKA “Citra Kirana”, atau LR 2760 AKA “Mbah Maridjan” :). Kenapa koq mobil ada nama aliasnya? Yah itu nanti saya jelaskan di lain waktu.

Salam hormat buat kisanak sekeluarga.

My Second Baby..It’s a Girl!

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, kami masih diberikan kepercayaan untuk mengasuh anak yang kedua.

Setelah lima tahun berselang dari artikel sebelumnya, kini si Rasyid yang telah berusia 5 tahun punya adik perempuan yang kami namai Camelia Ayu Haliffa.

Pada awalnya saya sendiri sempat nggak percaya, jika bundanya Rasyid hamil kembali, karena tahun kemarin saya dan keluarga boyongan ke Demak, Jawa Tengah karena panggilan tugas. Barulah pada bulan Februari bundanya Rasyid mulai owek-owek (mual, muntah maksudnya -red) dan melakukan tes kehamilan lewat test pack, dan garis merah pada test pack yang awalnya sendirian, perlahan-lahan punya teman garis merah satu baris lagi, yang artinya kehamilannya positif.

Jika menurut rumus Naegele, estimasi si jabang bayi lahir pada 27 Agustus 2013, namun setelah diteropong melalui USG, hitungannya mundur menjadi 14 Agustus 2013, dan ternyata si dedek lahir pada tanggal 17 Agustus 2013, pukul 07.05 dengan proses kehamilan normal.

Camelia Ayu Haliffa

Camelia Ayu Haliffa

Demikianlah yang dapat saya turunkan pada artikel kali ini. Mohon maaf saya agak jarang menurunkan artikel lagi, karena kotak inspirasi sedang rusak, dan barangkali perlu diformat-dan di-instal OS terbaru dulu, he he he.

Welcome to the world Camelia!….

Tawuran….Gaya Hidup Orang Idiot

Selamat sore….

Seakan sudah menjadi budaya di negeri kita tercinta Indonesia ini bahwa tawuran sudah menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat kita.

Tengoklah kanan dan kiri kita. Jaman sekarang strata mana sih yang nggak tawuran? Mulai dari anak Sekolah Dasar, Tingkat Pertama, Menengah, hingga kakaknya yang ada di universitas. Semua sedang melakoni gaya hidup baru yang namanya tawuran.

Malah sekarang ini tawuran bukan hanya menjadi trademark anak sekolahan, tapi juga diikuti oleh masyarakat yang sedang tidak mengikuti pendidikan di sekolah, contohnya tawuran antar kampung, antar geng atau antar suku.

Benarkah bangsa kita sedang berproses menjadi bangsa militan atau bangsa barbar? Dimana penyelesaian suatu masalah hanya terpikir melalui jalan peperangan? Ataukah sekedar melepaskan kepenatan dari rutinitas sehari-hari? Wah…suatu cara melepaskan kepenatan yang aneh…

Baik, Go….!!!! BLOG akan mengulas idiot-idiot pertama yang mengidolakan tawuran, yaitu anak-anak sekolah :

Berdasarkan pengalaman Go….!!!! BLOG sewaktu bersekolah di STM (sekarang menjadi SMK), tawuran hanya menjadi milik STM. Rasanya diluar STM tidak ada jenjang sekolah lain yang siswanya berprofesi sampingan sebagai petawur. Adapun anak-anak SMA hanya segelintir saja yang menjadi petawur. Itu pun biasanya hanya masalah rebutan cewek atau rebutan guru (waw…bener ada nggak yang rebutan guru ??)

Waktu terus berjalan hingga sekarang ini tawuran mulai diikuti oleh jenjang sekolah dibawahnya. Mulai terasa dari tingkat SMP lalu sekarang ini mulai terasa tingkat SD mulai mencicipi indahnya tawuran. Bahkan anak-anak kuliahan juga baru-baru ini terdengar mengikuti profesi sebagai petawur ini.

 

Idiot sedang Tawuran

Idiot sedang Tawuran

 

 

Apa sih yang menyebabkan orang menjadi sedemikian idiotnya sehingga menjadi petawur? Go….!!!! BLOG akan mengulasnya satu persatu untuk anda ;

 

1. Aspirasi yang Tidak Tersalurkan

Corong-corong aspirasi sebenarnya telah tersedia di seluruh komponen kehidupan. Apalagi setelah era reformasi bergulir, kini setiap orang dapat mencurahkan segala keluh kesahnya tanpa takut akan ada efek sampingnya. Namun gaya para pejuang reformasi era 1997-1998 yang -sedihnya- berujung pada kerusuhan massal nampaknya menjadi pesan bagi generasi masa kini bahwa segala aspirasinya akan tercapai dan tersalurkan bila mengikuti cara-cara kekerasan dan memaksakan kehendak. Ini tentunya adalah kesalahan persepsi pribadi mengenai cara-cara penyaluran aspirasi. Go….!!!! BLOG tentunya angkat topi kepada para pejuang reformasi sehingga sekarang ini kita semua dapat menikmati kebebasan berpendapat.

 

2. Berani karena Banyak 

Yang ini sudah tidak perlu dijabarkan lagi. Sudah kodratnya manusia menjadi berani karena banyak orang yang mendukung disekelilingnya. Malah menjadi kebingungan massal karena pelaku tawuran biasanya bingung siapa yang didukung dan siapa yang mendukung dan apa permasalahannya. Hanya karena ada banyak orang maka dengan idiotnya mereka menjadi berani.

 

Eedeeyt

Eedeeyt

 

 

3. Tawuran karena Disusupi Pihak yang Ingin Mereka Tawuran

Faktor ini sudah tidak bisa dibilang sebagai Idiot Factor… Ini diluar ke-idiotan manusia petawur

 

4. Petawurnya Memang Completely Idiot, dan faktor penyebabnya memang IDIOT

Faktor ini menjadi faktor pertama penyebab tawuran, mulai dari rebutan cewek, rebutan lahan parkir, rebutan tanah (yang belum tentu benar milik-nya), temannya dipalak siswa sekolah lain, diejek siswa sekolah lain, diejek fakultas lain, dan masih banyak lagi. Faktor semangat kebersamaan memang kental disini. anehnya, gara-gara satu orang idiot maka semua menjadi idiot…. 

 

5. Kurang Perhatian Orang Tua

Sudah jamak terjadi orang tua menyerahkan pendidikan anak-anaknya kepada sekolah. Ini memang normal-normal saja. Namun sebagian besar orang tua menyerahkan SEMUA urusan pendidikan anaknya kepada sekolah. Para orang tua ini hanya peduli memberikan uang jajan dan uang SPP pada anaknya. Urusan lainnya serahkan pada sekolah. Pekerjaan Rumah pun hanya ditanyakan selintas saja. Apalagi bagaimana kelancaran sekolah anak-anaknya. Tapi anehnya jika anaknya terlibat tawuran atau nilainya buruk di sekolah mereka malah memarahi dan menyalahkan sekolah, guru dan anaknya sendiri! Bolehkah Go….!!!! BLOG menyumpahi orang tua seperti ini? Nggak ah…kesadaran sendiri saja

 

6. Adat-istiadat

Apakah ada adat istiadat yang mengajarkan tawuran. Go….!!!! BLOG merasa tidak ada adat istiadat seperti itu. Namun sejauh pengetahuan Go….!!!! BLOG ada adat istiadat yang mengajarkan pertempuran jika-misalkan- suku nya terusik. Tentunya ini sedikit diluar faktor terjadinya tawuran.

 

7. Jiwa Muda

Ah Idiot saja jika ada kaitan antara jiwa muda dengan tawuran. Yang benar adalah bimbingan mental dan rohani jiwa muda hingga tawuran dapat dihindari (lho ini berarti Go….!!!! BLOG idiot juga dong ??)

 

Toidi

Toidi

 

KESIMPULAN

Go….!!!! BLOG berkesimpulan bahwa tawuran adalah hal yang benar-benar menyita waktu dan tenaga. apalagi jika penyebabnya hal-hal sepele seperti nomor (4) diatas.

Untuk para adik-adik SD hingga Universitas Go….!!!! BLOG berpesan :

Jangan jadi orang IDIOT. Tawuran adalah pekerjaan orang IDIOT. Kalian adalah orang-orang terpilih yang dapat mengenyam pendidikan dengan baik. Buat apa menyia-nyiakannya dengan tawuran? Belajar dengan baik dan penuhilah harapan orang tua kalian sebagaimana orang tua kalian bersusah payah mencari uang untuk kalian sekolah. Jadi, say no to TAWURAN…IDIOT !!!!

Sumber gambar : Googling

GO….!!!! BLOG AWARDS — The Indonesia’s Worst TV Station 2008 (2)

Siapakah pemenang dari GO….!!!! BLOG AWARDS — The Indonesia’s Worst TV Station 2008 ?

Pemenangnya adalah …..

SCTV

SCTV

Dengan slogan Satu Untuk Semua SCTV berhak mendapatkan penghargaan sebagai Stasiun TV terburuk Indonesia 2008. 

Secara teoritis memang slogan Satu Untuk Semua kelihatannya bagus. Namun arti dari slogan tersebut adalah “mencoba menayangkan acara-acara untuk semua kepentingan dan segala lapisan masyarakat”.

Mari kita lihat materi acara yang ditayangkan SCTV satu persatu :

1. Acara Anak : TENGGELAM-Tidak terlihat acara anak yang menonjol.

2. Olahraga : Hanya Sepak Bola. Ini pun mulai terlihat tidak serius penggarapannya

3. Berita : Ada liputan6 yang mempunyai reputasi baik. Namun semuanya nampak sia-sia dengan pemecahan rekor membacakan berita dari udara dan rekor-rekor MURI tahun sebelumnya. Apa sih yang ingin dicapai SCTV ?

4. Remaja : BANYAK sekali! Mulai dari sinetron remaja yang kacangan, FTV yang tidak terlalu bagus, variety show atau reality show yang sesungguhnya tidak patut ditayangkan dan dilakukan oleh para remaja kita (Baca : BELAJAR DULU YANG BENAR BARU PACARAN!)

5. Lainnya : Infotainment (basi)

Skor : 0

Prediksi Go….!!!! BLOG :

Bila SCTV terus bergaya seperti ini maka dalam waktu 5 (lima) tahun SCTV akan terpuruk. 

Jadi selamat untuk SCTV untuk peraihan piala The Indonesia’s Worst TV Station 2008. Mudah-mudahan tahun depan lebih buruk lagi.

GO….!!!! BLOG AWARDS — The Indonesia’s Worst TV Station 2008

Selamat malam para pemirsa interweb sekalian.

Mulai tahun 2008 ini GO….!!!! BLOG akan menganugerahkan penghargaan kepada stasiun-stasiun televisi di Indonesia.

Kategori yang GO….!!!! BLOG ketengahkan adalah :

1. The Worst TV Station 2008

2. The Best TV Station 2008

Mengapa GO….!!!! BLOG hanya menganugerahkan penghargaan dengan kategori diatas ? Sederhana saja, sebab televisi adalah sarana komunikasi yang paling efektif dengan sasaran segala usia, pekerjaan, derajat dan lainnya. Singkat kata, televisi adalah sarana yang terkuat untuk mencerdaskan-atau membodohkan bangsa Indonesia ini.

Faktor penilaian GO….!!!! BLOG Award untuk kategori The Indonesia’s Worst TV Station 2008 adalah :

  1. Acara yang ditayangkan ; Apakah stasiun televisi menayangkan acara yang “dibutuhkan” masyarakat, ataukah yang “diinginkan” masyarakat ? Penilaian ini menjadi penilaian utama The Indonesia’s Worst TV Station 2008, karena tidak semua tayangan yang “diinginkan” masyarakat menjadi baik untuk semua lapisan. Lain dengan tayangan yang “dibutuhkan” masyarakat sudah pasti acara-acara yang ditayangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan, hiburan dan suri teladan.
  2. Konsistensi arah tujuan penyiaran ; Apakah stasiun televisi menayangkan acara-acara yang memang menjadi visi-misinya ? Apakah dalam perjalanannya stasiun televisi itu berubah mengikuti pola trend keinginan masyarakat ? Sebuah stasiun televisi yang konsisten sudah pasti akan tetap mengikuti pola-pola sesuai visi dan misinya. Bila menjadi berubah mengikuti keinginan masyarakat sudah pasti stasiun televisi tersebut adalah stasiun yang hanya mengedepankan margin keuntungan dari iklan dan tidak mempedulikan akibatnya bagi masyarakat banyak.

Baik, langsung saja saya bacakan nominator untukThe Indonesia’s Worst TV Station 2008 :

Trans7

Trans7

Menjadi “adik” dari Trans TV ternyata tidak otomatis menaikkan pamornya. Malah semenjak bergabung dalam Trans Corp. Company dengan nama Trans7 sepertinya malah kehilangan jati diri. Dan juga sepertinya Trans Corp. hanya melirik Trans7 berdasarkan rating beberapa acaranya yang sangat tinggi, contohnya Empat Mata yang dibintangi oleh Tukul Arwana. Lihatlah kini Trans7 : Hanya acara Empat Mata itulah yang menjadi andalannya. Film-film asingnya pun selalu film grade “B” alias murahan. Tayangan MotoGP yang dahulu menjadi identitas TV 7 kini terlihat dibuat setengah hati.

SCTV

SCTV

Menjadi stasiun televisi swasta kedua yang ada di tanah air seolah tidak menjadikan SCTV menjadi stasiun televisi yang disegani. Dengan membabi buta SCTV menayangkan tayangan-tayangan lokal dan tidak memperhatikan dampaknya bagi penonton. Sebutlah sinetron-sinetron bertema cinta yang tidak bermutu yang ditayangkan mulai pagi hingga larut malam, tayangan variety show bertema cinta yang jelas-jelas mengurusi masalah anak muda yang tidak patut diurusi. Reputasi Liputan6 SCTV pun tenggelam bersama naiknya sinetron-sinetron sampah. Bagaimana tidak ? Disaat Liputan6 mengedepankan keakuratan dan realita kehidupan, sinetron sampah yang ditayangkan SCTV malah jauh dari akurat dan realitas kehidupan. SCTV kini hanya menjadi mesin pemuas rating dan iklan. Sungguh naas.

RCTI

RCTI

RCTI sebagai stasiun televisi swasta pertama di tanah air seharusnya bisa menjadi pemimpin pertelevisian Indonesia, tapi dalam kenyataannya malah menjadi pengikut trend dan penjiplak acara stasiun teve lainnya. Konsistensi acara-acara-nya pun dipertanyakan dengan munculnya acara dangdut Joged. RCTI yang tadinya sombong sekali tidak mau menayangkan acara-acara khas Indonesia nyatanya ikut menayangkan musik dangdut karena sedang “in”. Bagaimana dengan pabrik sinetronnya ? Sama seperti SCTV, RCTI juga menayangkan sinetron sampah dengan episode tak berujung. Seputar Indonesia yang juga menjadi pelopor siaran berita TV swasta kini hanya menjadi tayangan yang biasa saja.

TPI

TPI

Apa kepanjangan dari TPI sekarang ini ? Masihkah menjadi Televisi Pendidikan Indonesia ? Jauh dari itu !

Dengan tanpa rasa malu TPI menyembunyikan identitas aslinya namun masih menyimpan “tanda pengenalnya”. Berawal dari stasiun yang mempunyai misi pendidikan dengan tayangan-tayangan yang pro-sekolah kini ikut-ikutan trend “mencari bintang mendadak” dengan durasi tayangan yang luar biasa panjang. Kontes yang hanya membuai para penonton dan pengiklan, sinetron yang tidak jelas tujuan penayangannya, redaksi berita yang pas-pasan, serta film-film lepas keluaran tahun 1980 kebawah menjadi ciri khas stasiun yang lupa identitasnya ini. Semua demi iklan ? Sungguh memalukan.

TVOne

TVOne

TVOne adalah generasi penerus dari Lativi yang juga bingung dengan identitas dirinya. Tidak banyak yang bisa diungkapkan mengenai stasiun televisi ini, hanya yang bisa dikenali dari stasiun ini adalah acara-acaranya yang masih semrawut dan terkesan hanya mengisi waktu saja. Sebutlah acara-acara dokumenter dunia hewan, dan tayangan video-video lucu dari luar negeri. Mudah-mudahan ini hanyalah proses peralihan dari doktrin lamanya saja.

IVM

IVM

Sungguh mengejutkan Indosiar masuk dalam nominasi kategori The Indonesia’s Worst TV Station 2008, sebab pada awal kemunculannya IVM (Indosiar Visual Mandiri) menjadi kuda hitam di pertelevisian tanah air. IVM sempat juga mengambil “kue” iklan dari stasiun swasta lainnya berkat kombinasi acara-acaranya yang brilian. Namun tengoklah kini, Indosiar adalah lumbung sinetron yang tidak masuk akal. Sinetron yang berlatarkan sejarah namun dengan setting moderen dengan properti yang murahan dan asal jadi. Ditambah lagi dengan kontes-kontes “mimpi” yang juga jelek dan tidak mendidik serta durasi yang juga luar biasa panjang. Film-film lepasnya pun murahan dan bergrade “B”.

Itulah tadi nominasi untuk penghargaan The Indonesia’s Worst TV Station 2008. Siapakah yang menjadi pemenangnya ? Stay tune di Blog ini esok hari !..