Modifikasi Fan LGA 775

Halo halo ! Opo kabare…hararade yeuh !

Beberapa hari yang lalu komputer di warnet saya mulai bertingkah. Tadinya sih hanya satu komputer saja. Tapi menular ke beberapa komputer lain yang berbasis sama (CPU Celeron 2.8 GHz LGA) Gejalanya komputer tiba-tiba mati, semati-matinya. Nggak ada notifikasi sebelumnya. Proses matinya pun bukan lewat shutdown. Tapi seperti mati listrik gitu.

Penyelidikan pun dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Menyelidiki sistem : Adakah virus yang menghinggapi sistem ? soalnya ada beberapa varian virus yang punya kebiasaan me-restart sistem. Pilihan ini jelas tidak ada di komputer yang bermasalah tersebut. Sebab gejala matinya seperti ada permasalahan listrik.

2. Pemeriksaan tegangan kerja AC 220 V : Hasil pengukuran menunjukan 210-215 v. Cukup masuk akal dan power supply masih bisa bekerja dengan baik pada level tegangan ini.

3. Pemeriksaan temperatur : BIOS menunjukan putaran fan 2800 RPM dan temperatur CPU 75 derajat Celcius.

Dari hasil pemeriksaan diatas sebenarnya tidak ada masalah pada sistem. Tapi langkah pertama yang saya lakukan untuk memperbaiki kerusakan diatas adalah :

1. Ganti power supply : Masih tetap sama..Ternyata tegangan AC bukan penyebabnya.

2. Clear CMOS BIOS : Tidak juga

3. Scan sistem untuk meneliti apakah ada virus : Tidak juga.

Ternyata setelah penyelidikan yang cukup intensif saya temukan fan CPU LGA 775 yang berputar sangat rendah ! Walaupun fitur Smart Fan (yang mengatur putaran kipas sesuai suhu) di-nonaktifkan, putaran kipas sangat-sangat rendah.

FAN original LGA 775

Penasaran saya matikan sistem, lalu mencoba memutar kipasnya dengan tangan. Ternyata dengan tangan pun kipas terasa berat. Seperti ada yang menahan putarannya. Bahkan di komputer yang lain kipasnya sudah hampir tak bisa digerakkan.  Akibatnya Heatsink tidak efektif melepas panas. CPU pun tanpa ba-bi-bu langsung menghentikan tugasnya.

PENYELESAIAN :

Mau tidak mau kita harus ganti fan CPU-nya. tapi fan LGA ini nggak bisa dibeli terpisah. Harus dengan paket heatsink-nya. kalau di Bogor sini harga Fan+heatsink LGA berkisar Rp. 55.000-an. Tapi rugi karena heatsink yang lama nggak terpakai.

Kebetulan ada banyak ekstra fan yang biasa dipakai di casing. Maka muncullah ide nyeleneh saya, yaitu mengganti fan LGA dengan ekstra fan. Bagaimana caranya :

1. Buka/lepaskan fan LGA yang lama dari heatsink-nya. caranya mudah sekali. Pada dua ujung kipas ada pengait yang membuat kipas dan rangkanya menempel ke heatsik. Congkel saja dengan obeng atau benda pipih.

2. Patahkan tiap ujung dari rangka kipas (ada empat sudut yang menahan kipas dengan rangkanya) dengan tang hingga yang tersisa adalah rangka kipasnya :

Rangka LGA

3. Masukkan fan standar ke dalam rangka fan LGA. Pastikan ukuran fan yang akan kita pakai pas. Biasanya sih ekstra fan casing sudah sama ukurannya :

ekstra fan sebelum dipasang

ekstra fan setelah dipasang ke rangka fan LGA-lama

Setelah masuk ke rangka LGA, ikat atau kencangkan dengan isolasi. Contoh diatas saya ikat dengan isolasi hitam di sekeliling rangka LGA-nya. Tentunya ini tergantung selera anda. Mau pakai tali rapia, kawat atau tali kutang juga boleh..wkwkwkwk…

Ingat posisi fannya ! posisi terbaik adalah membuang udara panas dari heatsink. Bukan menyedot udara luar ke heatsink. Lihat contoh gambar diatas.

 

4. Masukkan kembali rangka LGA ke heatsink. Langkahnya kebalikan dari melepasnya.

Fan Mod in Action !

Beres deh !

tapi fan “abal abal” ini ada kelemahannya. Putaran fan nggak bisa diatur, sebab tegangannya mengambil langsung dari soket power supply. dan juga cukup berisik jika pakai ekstra fan yang murahan. Tapi keuntungannya suhu CPU lebih rendah.

Dengan pemecahan masalah diatas berarti akar penyebabnya ada di suhu CPU yang meningkat drastis dan tidak dibuang oleh kipas.

Catatan si GO…..!!!! BLOG :

Kipas LGA ini baru berusia enam bulan ! Terhitung pemakaian mulai Januari 2008, tapi enam komputer yang berbasis Celeron 2.8 fannya sudah rusak. Ini bisa berarti :

1. Produk fan-nya yang memang “abal-abal” ; atau

2. Pemakaian perhari yang tinggi. Sebab perhari komputer hidup mulai pukul 08.00-00.00 (rata-rata hidup 10-11 jam) ; atau

3. Suhu di dalam casing tinggi sehingga fan LGA “menyerah”. Setelah permasalahan ini saya pasang satu fan di depan casing untuk menyedot udara segar masuk dan satu fan dibelakang casing untuk membuang udara panas keluar.

4. Sistem pendinginan CPU LGA payah !!! Heatsink hanya mengandalkan plastik pengait seupil sebanyak 4 buah yang mengaitkan heatsink/pendingin ke motherboard. Gampang patah lagi ! Masih lebih baik sistem pendingin soket 478 dan AMD. Sebagai perbandingan untuk PC Game Center menggunakan Athlon X2 tanpa kipas depan dan belakang sampai sekarang masih Joss !!