Jika Android Adalah “Produk Curian,” Maka Begitu Juga Dengan iPhone (Part 2)

Artikel ini adalah sambungan dari Part 1.

Salah satu figur utama dalam pengembangan dan komersialisasi teknologi multitouch adalah Wayne Westerman, dia adalah seorang peneliti ilmu komputer yang pada disertasi PhD-nya menjelaskan sebuah perangkat input multitouch yang canggih. Tidak seperti teknologi lain yang telah dibicarakan sebelumnya, perangkat milik Westerman bukanlah sebuah layar multitouch. Perangkatnya murni sebagai sebuah perangkat input. Bersama dengan John Elias, Westerman kemudian mendirikan FingerWorks, yang memproduksi keyboard multitouch sebagai sebuah cara untuk meringankan cedera pada waktu pemakaian.

FingerWorks diambil alih oleh Apple pada tahun 2005, dan Westerman serta Elias menjadi karyawan Apple. Pengaruh mereka tidak hanya terasa pada kemampuan multitouch iPhone dan iPad, namun juga terasa pada meningkatnya kecanggihan kemampuan multitouch pada trackpad komputer Mac.

Continue reading

Jika Android Adalah “Produk Curian,” Maka Begitu Juga Dengan iPhone (Part 1)

Pengantar Go….!!!!BLOG:

Artikel kali ini merupakan artikel terjemahan dari Arstechnicayang menjelaskan secara gamblang perkembangan teknologi smartphone dari era 1980-an hingga era iPhone dan Android. Pada artikel ini kisanak akan mengetahui bahwa sebelum iPhone dan Android mengalami perkembangan pesat seperti yang terjadi saat ini, ternyata ada perangkat-perangkat pendahulu yang telah ada di pasaran. Jadi sebenarnya iPhone dan Android adalah produk serapan dari teknologi yang telah dirintis sebelumnya.

Artikel ini akan diturunkan secara berseri, dimulai dari seri 1 pada kesempatan kali ini.

Selamat membaca!

Jika Android Adalah “Produk Curian,” Maka Begitu Juga Dengan iPhone.

Menurut penulis biografi resminya, Steve Jobs menabuh genderang perang pada bulan Januari 2010, saat dia melihat produk Android terbaru HTC. “Saya ingin anda berhenti menggunakan ide-ide kami pada Android,” begitulah yang dilaporkan sebagai perkataan Steve Jobs kepada Eric Schmidt, yang kemudian menjadi CEO Google. Schmidt sebelumnya dipaksa mengundurkan diri dari dewan manajemen Apple, sebagian karena meningkatnya persaingan diantara kedua perusahaan tersebut dalam bisnis smartphone. Steve Jobs kemudian bersumpah “akan menghabiskan setiap sen uang milik Apple yang sebesar $40 Milyar di bank untuk meluruskan kesalahan ini.”

Continue reading

[Android] Menghitung Periode Menstruasi Dengan Aplikasi My Days

Ada banyak manfaat bila kisanak mengetahui periode menstruasi pasangan kisanak. Terutama bagi yang sedang menjalankan program kehamilan.

Lho koq ada hubungannya periode menstruasi dengan program kehamilan? La iya lah kisanak. Dengan mengetahui awal dan akhir periode menstruasi pasangan kita, kita dapat mengetahui kapan masa kesuburan seorang wanita, dan dengan demikian kita dapat mengetahui kapan waktu yang tepat untuk “membuahi” pasangan, he he he. Ah..jadi pengen malu! 🙂 🙂

Untungnya bagi kisanak yang memiliki smartphone Android, kini nggak perlu susah-susah lagi menghitung periode menstruasi pasangan. Kisanak tinggal download aplikasi My Days di Android Market dan jalankan aplikasinya. Cara pakainya juga gampang  koq. Segampang membalikkan telapak tangan, yang sedang keseleo.

Jadi gimana cara pakainya? Gampang saja:

1. Tap pada salah satu tanggal di kalender My Days, dan pilih pilihan Add ‘Period Start’ untuk menandai awal menstruasi, dan tap di tanggal lainnya dan pilih pilihan ‘Add Period End‘ untuk menandai akhir menstruasi.

Tampilan utama My Days. Tap di salah satu tanggal untuk mengisi data bulanan.

Inilah menu yang muncul bila salah satu tanggal di kalender My Days di-tap.

2. Bila tanggal awal menstruasi, dan akhir menstruasi sudah ditandai, maka My Days akan menghitung periode awal dan akhir menstruasi untuk bulan-bulan berikutnya secara otomatis.

Nah, kalau sudah begini, kisanak tinggal lihat warna-warna yang ditandai di kalender My Days. Secara default, warna merah di My Days berarti periode menstruasi, warna jingga berarti periode dengan tingkat kesuburan tertinggi. Tingkat kesuburan tertiggi berarti, ada potensi keberhasilan kehamilan bila kisanak dan pasangan rajin “bermain” di tanggal-tanggal tersebut.  dan warna jingga cerah berarti sel telur sudah matang dan siap dikunjungi oleh pasukan sperma. Jadi kisanak tinggal atur deh, kapan waktu untuk “main” dengan pacar… eh istri kisanak!

 

Udah ah, selamat mencoba yah!

Android is My Choice! Review Samsung Galaxy Young (S5360)

Masih ingat gak, terakhir saya beli ponsel baru adalah di tahun 2008.

Waktu itu saya beli ponsel D-One SG 108 di Harco Mangga dua seharga Rp. 650.000. Waktu itu ponsel generik made in China belum begitu booming, nggak seperti sekarang. Saat itu ponsel generik masih cukup mahal harganya. Cobalah tengok saat ini. Dengan modal duit 200 ribuan, sudah dapat ponsel dengan fitur berlimpah.

Sejak ponsel D-One itu, saya nggak beli ponsel baru lagi. Akhir tahun 2010 saya beli ponsel bekas SonyEricsson W300i, dan sekarang ponsel tersebut rusak entah kenapa. Pastinya sih karena sering saya banting kalau lagi kesal 😡

Akhirnya pilih punya pilih ponsel pengganti si SonyEricsson, mata saya tertuju pada ponsel-ponsel berbasis Android.

Kenapa nggak BlackBerry saja seperti kawan-kawan saya? Yah, semata-mata saya nggak sreg saja sama BB. Ini masalah selera aja. Saya lihat ponsel-ponsel berbasis Android sangat highly customizable, dan dengan hardware yang rata-rata cukup mumpuni untuk kebutuhan sehari-hari.

Setelah mutar-mutar sana sini (di web 🙂 ) mencari ponsel Android dengan spesifikasi yang cocok untuk saya, akhirnya faktor penentu semakin mengerucut pada fitur-fitur seperti berikut:

1. Layar haruslah cukup besar >2 inci untuk kemudahan berselancar internet, mengolah data pada aplikasi office, dan untuk keperluan hiburan.

2. CPU dan RAM yang dimiliki harus cukup kuat untuk menjalankan aplikasi-aplikasi terkini.

3. Layar sentuh kapasitif

4. Harga yang terjangkau.

5. Stock OS Android yang nggak terlalu ketinggalan jauh.

Dari kelima faktor penentu tersebut, akhirnya pilihan jatuh pada ponsel Android Samsung Galaxy Young S5360 dengan spesifikasi sebagai berikut, diambil dari situs Samsung:

Platform:

  • 850 / 900 / 1.800 / 1.900MHz GSM&EDGE Band
  • 900 / 2.100MHz 3G Band
  • 3G Network&Data: HSDPA7.2
  • Android 2.3 (Gingerbread)

Display:

  • 262K Colour TFT Technology
  • 320 x 240 External Resolution
  • 3.0″ External Display Size

CPU ARM6 830 MHz / 160 MB RAM

Wi-fi, Bluetooth, A-GPS, pokoknya kumplit gan! 😀

Galaxy Y Tampak Depan.

Tampak Belakang. Kamera 2 MP. Cukup lah buat iseng-iseng!

 

Tampak Samping. Lumayan Tipis!

 Yang saya suka dari Samsung Galaxy Y ini:

1. OS Android 2.3 Gingerbread yang sangat solid, dan nggak ketinggalan jaman,

2. Layar sentuh kapasitif yang responsif,

3. Dimensi keseluruhan yang sesuai dengan kebutuhan saya; nggak terlalu besar dan nggak terlalu imut,

4. CPU cepat dalam memproses aplikasi,

5. Hasil jepretan kamera cukup baik, walaupun nggak bening-bening amat.

6. Aplikasi, Theme dan Launcher yang berlimpah di Android Market,

7. Bonus MicroSD 2GB.

 

Contoh jepretan kamera Galaxy Y. Indoor dengan pencahayaan lampu fluorescent.

 

Contoh jepretan kamera Galaxy Y yang kurang senang terhadap cahaya dari outdoor. Kurang bagus. Maaf mengenai kaki yang di gambar ya 😀

Yang saya kurang suka dari Samsung Galaxy Y ini:

1. Grip pada body kurang sreg. Berasa licin dan takut jatuh saat memegang ponsel ini,

2. Kamera tidak ada LED Flash untuk membantu pencahayaan,

3. Batere yang ampun DJ boros sekalih bila fitur paket data selalu ON. Dengan aplikasi-aplikasi yang selalu ter-sinkronkan dengan Internet, batere Galaxy Y hanya bertahan 15-20 jam. Untungnya ada aplikasi penghemat baterai!

4. RAM hanya 160MB.

5. Ketergantungan pada mbah Google dan koneksi internet. Tanpa akun Google dan Internet, ponsel-ponsel Android dan ponsel moderen masa kini menjadi mati rasa, ilfeel, ibarat sayur jengkol, tanpa jengkol!

 

Yang ada di dalam Boks Samsung Galaxy Y:

Paket standar ponsel, didalam boks berisi CD software PC Sync KIES, kabel data, baterai, memori MicroSD 2GB, charger dan buku manual.

Berapa harga untuk semua fasilitas yang ada di Samsung Galaxy Y? Per November 2011, harga Jakarta di kisaran Rp. 1.150.000 – Rp. 1.250.000.

 

Kesimpulan:

Untuk saya pribadi sebagai Android user entry level, alias pemula dalam Android, Samsung Galaxy Y merupakan pilihan terbaik, harga terjangkau dengan fitur berlimpah. Harga Samsung Galaxy Y nggak beda jauh dengan ponsel Android generik made in China. Pastikan juga anda menggunakan paket internet yang disediakan operator pilihan anda. Tanpa paket internet, pastinya pulsa bakal jadi boros.

Oke. sampai ketemu lagi di artikel-artikel Go….!!!! BLOG selanjutnya yang pastinya nggak bikin kamuh GoBLOG 😀